Jepang Hadapi Krisis Demensia, Bisakah Teknologi Jadi Penyelamat?
Minggu, 07 Desember 2025 - 10:29 WIB
loading...
A
A
A
- Robot Perawatan: Universitas Waseda sedang mengembangkan robot humanoid seberat 150 kg bernama AIREC, yang dapat membantu pasien mengenakan kaus kaki, memasak, dan melakukan pekerjaan rumah tangga ringan. Robot ini juga berpotensi membantu perawatan sehari-hari seperti mengganti popok dan mencegah luka dekubitus.
- Sensor pemantauan tidur: Digunakan di panti jompo untuk memantau kondisi pasien di malam hari tanpa perlu staf fisik, sehingga mengurangi beban kerja pengasuh.
Meskipun teknologi menjanjikan, para ahli menekankan bahwa teknologi ini belum sepenuhnya menggantikan sentuhan manusia dalam perawatan lansia.
Isu-isu seperti biaya, privasi, dan penerimaan sosial masih menjadi tantangan utama dalam penerapan teknologi ini secara luas.
Namun, dengan populasi yang menua, di mana hampir 10 persen penduduk Jepang diperkirakan akan mengalami penurunan kognitif dalam beberapa dekade mendatang,
investasi dalam teknologi perawatan dipandang sebagai langkah krusial untuk memastikan sistem kesehatan dan sosial negara tersebut tetap berkelanjutan.
- Sensor pemantauan tidur: Digunakan di panti jompo untuk memantau kondisi pasien di malam hari tanpa perlu staf fisik, sehingga mengurangi beban kerja pengasuh.
Meskipun teknologi menjanjikan, para ahli menekankan bahwa teknologi ini belum sepenuhnya menggantikan sentuhan manusia dalam perawatan lansia.
Isu-isu seperti biaya, privasi, dan penerimaan sosial masih menjadi tantangan utama dalam penerapan teknologi ini secara luas.
Namun, dengan populasi yang menua, di mana hampir 10 persen penduduk Jepang diperkirakan akan mengalami penurunan kognitif dalam beberapa dekade mendatang,
investasi dalam teknologi perawatan dipandang sebagai langkah krusial untuk memastikan sistem kesehatan dan sosial negara tersebut tetap berkelanjutan.
(wbs)
Lihat Juga :