Miris, Paspor dan KTP Anda cuma Dihargai Secangkir Kopi di Dark Web
Jum'at, 09 Januari 2026 - 08:42 WIB
loading...
A
A
A
Identitas Pribadi (Paspor/ID): Dokumen vital ini diperdagangkan di kisaran USD15 atau Rp240.000. Rendahnya harga ini mengindikasikan melimpahnya pasokan data identitas yang bocor.
Platform Kripto: Akun yang terhubung dengan dompet digital atau aset kripto memiliki nilai jual jauh lebih tinggi, mencapai rata-rata USD105 atau Rp1.680.000.
Akses Perbankan Online: Ini adalah komoditas premium. Akses langsung ke rekening bank dipatok dengan harga rata-rata USD350 atau Rp5.600.000.
Harga-harga tersebut tidak bersifat statis. Para pembeli data di pasar gelap melakukan proses penyortiran dan verifikasi yang ketat. Nilai sebuah akun bisa melonjak drastis tergantung pada usia akun, jumlah saldo tersimpan, metode pembayaran yang terhubung, hingga seberapa lemah pengaturan keamanannya.
Olga Altukhova, Analis Konten Web Senior di Kaspersky, menyebut bahwa kredensial kini mencakup hampir 90 persen dari upaya serangan. Setelah login, kata sandi, dan nomor telepon terkumpul, data ini akan diperiksa, divalidasi, dan dijual kembali. Siklus ini bisa berlangsung bertahun-tahun setelah pencurian awal terjadi.
"Kredensial lama pun dapat memungkinkan pengambilalihan akun dan serangan tertarget terhadap individu dan organisasi," tambah Altukhova. Ini berarti, data yang dicuri hari ini bisa menjadi amunisi untuk menargetkan eksekutif perusahaan, staf keuangan, atau administrator TI di masa depan melalui skema social engineering yang lebih canggih.
Platform Kripto: Akun yang terhubung dengan dompet digital atau aset kripto memiliki nilai jual jauh lebih tinggi, mencapai rata-rata USD105 atau Rp1.680.000.
Akses Perbankan Online: Ini adalah komoditas premium. Akses langsung ke rekening bank dipatok dengan harga rata-rata USD350 atau Rp5.600.000.
Harga-harga tersebut tidak bersifat statis. Para pembeli data di pasar gelap melakukan proses penyortiran dan verifikasi yang ketat. Nilai sebuah akun bisa melonjak drastis tergantung pada usia akun, jumlah saldo tersimpan, metode pembayaran yang terhubung, hingga seberapa lemah pengaturan keamanannya.
Olga Altukhova, Analis Konten Web Senior di Kaspersky, menyebut bahwa kredensial kini mencakup hampir 90 persen dari upaya serangan. Setelah login, kata sandi, dan nomor telepon terkumpul, data ini akan diperiksa, divalidasi, dan dijual kembali. Siklus ini bisa berlangsung bertahun-tahun setelah pencurian awal terjadi.
"Kredensial lama pun dapat memungkinkan pengambilalihan akun dan serangan tertarget terhadap individu dan organisasi," tambah Altukhova. Ini berarti, data yang dicuri hari ini bisa menjadi amunisi untuk menargetkan eksekutif perusahaan, staf keuangan, atau administrator TI di masa depan melalui skema social engineering yang lebih canggih.
(dan)
Lihat Juga :