Fantastis! Ekonomi Digital RI Tembus Rp1.600 Triliun, Transaksi Live Shopping Meledak 90%!
Senin, 17 November 2025 - 10:25 WIB
loading...
A
A
A
Namun, di tengah tingginya permintaan ini, terjadi sebuah paradoks. Investasi modal yang masuk ke sektor AI Indonesia masih belum sebanding.
Jumlah startup AI di Indonesia (45+) masih jauh di bawah pusat regional seperti Singapura (495+) dan Malaysia (60+). Porsi pendanaan AI di Indonesia juga baru 4% dari total pendanaan di ASEAN-10.
Aadarsh Baijal, Partner, Bain & Company, menyebut peluang terbesar saat ini terletak pada bagaimana bisnis memanfaatkan AI sebagai katalis.
"Ekonomi digital Asia Tenggara telah menunjukkan pertumbuhan luar biasa... Seiring dengan konsolidasi pasar dan kembalinya kepercayaan investor, gelombang pertumbuhan berikutnya akan lebih terarah, efisien, dan digerakkan oleh inovasi," kata Aadarsh.
Veronica Utami menambahkan bahwa Indonesia perlu segera mengubah antusiasme pengguna ini menjadi inovasi dalam negeri.
"Investasi pada konektivitas dalam beberapa tahun terakhir telah membangun fondasi yang kuat bagi Indonesia untuk memimpin transformasi AI. Namun, ekosistem pengembang dan startup lokal perlu tumbuh lebih cepat agar dapat menyeimbangkan permintaan besar dari konsumen dan tenaga kerja," jelas Veronica.
"Indonesia berada pada posisi yang sangat kuat untuk mengamankan kepemimpinannya di masa depan Asia Tenggara yang digerakkan olehAI,”tutupnya.
Jumlah startup AI di Indonesia (45+) masih jauh di bawah pusat regional seperti Singapura (495+) dan Malaysia (60+). Porsi pendanaan AI di Indonesia juga baru 4% dari total pendanaan di ASEAN-10.
Aadarsh Baijal, Partner, Bain & Company, menyebut peluang terbesar saat ini terletak pada bagaimana bisnis memanfaatkan AI sebagai katalis.
"Ekonomi digital Asia Tenggara telah menunjukkan pertumbuhan luar biasa... Seiring dengan konsolidasi pasar dan kembalinya kepercayaan investor, gelombang pertumbuhan berikutnya akan lebih terarah, efisien, dan digerakkan oleh inovasi," kata Aadarsh.
Veronica Utami menambahkan bahwa Indonesia perlu segera mengubah antusiasme pengguna ini menjadi inovasi dalam negeri.
"Investasi pada konektivitas dalam beberapa tahun terakhir telah membangun fondasi yang kuat bagi Indonesia untuk memimpin transformasi AI. Namun, ekosistem pengembang dan startup lokal perlu tumbuh lebih cepat agar dapat menyeimbangkan permintaan besar dari konsumen dan tenaga kerja," jelas Veronica.
"Indonesia berada pada posisi yang sangat kuat untuk mengamankan kepemimpinannya di masa depan Asia Tenggara yang digerakkan olehAI,”tutupnya.
(dan)
Lihat Juga :