Jepang Hadapi Krisis Demensia, Bisakah Teknologi Jadi Penyelamat?
Minggu, 07 Desember 2025 - 10:29 WIB
loading...
A
A
A
Krisis ini diperparah oleh menyusutnya jumlah tenaga kerja dan pembatasan ketat terhadap masuknya pekerja asing ke sektor perawatan.
Kementerian Kesehatan Jepang memperkirakan biaya perawatan kesehatan dan sosial terkait demensia akan meningkat dari 9 triliun yen pada tahun 2025 menjadi 14 triliun yen pada tahun 2030.
Menanggapi hal ini, pemerintah Jepang kini beralih ke teknologi sebagai solusi jangka panjang. Beberapa inovasi yang digunakan antara lain:
Teknologi untuk Mengatasi Demensia
- Perangkat GPS yang Dapat Dikenakan: Digunakan untuk melacak pasien demensia yang cenderung berkeliaran tanpa tujuan. Beberapa area juga melibatkan toko swalayan dalam sistem peringatan komunitas, di mana karyawan akan menerima notifikasi jika ada orang hilang yang terlihat di dekatnya.
- Kecerdasan Buatan (AI): Perusahaan seperti Fujitsu sedang mengembangkan sistem seperti aiGait, yang menganalisis pola berjalan dan postur tubuh untuk mendeteksi tanda-tanda awal demensia. Sistem ini membantu dokter melakukan intervensi lebih awal melalui data pergerakan pasien.
Kementerian Kesehatan Jepang memperkirakan biaya perawatan kesehatan dan sosial terkait demensia akan meningkat dari 9 triliun yen pada tahun 2025 menjadi 14 triliun yen pada tahun 2030.
Menanggapi hal ini, pemerintah Jepang kini beralih ke teknologi sebagai solusi jangka panjang. Beberapa inovasi yang digunakan antara lain:
Teknologi untuk Mengatasi Demensia
- Perangkat GPS yang Dapat Dikenakan: Digunakan untuk melacak pasien demensia yang cenderung berkeliaran tanpa tujuan. Beberapa area juga melibatkan toko swalayan dalam sistem peringatan komunitas, di mana karyawan akan menerima notifikasi jika ada orang hilang yang terlihat di dekatnya.
- Kecerdasan Buatan (AI): Perusahaan seperti Fujitsu sedang mengembangkan sistem seperti aiGait, yang menganalisis pola berjalan dan postur tubuh untuk mendeteksi tanda-tanda awal demensia. Sistem ini membantu dokter melakukan intervensi lebih awal melalui data pergerakan pasien.
Lihat Juga :