Sennheiser Rayakan 80 Tahun, Akui Tantangan di Era Konten Video Pendek

Rabu, 22 Oktober 2025 - 17:09 WIB
loading...
Sennheiser Rayakan 80...
Sennheiser merayakan 80 tahun berdirinya (sejak 1945) dan terus berusaha beradaptasi dengan dominasi konten visual. Foto: Sennheiser Indonesia
A A A
JAKARTA - Korporasi audio global, Sennheiser, baru saja menggelar perayaan hari jadi ke-80 (80 Years of True Sound) di Jakarta.

Perusahaan yang berdiri sejak 1945 ini memaparkan strategi posisinya (brand positioning) untuk tetap relevan di tengah disrupsi pasar yang kini didominasi oleh konsumsi visual dan tren konten video pendek.

Perayaan ini difokuskan pada dialog lintas disiplin, dengan menghadirkan figur industri kreatif Indonesia, termasuk musisi Bernadya Ribka, kreator teknologi Fernanda Gunsan, dan jurnalis Danang Arradian.

Roland Lim, Sales Director Professional Audio Sennheiser Asia, menyatakan bahwa komunitas kreatif—mencakup musisi, streamer, hingga jurnalis—adalah bagian penting dari perjalanan panjang Sennheiser.

Sentimen Pasar: Tantangan Audio di Era Visual
Sennheiser Rayakan 80 Tahun, Akui Tantangan di Era Konten Video Pendek

Langkah Sennheiser merayakan hari jadi di Jakarta diidentifikasi sebagai manuver defensif.

Perusahaan menghadapi tantangan fundamental: bagaimana sebuah merek yang berfokus pada audio murni (True Sound) mempertahankan relevansi di tengah budaya konsumsi cepat yang mengutamakan visual.

Sennheiser memposisikan diri untuk tidak bersaing secara langsung dalam visual, melainkan memperkuat fondasi emosi melalui kejernihan suara—sebuah proposisi nilai yang diklaim tidak dapat diberikan oleh gambar semata.

Sennheiser Rayakan 80 Tahun, Akui Tantangan di Era Konten Video Pendek

Bernadya Ribka menyatakan, "Setiap nada dan lirik bisa dirasakan sebagaimana mestinya dengan teknologi audio yang tepat."

Sementara itu, Fernanda Gunsan menyoroti pergeseran ekspektasi pasar kreator. Menurutnya, visual menarik perhatian, namun suara yang meninggalkan kesan mendalam.

Ini meningkatkan standar ekspektasi; merek audio kini dituntut tidak hanya soal fidelitas, tetapi juga aksesibilitas dan adaptasi terhadap gaya produksi modern (podcast hingga livestreaming).
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cara Mengatasi Mode...
Cara Mengatasi Mode Headset Tidak Bisa Hilang di HP Android dan iPhone
Segini Harga Headphone...
Segini Harga Headphone Sennheiser Woo Young Woo yang Viral di Korea
Rekomendasi
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Berita Terkini
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved