Atmosfer Bumi Bocor ke Luar Angkasa, Ilmuwan Yakin Kiamat Semakin Dekat
Jum'at, 26 Desember 2025 - 20:29 WIB
loading...
A
A
A
Saat ini,sekitar 21 persenudara yang kita hirup terdiri dari oksigen – bersama dengan nitrogen, argon, dan karbon dioksida.
Meskipun dampaknya terhadap atmosfer tidak separah karbon dioksida, ia tetap berpengaruh pada jumlah sinar matahari yang mencapai permukaan bumi, danada buktibahwa perubahan kadar oksigen telah memengaruhi iklim Bumi di masa lalu.
Meskipun laju penurunan oksigen belum perlu dikhawatirkan saat ini, Stolper memberikan peringatan tentang 200 tahun terakhir sejak revolusi industri dimulai, data yang tidak termasuk dalam laporan baru ini.
"Kita mengonsumsi O2 dengan kecepatan seribu kali lebih cepat daripada sebelumnya," katanya kepadaGizmodo.
"Umat manusia telah sepenuhnya mempersingkat siklusnya dengan membakar berton-ton karbon… ini adalah indikasi lain dari kemampuan kolektif kita untuk melakukan apa yang terjadi [secara alami] di Bumi, namun jauh lebih cepat."
Meskipun dampaknya terhadap atmosfer tidak separah karbon dioksida, ia tetap berpengaruh pada jumlah sinar matahari yang mencapai permukaan bumi, danada buktibahwa perubahan kadar oksigen telah memengaruhi iklim Bumi di masa lalu.
Meskipun laju penurunan oksigen belum perlu dikhawatirkan saat ini, Stolper memberikan peringatan tentang 200 tahun terakhir sejak revolusi industri dimulai, data yang tidak termasuk dalam laporan baru ini.
"Kita mengonsumsi O2 dengan kecepatan seribu kali lebih cepat daripada sebelumnya," katanya kepadaGizmodo.
"Umat manusia telah sepenuhnya mempersingkat siklusnya dengan membakar berton-ton karbon… ini adalah indikasi lain dari kemampuan kolektif kita untuk melakukan apa yang terjadi [secara alami] di Bumi, namun jauh lebih cepat."
(wbs)
Lihat Juga :