Waspada! Skema Ponzi TikTok Live: Modal Gift Galaxy Dijanjikan Puluhan Juta

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 10:51 WIB
loading...
Waspada! Skema Ponzi...
Sebuah skema penipuan baru di TikTok Live teridentifikasi, menjanjikan ROI (Return on Investment) fiktif hingga puluhan juta rupiah dengan modus meminta gift yang dieksploitasi dari fitur monetisasi platform. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Sebuah modus operandi (M.O.) penipuan dengan potensi kerugian finansial signifikan teridentifikasi marak di platform TikTok Live. Skema ini mengeksploitasi fitur monetisasi 'gift' (hadiah virtual) dengan menawarkan imbal hasil (return) yang tidak rasional kepada para penonton siaran langsung (live).

Pelaku, yang seringkali menggunakan foto profil logo aplikasi keuangan populer untuk membangun kredibilitas, menjalankan siaran langsung dan menjanjikan transfer saldo uang tunai bernilai puluhan juta rupiah.

Transaksi penipuan ini diawali dengan permintaan pelaku agar penonton terlebih dahulu mengirimkan aset digital berupa 'gift' TikTok ke akun mereka.

Pelaku menjanjikan bahwa nilai 'gift' yang dikirim akan dikembalikan dalam bentuk saldo uang tunai dengan valuasi yang dilipatgandakan secara fantastis.

Modus ini dibongkar oleh seorang kreator TikTok melalui akun dengan nama pengguna @bangopik1985. Dalam unggahannya, Opik secara tegas memperingatkan publik mengenai skema tersebut.

"Itu adalah live streaming modus penipuan. Itu pasti mereka minta-minta anda koin, Anda disuruh ngisi wishlist lempar-lempar gift dengan iming-iming bakalan dapat uang," tegas Opik dalam pernyataannya.

Skema ini merupakan penipuan advance-fee (biaya di muka) sederhana yang dibalut dalam ekosistem digital TikTok. Kritik utama terletak pada valuasi fiktif yang ditawarkan pelaku, yang secara ekonomi tidak masuk akal.

Opik membeberkan data iming-iming yang digunakan pelaku untuk menarik korban:

1 Gift 'Galaxy' dijanjikan imbal hasil Rp30 Juta.

1 Gift 'Tembak-tembakan' dijanjikan imbal hasil Rp15 Juta.

1 Gift 'Donat' dijanjikan imbal hasil Rp1 Juta.

Data ini menunjukkan adanya penawaran Return on Investment (ROI) yang absurd. Dalam ekonomi platform TikTok, 'gift' dibeli penonton menggunakan 'koin' (yang dibeli dengan uang asli).

Kreator memang dapat mengkonversi 'gift' ini menjadi 'diamonds' dan kemudian diuangkan, namun nilainya tidak sefantastis yang dijanjikan pelaku.

Penipuan ini secara jelas mengeksploitasi rendahnya literasi digital dan finansial sebagian pengguna, yang tidak memahami mekanisme konversi nilai aset digital di platform tersebut.

Janji imbal hasil puluhan juta rupiah untuk 'gift' yang harganya (modal yang dikeluarkan korban) jauh di bawah nilai tersebut adalah indikator utama penipuan skema ponzi atau money game.

Opik secara spesifik menyebut beberapa nama akun yang terindikasi menggunakan modus serupa. "Itu live-live penipuan. seperti yang dilakukan oleh akun penipuan DANA kaget, DANA gratis, dan King Kaisar," jelasnya.

Peringatan yang dirilis oleh @bangopik1985 mendapat respons signifikan dari pengguna lain, mengindikasikan bahwa skema ini telah memakan korban dan menimbulkan kerugian riil di masyarakat.

Seorang pengguna dengan akun muh.khamim mengkonfirmasi kerugian yang dialaminya: "bener banget bang, saya termasuk salah satu korbannya, buat yg laen harap berhati2.."

Sementara itu, pengguna lain nyaris menjadi korban sebelum menyadari adanya kejanggalan. "betul bang hampir saja saya ketipu terima kasih bang info nya sekarang lebih berhati hati," tulis akun novaaaa.

Sebagai informasi latar, ekosistem TikTok memungkinkan kreator memonetisasi konten melalui 'gift' yang harganya bervariasi, mulai dari belasan ribu hingga puluhan juta rupiah. Celah inilah yang kini dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk meraup keuntungan ilegaldaripengguna.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Indonesia Posisi Kedua...
Indonesia Posisi Kedua Negara yang Paling Mudah Dibodoh-bodohi
Komdigi Suruh TikTok...
Komdigi Suruh TikTok Hapus 780 Ribu Akun Anak, Platform Lain Siap-siap!
ByteDance Luncurkan...
ByteDance Luncurkan Seedance 2.0, Model AI Generatif untuk Video Realistis
TikTok Dipaksa Matikan...
TikTok Dipaksa Matikan Fitur Infinity Scroll karena Menyebabkan Kecanduan
Pelatihan 5 Menit Ini...
Pelatihan 5 Menit Ini Bisa Mengetahui Penipuan dengan Modus Wajah Buatan AI
Davina Karamoy Kembalikan...
Davina Karamoy Kembalikan Uang Saku dari Hanania Travel ke Penyidik
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Kasus Hanania Group,...
Kasus Hanania Group, Awkarin Minta Tunda Pemeriksaan hingga 29 Juni 2026
Rekomendasi
Jokowi Minta PSI Dukung...
Jokowi Minta PSI Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, AHY: Pemilu 2029 Masih Lama
Gelar Upacara HUT ke-499...
Gelar Upacara HUT ke-499 di Monas, Pemprov DKI Jakarta Tampilkan Tarian dan Defile OPD
Polisi Sebut Pelimpahan...
Polisi Sebut Pelimpahan Roy Suryo dan Tifa Sesuai Prosedur KUHAP
Berita Terkini
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Ilmuwan Temukan Pemangsa...
Ilmuwan Temukan Pemangsa Jamur Zombie Cordyceps The Last of Us di Hutan Kalimantan
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved