Samsung Umumkan Pembangunan Pabrik AI dengan 50.000 GPU NVIDIA
Minggu, 02 November 2025 - 09:30 WIB
loading...
Samsung AI. FOTO/ DAILY
A
A
A
JAKARTA - Samsung Electronics mengumumkan kemitraan strategis dengan NVIDIA untuk membangun fasilitas manufaktur chip kecerdasan buatan (AI) berskala besar yang disebut AI Megafactory, dengan investasi lebih dari 50.000 unit pemrosesan grafis (GPU) NVIDIA.
Samsung dan NVIDIA berkolaborasi membangun AI Megafactory dengan investasi lebih dari 50.000 GPU untuk mempercepat produksi chip berbasis AI.
Fasilitas ini akan menggunakan teknologi digital twins dan platform NVIDIA Omniverse untuk mengoptimalkan desain chip, pengoperasian, dan kontrol kualitas secara real-time.
Samsung juga sedang mengembangkan chip HBM4 berkinerja tinggi untuk server AI masa depan, menjadikan AI Megafactory sebagai pusat transformasi dan otomatisasi digital industri global.
Fasilitas baru ini akan mengintegrasikan teknologi AI ke dalam seluruh rantai produksi semikonduktor Samsung — mulai dari desain, pemrosesan, operasi peralatan, hingga kendali mutu — dalam jaringan cerdas yang memungkinkan analisis, prediksi, dan optimalisasi produksi secara real-time.
Menurut pernyataan bersama dari kedua perusahaan, pabrik tersebut akan menggunakan platform simulasi Omniverse NVIDIA untuk mengembangkan kembaran digital — replika virtual dari proses dan fasilitas dunia nyata — guna mempercepat pengembangan chip, menyederhanakan pemeliharaan prediktif, dan meningkatkan efisiensi operasional.
Samsung juga menyatakan bahwa kolaborasi ini akan memperkuat pengembangan chip AI generasi mendatang, termasuk untuk perangkat seluler dan robotika.
GPU NVIDIA akan digunakan untuk mempercepat litografi komputasional dan desain chip, dengan peningkatan performa hingga 20 kali lipat melalui penggunaan pustaka cuLitho dan CUDA-X.
Selain itu, kedua perusahaan juga berkolaborasi dalam pengembangan chip Memori Bandwidth Tinggi (HBM4) yang diharapkan menjadi tulang punggung server AI masa depan.
Samsung akan memasok chip HBM4 berbasis DRAM generasi keenam 10nm dan logic base die 4nm, dengan kecepatan pemrosesan hingga 11Gbps — jauh melampaui standar JEDEC saat ini.
Kolaborasi ini diumumkan bersamaan dengan kunjungan CEO NVIDIA Jensen Huang ke Korea Selatan minggu ini, yang juga menandai pengumuman kolaborasi serupa dengan Hyundai dan SK Group.
Huang menggambarkan inisiatif ini sebagai awal dari "revolusi industri AI" yang akan mengubah lanskap manufaktur global.
Samsung belum mengungkapkan lokasi atau tanggal pembangunan fasilitas tersebut, tetapi menyatakan bahwa AI Megafactory akan menjadi pusat transformasi digital perusahaan dalam upaya memperkuat posisinya sebagai pemimpin global dalam produksi chip pintar dan otomasi.
Samsung dan NVIDIA berkolaborasi membangun AI Megafactory dengan investasi lebih dari 50.000 GPU untuk mempercepat produksi chip berbasis AI.
Fasilitas ini akan menggunakan teknologi digital twins dan platform NVIDIA Omniverse untuk mengoptimalkan desain chip, pengoperasian, dan kontrol kualitas secara real-time.
Samsung juga sedang mengembangkan chip HBM4 berkinerja tinggi untuk server AI masa depan, menjadikan AI Megafactory sebagai pusat transformasi dan otomatisasi digital industri global.
Fasilitas baru ini akan mengintegrasikan teknologi AI ke dalam seluruh rantai produksi semikonduktor Samsung — mulai dari desain, pemrosesan, operasi peralatan, hingga kendali mutu — dalam jaringan cerdas yang memungkinkan analisis, prediksi, dan optimalisasi produksi secara real-time.
Menurut pernyataan bersama dari kedua perusahaan, pabrik tersebut akan menggunakan platform simulasi Omniverse NVIDIA untuk mengembangkan kembaran digital — replika virtual dari proses dan fasilitas dunia nyata — guna mempercepat pengembangan chip, menyederhanakan pemeliharaan prediktif, dan meningkatkan efisiensi operasional.
Samsung juga menyatakan bahwa kolaborasi ini akan memperkuat pengembangan chip AI generasi mendatang, termasuk untuk perangkat seluler dan robotika.
GPU NVIDIA akan digunakan untuk mempercepat litografi komputasional dan desain chip, dengan peningkatan performa hingga 20 kali lipat melalui penggunaan pustaka cuLitho dan CUDA-X.
Selain itu, kedua perusahaan juga berkolaborasi dalam pengembangan chip Memori Bandwidth Tinggi (HBM4) yang diharapkan menjadi tulang punggung server AI masa depan.
Samsung akan memasok chip HBM4 berbasis DRAM generasi keenam 10nm dan logic base die 4nm, dengan kecepatan pemrosesan hingga 11Gbps — jauh melampaui standar JEDEC saat ini.
Kolaborasi ini diumumkan bersamaan dengan kunjungan CEO NVIDIA Jensen Huang ke Korea Selatan minggu ini, yang juga menandai pengumuman kolaborasi serupa dengan Hyundai dan SK Group.
Huang menggambarkan inisiatif ini sebagai awal dari "revolusi industri AI" yang akan mengubah lanskap manufaktur global.
Samsung belum mengungkapkan lokasi atau tanggal pembangunan fasilitas tersebut, tetapi menyatakan bahwa AI Megafactory akan menjadi pusat transformasi digital perusahaan dalam upaya memperkuat posisinya sebagai pemimpin global dalam produksi chip pintar dan otomasi.
(wbs)
Lihat Juga :