Kekayaan Elon Musk Tembus Rp11.620 Triliun, Resmi Lebih Kaya dari Negara Belgia dan Argentina
Jum'at, 02 Januari 2026 - 11:02 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan jika disandingkan dengan pasar aset kripto, kekayaan Musk nyaris menyamai total nilai pasar kripto global pada tahun 2018 yang kala itu bernilai USD773 miliar.
Saat ini, harta Musk bernilai lebih dari dua kali lipat kapitalisasi pasar Ethereum (USD358 miliar atau Rp 5.728 triliun), mata uang kripto terbesar kedua setelah Bitcoin.
Pertama, valuasi SpaceX yang meroket tajam. Perusahaan antariksa tersebut meluncurkan penawaran tender (tender offer) yang melambungkan valuasinya dari USD400 miliar pada Agustus menjadi USD800 miliar (Rp12.800 triliun) di akhir tahun.
Aksi korporasi ini menyuntikkan tambahan kekayaan sekitar USD168 miliar (Rp2.688 triliun) ke dalam kantong Musk.
Faktor kedua adalah kemenangan legal di Mahkamah Agung Delaware. Pengadilan membatalkan putusan pengadilan tingkat rendah yang sebelumnya menghapus paket opsi saham Tesla milik Musk.
Dengan dipulihkannya paket kompensasi senilai sekitar USD139 miliar (Rp2.224 triliun) tersebut, Forbes kembali memperhitungkan nilai penuh opsi saham itu, setelah sebelumnya mendiskon nilainya sebesar 50 persen sejak Januari 2024.
Kini, Musk berada di jalur cepat untuk menjadi triliuner (dalam mata uang dollar AS) pertama di dunia. Pemegang saham Tesla pada November lalu telah menyetujui paket kompensasi baru yang berpotensi bernilai mendekati USD1 triliun, dengan syarat perusahaan mampu mencapai serangkaian target ambisius dalam satu dekade mendatang.
Saat ini, harta Musk bernilai lebih dari dua kali lipat kapitalisasi pasar Ethereum (USD358 miliar atau Rp 5.728 triliun), mata uang kripto terbesar kedua setelah Bitcoin.
Roket Pendorong Kekayaan: SpaceX dan Putusan Pengadilan
Lonjakan kekayaan Musk yang tidak masuk akal di akhir tahun 2025 didorong oleh dua faktor fundamental.Pertama, valuasi SpaceX yang meroket tajam. Perusahaan antariksa tersebut meluncurkan penawaran tender (tender offer) yang melambungkan valuasinya dari USD400 miliar pada Agustus menjadi USD800 miliar (Rp12.800 triliun) di akhir tahun.
Aksi korporasi ini menyuntikkan tambahan kekayaan sekitar USD168 miliar (Rp2.688 triliun) ke dalam kantong Musk.
Faktor kedua adalah kemenangan legal di Mahkamah Agung Delaware. Pengadilan membatalkan putusan pengadilan tingkat rendah yang sebelumnya menghapus paket opsi saham Tesla milik Musk.
Dengan dipulihkannya paket kompensasi senilai sekitar USD139 miliar (Rp2.224 triliun) tersebut, Forbes kembali memperhitungkan nilai penuh opsi saham itu, setelah sebelumnya mendiskon nilainya sebesar 50 persen sejak Januari 2024.
Kini, Musk berada di jalur cepat untuk menjadi triliuner (dalam mata uang dollar AS) pertama di dunia. Pemegang saham Tesla pada November lalu telah menyetujui paket kompensasi baru yang berpotensi bernilai mendekati USD1 triliun, dengan syarat perusahaan mampu mencapai serangkaian target ambisius dalam satu dekade mendatang.
(dan)
Lihat Juga :