WMO: Kawasan Arab Menghangat Dua Kali Lebih Cepat dari Rata-Rata Global
Jum'at, 05 Desember 2025 - 13:07 WIB
loading...
A
A
A
Suhu rata-rata kawasan ini pada tahun 2024 1,08°C lebih tinggi daripada rata-rata tahun 1991-2020, dengan beberapa negara melampaui 50°C pada tahun 2024.
Kekeringan memburuk di Afrika Utara bagian barat setelah enam musim hujan yang gagal, sementara hujan lebat dan banjir bandang melanda negara-negara kering termasuk Arab Saudi, Bahrain, dan Uni Emirat Arab, menurut laporan tersebut.
Hampir 3,8 juta orang terdampak oleh peristiwa ekstrem pada tahun 2024, yang mengakibatkan lebih dari 300 kematian, sebagian besar akibat gelombang panas dan banjir.
Laporan tersebut menyatakan bahwa sistem peringatan dini multi-bahaya kini mencakup hampir 60 persen negara-negara Arab, di atas rata-rata global tetapi masih belum memadai.
Ke depannya, model iklim memproyeksikan suhu rata-rata dapat naik hingga 5°C pada akhir abad ini dalam skenario emisi tinggi. "Model iklim yang mencakup kawasan Arab memproyeksikan potensi peningkatan suhu rata-rata hingga 5°C pada akhir abad ini di bawah skenario emisi tinggi," kata Rola Dashti, Sekretaris Eksekutif Komisi Ekonomi dan Sosial untuk Asia Barat.
Kekeringan memburuk di Afrika Utara bagian barat setelah enam musim hujan yang gagal, sementara hujan lebat dan banjir bandang melanda negara-negara kering termasuk Arab Saudi, Bahrain, dan Uni Emirat Arab, menurut laporan tersebut.
Hampir 3,8 juta orang terdampak oleh peristiwa ekstrem pada tahun 2024, yang mengakibatkan lebih dari 300 kematian, sebagian besar akibat gelombang panas dan banjir.
Laporan tersebut menyatakan bahwa sistem peringatan dini multi-bahaya kini mencakup hampir 60 persen negara-negara Arab, di atas rata-rata global tetapi masih belum memadai.
Ke depannya, model iklim memproyeksikan suhu rata-rata dapat naik hingga 5°C pada akhir abad ini dalam skenario emisi tinggi. "Model iklim yang mencakup kawasan Arab memproyeksikan potensi peningkatan suhu rata-rata hingga 5°C pada akhir abad ini di bawah skenario emisi tinggi," kata Rola Dashti, Sekretaris Eksekutif Komisi Ekonomi dan Sosial untuk Asia Barat.
(wbs)
Lihat Juga :