Takut Dijadikan Senjata Musuh, Israel Tembak Mati Ratusan Buaya

Senin, 08 Desember 2025 - 09:56 WIB
loading...
Takut Dijadikan Senjata...
Buaya. FOTO/ WTSP
A A A
JERUSALEM - Keputusan otoritas Israel untuk menembak mati ratusan buaya di sebuah peternakan di Petza'el, Lembah Yordan.



Hal itu memicu kecaman luas dari kelompok lingkungan dan aktivis kesejahteraan hewan setelah pemerintah mengklaim reptil tersebut berpotensi digunakan sebagai 'senjata' dalam serangan sabotase oleh musuh.

Pengungkapan tentang operasi pembantaian massal yang terjadi Agustus lalu disampaikan oleh Administrasi Sipil Israel dan Otoritas Alam dan Taman Nasional baru-baru ini.

Dalam pernyataan bersama, kedua lembaga tersebut membela tindakan tersebut sebagai langkah keamanan menyusul kekhawatiran bahwa peternakan tersebut, yang memiliki sejarah panjang pelanggaran keamanan dan beberapa insiden buaya lepas, diyakini menjadi target invasi.

Menurut pihak berwenang, musuh berpotensi membobol peternakan dan melepaskan ratusan buaya ke permukiman di Tepi Barat, sehingga menimbulkan ancaman keamanan dan risiko cedera warga sipil.

Mereka juga menekankan bahwa keputusan tersebut diambil setelah penilaian menyeluruh terhadap kondisi peternakan, yang diduga memburuk dan tidak layak untuk perawatan hewan.

Namun, tindakan drastis ini menuai kritik keras dari kelompok-kelompok kesejahteraan hewan, termasuk Let the Animals Live, Animals Now, Freedom Farm Sanctuary, dan Keren Or Sanctuary.

Kelompok-kelompok tersebut menuduh pemerintah menyembunyikan informasi penting dan gagal memberikan justifikasi yang kuat mengapa seluruh populasi buaya perlu ditembak.

Mereka juga menyerukan penyelidikan independen dan protokol yang jelas untuk menangani insiden serupa di masa mendatang.

Menanggapi hal ini, pihak berwenang mengatakan bahwa peternakan tersebut telah diperingatkan selama bertahun-tahun tentang pelanggaran serius, termasuk pagar keamanan yang rusak, masuknya pengunjung tanpa izin, dan insiden di mana seekor buaya melarikan diri, yang memaksa staf pemerintah untuk melakukan perbaikan sendiri guna menghindari tragedi.

Meskipun ada tekanan untuk membuka penyelidikan, pemerintah Israel bersikeras bahwa pembunuhan massal buaya dilakukan berdasarkan izin berburu yang sah dan sesuai dengan standar internasional yang digunakan oleh peternakan buaya di seluruh dunia.

Mereka menggambarkan insiden tersebut sebagai 'unik dan luar biasa', dan oleh karena itu tidak boleh digunakan sebagai dasar pedoman nasional yang baru.

Dalam perkembangan terkait, penasihat khusus Perdana Menteri Israel untuk kesejahteraan hewan, Tal Gilboa, juga mendukung keputusan tersebut, dengan alasan bahwa kondisi di peternakan tersebut cukup untuk dianggap sebagai penyiksaan hewan bahkan tanpa faktor keamanan.

Sementara itu, beberapa kelompok hak asasi hewan mempertanyakan transparansi informasi tersebut dan berpendapat bahwa penilaian pemerintah sendiri menunjukkan bahwa hanya satu buaya yang terluka sementara sebagian besar lainnya dalam kondisi baik.

Mereka menekankan bahwa hal ini menimbulkan pertanyaan serius tentang perlunya membunuh ratusan reptil.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Alasan AS Hidupkan Kembali...
Alasan AS Hidupkan Kembali Pesawat Pembom Supersonik B-1B Lancer
Kelemahan MQ-9 Reaper...
Kelemahan MQ-9 Reaper AS oleh Sistem Pertahanan Udara Iran Dibeberkan
Intelijen AS Sebut Iran...
Intelijen AS Sebut Iran Siapkan Drone yang Lebih Canggih dari yang Ada Sekarang
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Rekomendasi
Kecelakaan Maut Truk...
Kecelakaan Maut Truk Tabrak Sejumlah Motor di Bekasi, Polisi Periksa Saksi dan CCTV
Sepatu Emas Ronaldo...
Sepatu Emas Ronaldo Gagal Bawa Hoki di Piala Dunia 2026
Tanpa Somasi, Sarwendah...
Tanpa Somasi, Sarwendah Laporkan Akun Media Sosial yang Diduga Cemarkan Nama Baik
Berita Terkini
Korea Selatan Izinkan...
Korea Selatan Izinkan Robot AI Otonom untuk Memeriksa Pesawat Terbang
Telkom Pacu Pertumbuhan...
Telkom Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Penguatan Tata Kelola Korporasi dan Kapabilitas Manajerial
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
iPhone 18 Pro Desain...
iPhone 18 Pro Desain Dynamic Island yang Diperkecil Berteknologi Face ID Tersembunyi
Robot Humanoid Mengemis...
Robot Humanoid Mengemis Meminta Sedekah untuk Mengisi Daya
Superkomputer LineShine...
Superkomputer LineShine China Raih Status Superkomputer Tercepat di Dunia
Infografis
Kehebatan Rudal Sijjil,...
Kehebatan Rudal Sijjil, Senjata Andalan Iran Hancurkan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved