Gempa Besar Guncang Jepang, Ahli Prediksi yang Lebih Dahsyat Akan Terjadi
Selasa, 09 Desember 2025 - 20:33 WIB
loading...
Ahli beberkan gempa bumi besar bakal terjadi di Jepang. FOTO/ Reuters
A
A
A
TOKYO - Beberapa pakar telah menyampaikan pandangan mereka tentang gempa bumi dahsyat yang melanda Jepang pada Senin malam yang memicu tsunami di sepanjang pantai Pasifik timur laut.
Para ahli mendesak masyarakat untuk tetap waspada terhadap gempa susulan yang lebih kuat.
Gempa bumi dahsyat di Jepang yang memicu tsunami di pantai Pasifik timur laut telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan seismolog.
Profesor Yoshihiro Hiramatsu mengatakan gempa tersebut kemungkinan disebabkan oleh lempeng tektonik yang belum pecah sejak gempa besar tahun 2011.
Para pakar lain seperti Takuya Nishimura dan Hiroaki Takahashi bersikeras bahwa gempa tersebut merupakan akibat dari pergerakan lempeng tektonik, dan mendesak masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman gempa susulan dan tsunami.
Yoshihiro Hiramatsu, seorang profesor di Universitas Kanazawa dan pakar riset gempa bumi, mengatakan gempa terbaru kemungkinan disebabkan oleh bagian lempeng tektonik yang belum pecah ketika gempa besar berkekuatan 9,0 melanda wilayah yang sama pada tahun 2011.
"Berdasarkan kedalaman episentrum dan sudut pergeserannya, gempa ini diyakini terjadi di wilayah perbatasan di mana lempeng samudra menunjam ke bawah lempeng daratan yang menopang kepulauan Jepang," ujarnya.
Ia mengatakan gempa ini dapat digambarkan sebagai gempa lempeng yang belum pecah karena gempa hari Senin terjadi tepat di utara gempa 11 Maret 2011.
Memperhatikan bahwa gempa bumi berkekuatan delapan atau lebih besar telah melanda wilayah ini sebelumnya, termasuk pada tahun 1968 di lepas pantai Tokachi, Hokkaido, ia mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati.
Hiramatsu mengatakan gempa terbaru ini mungkin telah menggeser keseimbangan bawah tanah, yang berpotensi memicu gempa yang lebih besar.
Takuya Nishimura, profesor di Institut Penelitian Pencegahan Bencana Universitas Kyoto, mengatakan tidak ada keraguan bahwa gempa tersebut merupakan gempa zona subduksi, yang terjadi di perbatasan antara dua lempeng di Pasifik.
Ia mengatakan getaran kuat tersebut terasa karena gempa terjadi dekat daratan meskipun pusatnya jauh di bawah permukaan.
Hiroaki Takahashi, profesor riset gempa di Universitas Hokkaido, juga meyakini bahwa pergerakan lempeng tektonik memicu gempa tersebut, seraya mengimbau masyarakat untuk mewaspadai gelombang tsunami dan getaran kuat untuk sementara waktu.
Para ahli mendesak masyarakat untuk tetap waspada terhadap gempa susulan yang lebih kuat.
Gempa bumi dahsyat di Jepang yang memicu tsunami di pantai Pasifik timur laut telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan seismolog.
Profesor Yoshihiro Hiramatsu mengatakan gempa tersebut kemungkinan disebabkan oleh lempeng tektonik yang belum pecah sejak gempa besar tahun 2011.
Para pakar lain seperti Takuya Nishimura dan Hiroaki Takahashi bersikeras bahwa gempa tersebut merupakan akibat dari pergerakan lempeng tektonik, dan mendesak masyarakat untuk tetap waspada terhadap ancaman gempa susulan dan tsunami.
Yoshihiro Hiramatsu, seorang profesor di Universitas Kanazawa dan pakar riset gempa bumi, mengatakan gempa terbaru kemungkinan disebabkan oleh bagian lempeng tektonik yang belum pecah ketika gempa besar berkekuatan 9,0 melanda wilayah yang sama pada tahun 2011.
"Berdasarkan kedalaman episentrum dan sudut pergeserannya, gempa ini diyakini terjadi di wilayah perbatasan di mana lempeng samudra menunjam ke bawah lempeng daratan yang menopang kepulauan Jepang," ujarnya.
Ia mengatakan gempa ini dapat digambarkan sebagai gempa lempeng yang belum pecah karena gempa hari Senin terjadi tepat di utara gempa 11 Maret 2011.
Memperhatikan bahwa gempa bumi berkekuatan delapan atau lebih besar telah melanda wilayah ini sebelumnya, termasuk pada tahun 1968 di lepas pantai Tokachi, Hokkaido, ia mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati.
Hiramatsu mengatakan gempa terbaru ini mungkin telah menggeser keseimbangan bawah tanah, yang berpotensi memicu gempa yang lebih besar.
Takuya Nishimura, profesor di Institut Penelitian Pencegahan Bencana Universitas Kyoto, mengatakan tidak ada keraguan bahwa gempa tersebut merupakan gempa zona subduksi, yang terjadi di perbatasan antara dua lempeng di Pasifik.
Ia mengatakan getaran kuat tersebut terasa karena gempa terjadi dekat daratan meskipun pusatnya jauh di bawah permukaan.
Hiroaki Takahashi, profesor riset gempa di Universitas Hokkaido, juga meyakini bahwa pergerakan lempeng tektonik memicu gempa tersebut, seraya mengimbau masyarakat untuk mewaspadai gelombang tsunami dan getaran kuat untuk sementara waktu.
(wbs)
Lihat Juga :