Namanya Indonesia Banget! Robot Humanoid Bumi Buatan China Ini Dijual Lebih Murah dari iPhone Pro Max
Rabu, 17 Desember 2025 - 11:23 WIB
loading...
Kehadiran Bumi menciptakan kontras yang tajam dengan lanskap robotik di Amerika Serikat yang mahal. Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Di era ketika harga sebuah smartphone premium bisa menguras tabungan, China justru menawarkan barter mencengangkan: robot berbentuk manusia yang bisa menari, berlari, dan berbicara, dengan harga yang setara dengan satu unit iPhone terbaru.
Fenomena ini bukan fiksi ilmiah, melainkan strategi agresif dari Songyan Power yang baru saja menyepakati kesepakatan besar untuk membanjiri pasar dengan robot humanoid bernama "Bumi".
Dalam kesepakatan terbarunya, Songyan Power akan menyuplai 1.000 unit robot Bumi kepada Huichen Technology. Langkah ini menandai dimulainya era baru di mana robot canggih tak lagi eksklusif milik pabrik raksasa, melainkan siap menjadi teman bermain anak-anak di rumah.
Spesifikasi Mungil, Kemampuan Lincah
Bumi bukanlah robot kaku. Ia adalah humanoid berukuran kecil dan ringan yang dirancang lincah; mampu berjalan, berlari, bahkan menari. Tak hanya bergerak, Bumi juga cerdas merespons perintah suara dan dapat diprogram menggunakan alat drag-and-drop yang sederhana, menjadikannya sarana edukasi yang ramah bagi pemula yang ingin belajar robotika.
Namun, daya tarik utamanya terletak pada label harganya. Dibanderol 9.998 yuan atau Rp22,4 juta), Bumi menahbiskan diri sebagai robot humanoid termurah di dunia saat ini.
Dengan harga yang "masuk akal" bagi sekolah dan keluarga, China bersiap menjadi salah satu negara pertama yang mendorong penggunaan robot humanoid untuk kebutuhan sehari-hari konsumen mulai penjualan perdananya pada Januari 2026.
Jurang Harga dengan Amerika
Kehadiran Bumi menciptakan kontras yang tajam dengan lanskap robotik di Amerika Serikat. Di Negeri Paman Sam, robot humanoid masih menjadi barang mewah. Tesla Optimus, misalnya, diproyeksikan akan dijual dengan harga USD20.000 hingga USD30.000 (Rp320 juta - Rp480 juta) saat diproduksi massal.
Perbedaan harga semakin menganga jika dibandingkan dengan Digit buatan Agility Robotics yang dibanderol sekitar USD250.000 (Rp 4 miliar).
Hal ini terjadi karena pemain AS lebih memprioritaskan produktivitas industri, keselamatan kerja di gudang, dan kecerdasan buatan tingkat lanjut, yang berimbas pada lambatnya skala produksi namun memiliki model pendapatan yang lebih jelas.
Sebaliknya, AS bertaruh pada kecerdasan perangkat lunak (software intelligence) dan aplikasi bernilai tinggi untuk korporasi.
Para ahli memperingatkan bahwa gelombang robot murah dari China ini dapat mempercepat adopsi global di sektor pendidikan dan penelitian.
Namun, perang harga ini juga berisiko melemahkan inovasi jangka panjang. Kini, perlombaan robot humanoid telah menjadi medan tempur baru, dengan dua visi yang sangat berbeda tentang bagaimana mesin-mesin ini akan hidup berdampingan dengan manusia.
Fenomena ini bukan fiksi ilmiah, melainkan strategi agresif dari Songyan Power yang baru saja menyepakati kesepakatan besar untuk membanjiri pasar dengan robot humanoid bernama "Bumi".
Dalam kesepakatan terbarunya, Songyan Power akan menyuplai 1.000 unit robot Bumi kepada Huichen Technology. Langkah ini menandai dimulainya era baru di mana robot canggih tak lagi eksklusif milik pabrik raksasa, melainkan siap menjadi teman bermain anak-anak di rumah.
Spesifikasi Mungil, Kemampuan Lincah
![Namanya Indonesia Banget! Robot Humanoid Bumi Buatan China Ini Dijual Lebih Murah dari iPhone Pro Max]()
Bumi bukanlah robot kaku. Ia adalah humanoid berukuran kecil dan ringan yang dirancang lincah; mampu berjalan, berlari, bahkan menari. Tak hanya bergerak, Bumi juga cerdas merespons perintah suara dan dapat diprogram menggunakan alat drag-and-drop yang sederhana, menjadikannya sarana edukasi yang ramah bagi pemula yang ingin belajar robotika.
Namun, daya tarik utamanya terletak pada label harganya. Dibanderol 9.998 yuan atau Rp22,4 juta), Bumi menahbiskan diri sebagai robot humanoid termurah di dunia saat ini.
Dengan harga yang "masuk akal" bagi sekolah dan keluarga, China bersiap menjadi salah satu negara pertama yang mendorong penggunaan robot humanoid untuk kebutuhan sehari-hari konsumen mulai penjualan perdananya pada Januari 2026.
Jurang Harga dengan Amerika
![Namanya Indonesia Banget! Robot Humanoid Bumi Buatan China Ini Dijual Lebih Murah dari iPhone Pro Max]()
Kehadiran Bumi menciptakan kontras yang tajam dengan lanskap robotik di Amerika Serikat. Di Negeri Paman Sam, robot humanoid masih menjadi barang mewah. Tesla Optimus, misalnya, diproyeksikan akan dijual dengan harga USD20.000 hingga USD30.000 (Rp320 juta - Rp480 juta) saat diproduksi massal.
Perbedaan harga semakin menganga jika dibandingkan dengan Digit buatan Agility Robotics yang dibanderol sekitar USD250.000 (Rp 4 miliar).
Hal ini terjadi karena pemain AS lebih memprioritaskan produktivitas industri, keselamatan kerja di gudang, dan kecerdasan buatan tingkat lanjut, yang berimbas pada lambatnya skala produksi namun memiliki model pendapatan yang lebih jelas.
Perang Dingin Teknologi: Kuantitas vs Kecerdasan
Fenomena "Bumi" mencerminkan persaingan teknologi yang kian meruncing antara AS dan China. Strategi China berfokus pada kecepatan, skala manufaktur masif, dan disrupsi harga, meskipun harus bermain dengan margin keuntungan yang tipis.Sebaliknya, AS bertaruh pada kecerdasan perangkat lunak (software intelligence) dan aplikasi bernilai tinggi untuk korporasi.
Para ahli memperingatkan bahwa gelombang robot murah dari China ini dapat mempercepat adopsi global di sektor pendidikan dan penelitian.
Namun, perang harga ini juga berisiko melemahkan inovasi jangka panjang. Kini, perlombaan robot humanoid telah menjadi medan tempur baru, dengan dua visi yang sangat berbeda tentang bagaimana mesin-mesin ini akan hidup berdampingan dengan manusia.
(dan)
Lihat Juga :