Ilmuwan Klaim Temukan Makanan Kesukaan Alien, Apakah Itu?
Kamis, 18 Desember 2025 - 09:42 WIB
loading...
A
A
A
“Alih-alih hanya mencari planet yang panas dan menerima sinar matahari, kita sekarang dapat mempertimbangkan tempat-tempat yang gelap dan dingin, selama tempat tersebut memiliki air di bawah permukaan dan terpapar sinar kosmik. "Kehidupan bisa ada di lebih banyak tempat daripada yang pernah kita bayangkan," katanya.
Menurut sebuah studi baru, gugusan partikel berenergi tinggi yang dikenal sebagai sinar kosmik galaksi berpotensi mendukung kehidupan di dunia lain. Foto Agensi
Para peneliti mensimulasikan bagaimana sinar kosmik memecah molekul air pada berbagai kedalaman untuk menilai berapa banyak sel teoretis yang dapat didukung oleh lingkungan tersebut.
Mereka memeriksa produksi elektron — komponen kunci dalam produksi energi semua organisme hidup — dan membandingkan hasil simulasi dengan pengetahuan yang ada tentang ekstremofil, organisme di Bumi yang dapat bertahan hidup dalam kondisi ekstrem.
Namun, penemuan ini bukanlah kabar baik untuk kolonisasi manusia. Hal ini karena organisme yang hidup di lingkungan ekstrem diketahui 'memakan' sumber energi yang berbahaya bagi manusia. Di antaranya adalah Bakteri Candidatus Desulforudis audaxviator, yang memperoleh energi dari peluruhan radioaktif uranium.
Beberapa ekstremofil tahan radiasi juga bersembunyi jauh di bawah permukaan tanah untuk menghindari paparan langsung radiasi. Dalam penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa Enceladus memiliki potensi tertinggi untuk mendukung kehidupan.
Menurut makalah penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Astrobiology, bulan tersebut mampu mendukung hingga 42.900 sel per sentimeter kubik pada kedalaman sekitar 60 sentimeter.
Mars diperkirakan mampu mendukung sekitar 11.600 sel pada kedalaman sedikit lebih dari setengah meter, sedangkan Europa sekitar 4.200 sel pada kedalaman satu meter. Namun, para ilmuwan menekankan bahwa bentuk kehidupan ini kemungkinan merupakan bentuk kehidupan paling awal, bukan makhluk kompleks seperti manusia.
Menurut sebuah studi baru, gugusan partikel berenergi tinggi yang dikenal sebagai sinar kosmik galaksi berpotensi mendukung kehidupan di dunia lain. Foto Agensi
Para peneliti mensimulasikan bagaimana sinar kosmik memecah molekul air pada berbagai kedalaman untuk menilai berapa banyak sel teoretis yang dapat didukung oleh lingkungan tersebut.
Mereka memeriksa produksi elektron — komponen kunci dalam produksi energi semua organisme hidup — dan membandingkan hasil simulasi dengan pengetahuan yang ada tentang ekstremofil, organisme di Bumi yang dapat bertahan hidup dalam kondisi ekstrem.
Namun, penemuan ini bukanlah kabar baik untuk kolonisasi manusia. Hal ini karena organisme yang hidup di lingkungan ekstrem diketahui 'memakan' sumber energi yang berbahaya bagi manusia. Di antaranya adalah Bakteri Candidatus Desulforudis audaxviator, yang memperoleh energi dari peluruhan radioaktif uranium.
Beberapa ekstremofil tahan radiasi juga bersembunyi jauh di bawah permukaan tanah untuk menghindari paparan langsung radiasi. Dalam penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa Enceladus memiliki potensi tertinggi untuk mendukung kehidupan.
Menurut makalah penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Astrobiology, bulan tersebut mampu mendukung hingga 42.900 sel per sentimeter kubik pada kedalaman sekitar 60 sentimeter.
Mars diperkirakan mampu mendukung sekitar 11.600 sel pada kedalaman sedikit lebih dari setengah meter, sedangkan Europa sekitar 4.200 sel pada kedalaman satu meter. Namun, para ilmuwan menekankan bahwa bentuk kehidupan ini kemungkinan merupakan bentuk kehidupan paling awal, bukan makhluk kompleks seperti manusia.
Lihat Juga :