Inilah Manus, Startup AI Singapura Pesaing OpenAI yang Dicaplok Meta Senilai Rp32 Triliun
Jum'at, 02 Januari 2026 - 09:42 WIB
loading...
A
A
A
Chetan Puttagunta, mitra umum Benchmark, bahkan langsung bergabung dalam dewan direksi.
Sebelum itu, media China mencatat bahwa sejumlah investor kelas kakap telah lebih dulu masuk, termasuk Tencent, ZhenFund, dan HSG (sebelumnya dikenal sebagai Sequoia China) melalui putaran pendanaan awal sebesar USD10 juta (Rp160 miliar).
Jejak asal-usul ini sempat memicu kritik tajam di Washington. Senator Partai Republik dari Texas, John Cornyn, yang juga anggota senior Komite Intelijen Senat, pada Mei lalu sempat menyerang Benchmark karena mengalirkan modal Amerika ke entitas yang berafiliasi dengan China. Sikap keras terhadap China kini menjadi salah satu dari sedikit isu bipartisan yang disepakati oleh Kongres AS.
Menyadari sensitivitas ini, Meta bergerak cepat melakukan "sterilisasi". Kepada Nikkei Asia, juru bicara Meta
menegaskan bahwa pasca-transaksi, Manus tidak akan lagi memiliki hubungan kepemilikan dengan investor China.
"Tidak akan ada kepentingan kepemilikan China yang berkelanjutan di Manus AI setelah transaksi, dan Manus AI akan menghentikan layanan serta operasinya di China," tegas perwakilan Meta.
Nantinya, Meta berencana membiarkan Manus beroperasi secara independen, namun teknologi agen cerdasnya akan ditenun secara mendalam ke dalam ekosistem Facebook, Instagram, dan WhatsApp, melengkapi fitur Meta AI yang sudah ada. Ini adalah pertaruhan Rp32 triliun Zuckerberg untuk memastikan Meta tidak hanya menjadi penonton dalam revolusi agen kecerdasan buatan.
Sebelum itu, media China mencatat bahwa sejumlah investor kelas kakap telah lebih dulu masuk, termasuk Tencent, ZhenFund, dan HSG (sebelumnya dikenal sebagai Sequoia China) melalui putaran pendanaan awal sebesar USD10 juta (Rp160 miliar).
Membersihkan Jejak Geopolitik
Namun, akuisisi ini bukan tanpa risiko politik. Zuckerberg harus menavigasi ladang ranjau hubungan Amerika Serikat-China. Pendiri Manus diketahui mendirikan perusahaan induknya, Butterfly Effect, di Beijing pada 2022, sebelum akhirnya memindahkan markas ke Singapura pada pertengahan tahun ini.Jejak asal-usul ini sempat memicu kritik tajam di Washington. Senator Partai Republik dari Texas, John Cornyn, yang juga anggota senior Komite Intelijen Senat, pada Mei lalu sempat menyerang Benchmark karena mengalirkan modal Amerika ke entitas yang berafiliasi dengan China. Sikap keras terhadap China kini menjadi salah satu dari sedikit isu bipartisan yang disepakati oleh Kongres AS.
Menyadari sensitivitas ini, Meta bergerak cepat melakukan "sterilisasi". Kepada Nikkei Asia, juru bicara Meta
menegaskan bahwa pasca-transaksi, Manus tidak akan lagi memiliki hubungan kepemilikan dengan investor China.
"Tidak akan ada kepentingan kepemilikan China yang berkelanjutan di Manus AI setelah transaksi, dan Manus AI akan menghentikan layanan serta operasinya di China," tegas perwakilan Meta.
Nantinya, Meta berencana membiarkan Manus beroperasi secara independen, namun teknologi agen cerdasnya akan ditenun secara mendalam ke dalam ekosistem Facebook, Instagram, dan WhatsApp, melengkapi fitur Meta AI yang sudah ada. Ini adalah pertaruhan Rp32 triliun Zuckerberg untuk memastikan Meta tidak hanya menjadi penonton dalam revolusi agen kecerdasan buatan.
(dan)
Lihat Juga :