Elon Musk Terpana, Robot Humanoid China Kini Sudah Bisa Salto dan Menendang Manusia!
Jum'at, 02 Januari 2026 - 09:47 WIB
loading...
A
A
A
Potensi ekonominya pun tak main-main. China Electronics Society memprediksi pasar robot humanoid China akan menembus angka 870 miliar Yuan atau Rp1.914 triliun pada 2030.
Bahkan, laporan dari Pusat Penelitian Pembangunan Dewan Negara China memperkirakan pasar embodied intelligence (kecerdasan yang berwujud fisik) bisa melampaui 400 miliar Yuan (Rp 880 triliun) pada 2030 dan meledak hingga lebih dari 1 triliun Yuan (Rp 2.200 triliun) pada 2035.
CEO Unitree, Wang Xingxing, optimistis bahwa momen "ChatGPT" untuk fisik robot—di mana robot benar-benar berguna untuk pekerjaan nyata—akan tiba dalam satu hingga dua tahun ke depan.
Di sisi lain, perusahaan seperti EngineAI juga memamerkan robot T80 mereka yang mampu melakukan kombinasi pukulan tinju luwes dan menendang pintu kayu hingga jebol.
Dalam sebuah tes ekstrem, CEO EngineAI, Zhao Tongyang, bahkan rela ditendang oleh robotnya sendiri hingga terpental jatuh, membuktikan kekuatan riil dari mesin seberat orang dewasa tersebut.
Kini, pertanyaannya bukan lagi apakah robot bisa bergerak seperti manusia, melainkan seberapa cepat "otak" AI mampu mengejar ketertinggalan dari "otak kecil" motorik yang sudah sangat canggih ini.
Bahkan, laporan dari Pusat Penelitian Pembangunan Dewan Negara China memperkirakan pasar embodied intelligence (kecerdasan yang berwujud fisik) bisa melampaui 400 miliar Yuan (Rp 880 triliun) pada 2030 dan meledak hingga lebih dari 1 triliun Yuan (Rp 2.200 triliun) pada 2035.
CEO Unitree, Wang Xingxing, optimistis bahwa momen "ChatGPT" untuk fisik robot—di mana robot benar-benar berguna untuk pekerjaan nyata—akan tiba dalam satu hingga dua tahun ke depan.
Di sisi lain, perusahaan seperti EngineAI juga memamerkan robot T80 mereka yang mampu melakukan kombinasi pukulan tinju luwes dan menendang pintu kayu hingga jebol.
Dalam sebuah tes ekstrem, CEO EngineAI, Zhao Tongyang, bahkan rela ditendang oleh robotnya sendiri hingga terpental jatuh, membuktikan kekuatan riil dari mesin seberat orang dewasa tersebut.
Kini, pertanyaannya bukan lagi apakah robot bisa bergerak seperti manusia, melainkan seberapa cepat "otak" AI mampu mengejar ketertinggalan dari "otak kecil" motorik yang sudah sangat canggih ini.
(dan)
Lihat Juga :