Geger Bursa Hong Kong! Pendiri Xiaomi Jual Saham Rp32 Triliun, Harga Langsung Anjlok
Jum'at, 02 Januari 2026 - 11:05 WIB
loading...
A
A
A
Agar tidak mengguncang pasar, Lin Bin membatasi nilai penjualan maksimum sebesar USD500 juta atau Rp 8 triliun dalam setiap periode 12 bulan berjalan. Total nilai saham yang akan dilepas dibatasi tidak boleh melebihi plafon USD2 miliar (Rp32 triliun).
Manajemen Xiaomi menegaskan bahwa dana segar hasil penjualan saham ini sebagian besar akan dialokasikan untuk pembentukan dana investasi baru (investment fund).
Pihak perusahaan juga menekankan bahwa Lin Bin tetap memiliki kepercayaan penuh terhadap prospek jangka panjang grup dan akan terus mengabdi sebagai Wakil Ketua.
Artinya, rencana penjualan Rp32 triliun ini "hanya" mencakup sekitar 20 persen dari total kekayaannya di Xiaomi.
Analis dari Citi Research, Kyna Wong, dalam catatan risetnya menilai langkah ini secara fundamental sebagai peristiwa netral, namun mengakui adanya dampak psikologis jangka pendek.
Manajemen Xiaomi menegaskan bahwa dana segar hasil penjualan saham ini sebagian besar akan dialokasikan untuk pembentukan dana investasi baru (investment fund).
Pihak perusahaan juga menekankan bahwa Lin Bin tetap memiliki kepercayaan penuh terhadap prospek jangka panjang grup dan akan terus mengabdi sebagai Wakil Ketua.
Dampak Sentimen dan Valuasi Kekayaan
Berdasarkan laporan interim perusahaan, Lin Bin saat ini menguasai sekitar 1,88 miliar saham kelas B dan 448 juta saham kelas A. Mengacu pada kapitalisasi pasar Xiaomi pada penutupan Jumat lalu, total kepemilikan saham Lin Bin bernilai lebih dari USD10 miliar atau menembus angka Rp160 triliun.Artinya, rencana penjualan Rp32 triliun ini "hanya" mencakup sekitar 20 persen dari total kekayaannya di Xiaomi.
Analis dari Citi Research, Kyna Wong, dalam catatan risetnya menilai langkah ini secara fundamental sebagai peristiwa netral, namun mengakui adanya dampak psikologis jangka pendek.
Lihat Juga :