Mata Rusa Kutub Bisa Melihat Sesuatu Melebihi Alat Canggih Manapun
Jum'at, 26 Desember 2025 - 08:15 WIB
loading...
A
A
A
Untuk membantu kemampuan rusa kutub melihat serigala yang mengintai dan lumut yang lezat dalam kegelapan, para ilmuwan berpendapat bahwa mata hewan tersebut mungkin telah berevolusi untuk memantulkan lebih banyak cahaya biru di musim dingin. Hal ini memberi cahaya redup kesempatan lain untuk melewati retina, memungkinkan lebih banyak informasi untuk ditangkap oleh fotoreseptor mata.
Dengan demikian, rusa kutub mendapatkan pemandangan lanskap senja yang lebih terang (hingga seribukali lebih terang), tetapi sebagai gantinya, gambar yang dihasilkan memiliki resolusi yang jauh lebih rendah,seperti melihat melalui kaca yang berkabut.
Sepertibanyak mamalia lainnya, rusa kutub memiliki lapisan pemantul cahaya yang disebuttapetum lucidumdi dalam setiap mata, yang terletak di belakang retina.
Namun, tidak ada mamalia lain yang diketahui memiliki tapetum seperti rusa kutub. Struktur tapetumnya tampaknya bergantung pada musim.
"Saat kondisi sangat dingin, Anda mengurangi tekanan udara pada ban untuk meningkatkan daya cengkeram di atas es," jelasnya. "Rusa kutub mengeluarkan cairan dari tapetumnya untuk memperlihatkan pandangan yang lebih baik terhadap lingkungan sekitarnya."
Mekanisme pasti di balik perubahan struktur tersebut belum diketahui, tetapi para peneliti menduga hal itu berkaitan dengan cairan di dalam mata.
Pada tahun 2022, Fosbury dan rekan-rekannyamempelajariperbedaan antara mata rusa kutub yang mati di musim panas dan rusa kutub yang mati di musim dingin.
Dengan demikian, rusa kutub mendapatkan pemandangan lanskap senja yang lebih terang (hingga seribukali lebih terang), tetapi sebagai gantinya, gambar yang dihasilkan memiliki resolusi yang jauh lebih rendah,seperti melihat melalui kaca yang berkabut.
Sepertibanyak mamalia lainnya, rusa kutub memiliki lapisan pemantul cahaya yang disebuttapetum lucidumdi dalam setiap mata, yang terletak di belakang retina.
Namun, tidak ada mamalia lain yang diketahui memiliki tapetum seperti rusa kutub. Struktur tapetumnya tampaknya bergantung pada musim.
"Saat kondisi sangat dingin, Anda mengurangi tekanan udara pada ban untuk meningkatkan daya cengkeram di atas es," jelasnya. "Rusa kutub mengeluarkan cairan dari tapetumnya untuk memperlihatkan pandangan yang lebih baik terhadap lingkungan sekitarnya."
Mekanisme pasti di balik perubahan struktur tersebut belum diketahui, tetapi para peneliti menduga hal itu berkaitan dengan cairan di dalam mata.
Pada tahun 2022, Fosbury dan rekan-rekannyamempelajariperbedaan antara mata rusa kutub yang mati di musim panas dan rusa kutub yang mati di musim dingin.
Lihat Juga :