Sennheiser Rayakan 80 Tahun, Akui Tantangan di Era Konten Video Pendek
Rabu, 22 Oktober 2025 - 17:09 WIB
loading...
A
A
A
Perusahaan menghadapi tantangan fundamental: bagaimana sebuah merek yang berfokus pada audio murni (True Sound) mempertahankan relevansi di tengah budaya konsumsi cepat yang mengutamakan visual.
Sennheiser memposisikan diri untuk tidak bersaing secara langsung dalam visual, melainkan memperkuat fondasi emosi melalui kejernihan suara—sebuah proposisi nilai yang diklaim tidak dapat diberikan oleh gambar semata.
![Sennheiser Rayakan 80 Tahun, Akui Tantangan di Era Konten Video Pendek]()
Bernadya Ribka menyatakan, "Setiap nada dan lirik bisa dirasakan sebagaimana mestinya dengan teknologi audio yang tepat."
Sementara itu, Fernanda Gunsan menyoroti pergeseran ekspektasi pasar kreator. Menurutnya, visual menarik perhatian, namun suara yang meninggalkan kesan mendalam.
Ini meningkatkan standar ekspektasi; merek audio kini dituntut tidak hanya soal fidelitas, tetapi juga aksesibilitas dan adaptasi terhadap gaya produksi modern (podcast hingga livestreaming).
Sennheiser memposisikan diri untuk tidak bersaing secara langsung dalam visual, melainkan memperkuat fondasi emosi melalui kejernihan suara—sebuah proposisi nilai yang diklaim tidak dapat diberikan oleh gambar semata.

Bernadya Ribka menyatakan, "Setiap nada dan lirik bisa dirasakan sebagaimana mestinya dengan teknologi audio yang tepat."
Sementara itu, Fernanda Gunsan menyoroti pergeseran ekspektasi pasar kreator. Menurutnya, visual menarik perhatian, namun suara yang meninggalkan kesan mendalam.
Ini meningkatkan standar ekspektasi; merek audio kini dituntut tidak hanya soal fidelitas, tetapi juga aksesibilitas dan adaptasi terhadap gaya produksi modern (podcast hingga livestreaming).
(dan)
Lihat Juga :