Geger Bursa Hong Kong! Pendiri Xiaomi Jual Saham Rp32 Triliun, Harga Langsung Anjlok
Jum'at, 02 Januari 2026 - 11:05 WIB
loading...
A
A
A
"Perusahaan dana investasi tersebut mungkin akan fokus pada inkubasi teknologi baru yang kemungkinan besar akan menguntungkan ekosistem AIoT (Artificial Intelligence of Things) Xiaomi," tulis Wong. Ia menambahkan bahwa meskipun disposisi saham ini dapat berdampak pada sentimen pasar, fundamental perusahaan tetap solid.
Citi Research bahkan menetapkan target harga saham Xiaomi sebesar 50 HKD (Rp 103.000) pada akhir 2026, dengan alasan visibilitas jangka panjang yang kuat. Namun, para analis juga memberikan catatan peringatan: saham bisa gagal mencapai target jika kompetisi pasar ponsel pintar semakin ketat, biaya pembukaan gerai baru membengkak, atau kenaikan suku bunga yang lebih cepat memicu penurunan valuasi (de-rating).
Rekam jejak akademis dan profesionalnya sangat mentereng. Lulusan teknik radio elektronik dari Sun Yat-sen University (1990) dan master dari Drexel University (1992) ini pernah menjabat sebagai direktur teknik di Google (2006-2010) serta memegang berbagai posisi manajerial di Microsoft selama lebih dari satu dekade (1995-2006).
Citi Research bahkan menetapkan target harga saham Xiaomi sebesar 50 HKD (Rp 103.000) pada akhir 2026, dengan alasan visibilitas jangka panjang yang kuat. Namun, para analis juga memberikan catatan peringatan: saham bisa gagal mencapai target jika kompetisi pasar ponsel pintar semakin ketat, biaya pembukaan gerai baru membengkak, atau kenaikan suku bunga yang lebih cepat memicu penurunan valuasi (de-rating).
Profil Sang Arsitek Teknologi
Lin Bin bukanlah sosok sembarangan di industri teknologi global. Pria kelahiran 1968 ini mendirikan Xiaomi bersama Lei Jun pada tahun 2010 dan menjabat sebagai presiden hingga 2019 sebelum beralih posisi menjadi Wakil Ketua. Ia juga memegang posisi strategis sebagai Ketua Yayasan Xiaomi di Hong Kong.Rekam jejak akademis dan profesionalnya sangat mentereng. Lulusan teknik radio elektronik dari Sun Yat-sen University (1990) dan master dari Drexel University (1992) ini pernah menjabat sebagai direktur teknik di Google (2006-2010) serta memegang berbagai posisi manajerial di Microsoft selama lebih dari satu dekade (1995-2006).
(dan)
Lihat Juga :