Fantastis! Ekonomi Digital RI Tembus Rp1.600 Triliun, Transaksi Live Shopping Meledak 90%!

Senin, 17 November 2025 - 10:25 WIB
loading...
A A A
Sektor gaming menjadi pendorong utama, di mana Indonesia memimpin Asia Tenggara dengan kontribusi 40% total unduhan mobile game dan 35% pendapatan aplikasi game di kawasan.

Sektor lain juga stabil bertumbuh. Transportasi daring dan layanan pesan-antar makanan diproyeksikan naik 13% mencapai USD10 miliar (sekitar Rp160 triliun). Sektor perjalanan daring (online travel) juga pulih, tumbuh 11% mencapai USD9 miliar (Rp144 triliun), didorong kembalinya volume perjalanan ke tingkat pra-pandemi.

QRIS Dorong Pembayaran Digital, Pinjaman Masih Kalah

Di sektor Jasa Keuangan Digital (DFS), Indonesia menjadi pasar pembayaran digital terbesar dan tumbuh paling cepat di Asia Tenggara. Nilai Gross Transaction Value (GTV) diproyeksikan melonjak hingga USD538 miliar (sekitar Rp 8.608 triliun) pada 2025. Pertumbuhan pesat ini didorong oleh adopsi luas sistem QRIS.

Namun, laporan ini memberi catatan penting. Meskipun laju pertumbuhan pembiayaan digital Indonesia adalah yang tercepat di kawasan (+29% CAGR), nilai absolutnya masih tertinggal.

Nilai buku pinjaman digital Indonesia diperkirakan mencapai USD13 miliar (Rp 208 triliun) pada 2025. Angka ini masih berada di bawah negara tetangga seperti Malaysia (USD14 miliar atau Rp 224 triliun) dan Thailand (USD17 miliar atau Rp 272 triliun).

Tantangan lainnya adalah kepercayaan. Laporan mengungkap bahwa 46% konsumen Indonesia masih menaruh kepercayaan lebih rendah terhadap pemain keuangan digital dibandingkan bank tradisional.

Paradoks AI: Adopsi Meroket, Investasi Tertinggal

Temuan paling menarik dari laporan ini adalah posisi Indonesia dalam adopsi Kecerdasan Buatan (AI). Indonesia tampil sebagai pemimpin regional, di mana 80% pengguna di Indonesia berinteraksi dengan alat berbasis AI setiap hari, tertinggi kedua di kawasan.

Antusiasme ini tercermin di pasar, dengan pendapatan aplikasi berbasis AI melonjak 127% (YoY) antara paruh pertama 2024 dan 2025. Selain itu, 79% pengguna aktif di dunia kerja telah mempelajari keterampilan terkait AI untuk meningkatkan efisiensi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
OnePlus Tersingkir dari...
OnePlus Tersingkir dari AS, Apple dan Samsung Untung Besar
TikTok Bukan Lagi Aplikasi...
TikTok Bukan Lagi Aplikasi Video: Evolusi Menjadi Super App yang Mengancam Google, Amazon, hingga Bank
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Komdigi Suruh TikTok...
Komdigi Suruh TikTok Hapus 780 Ribu Akun Anak, Platform Lain Siap-siap!
ByteDance Luncurkan...
ByteDance Luncurkan Seedance 2.0, Model AI Generatif untuk Video Realistis
TikTok Dipaksa Matikan...
TikTok Dipaksa Matikan Fitur Infinity Scroll karena Menyebabkan Kecanduan
Dulu Diremehkan, Kreator...
Dulu Diremehkan, Kreator Konten Ayu Selvia Kini Raup Ratusan Juta per Bulan dari Sosmed
Tokopedia Sangkal PHK...
Tokopedia Sangkal PHK Massal Karyawan, Klaim Penataan Tenaga Kerja
Isu PHK Massal Karyawan...
Isu PHK Massal Karyawan Bikin Heboh! Dasco Panggil Menaker, TikTok dan Tokopedia
Rekomendasi
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Berita Terkini
Akankah iPhone 20 Pro...
Akankah iPhone 20 Pro Max Memiliki Layar Terbesar dalam Sejarah?
Meta Kembangkan Aplikasi...
Meta Kembangkan Aplikasi Prediksi Pasar Mirip Polymarket
Samsung Bentuk Divisi...
Samsung Bentuk Divisi Robotika Khusus Mempercepat Strategi AI
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Teknologi Deteksi Deepfake...
Teknologi Deteksi Deepfake Nvidia Mencapai Akurasi 94%
Infografis
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved