Rumah Sakit Arab Saudi Ukir Sejarah, Operasi Tumor Otak Robotik Pertama di Dunia
Selasa, 21 Oktober 2025 - 22:29 WIB
loading...
Rumah Sakit Arab Saudi Ukir Sejarah. FOTO. ARAB NEWS
A
A
A
RIYADH - Rumah Sakit Spesialis dan Pusat Penelitian Raja Faisal (KFSHRC) di Riyadh telah mengukir sejarah dengan berhasil melaksanakan operasi tumor otak robotik pertama di dunia, membuka babak baru dalam bidang bedah saraf.
Dalam prosedur bersejarah ini, tim ahli bedah berhasil mengangkat tumor berukuran 4,5 sentimeter dari otak seorang pasien pria berusia 68 tahun yang menderita sakit kepala parah dan kehilangan konsentrasi.
Yang lebih mengesankan, pasien tersebut dipulangkan dari rumah sakit dalam waktu 24 jam, empat kali lebih cepat daripada masa pemulihan setelah operasi otak konvensional.
Ahli bedah utama yang memimpin operasi tersebut, Dr. Homoud Al-Dahash, yang juga merupakan konsultan tumor dasar tengkorak di KFSHRC, menjelaskan bahwa sistem robotik ini memberikan presisi dan kontrol yang luar biasa, yang memungkinkan ahli bedah untuk menavigasi struktur saraf dan pembuluh darah dengan tingkat keamanan yang tinggi.
"Pasien dipulangkan pada hari yang sama, sepenuhnya sadar dan tanpa komplikasi apa pun - ini merupakan tolok ukur baru dalam inovasi bedah saraf," ujarnya.
Operasi berdurasi satu jam ini dilakukan menggunakan sistem optik 3D yang memberikan tampilan struktur otak yang jelas dan diperbesar, dibantu oleh teknologi navigasi berpemandu gambar untuk memastikan pengangkatan tumor yang presisi tanpa memengaruhi area vital otak.
CEO KFSHRC, Dr. Majid Al-Fayyadh, mengatakan keberhasilan ini merupakan bagian dari perjalanan transformasi rumah sakit yang sedang berkembang menjadi pemimpin global di bidang kedokteran.
“Pencapaian ini mencerminkan peran KFSHRC dalam membentuk masa depan kedokteran global, sejalan dengan visi kami untuk menjadikan inovasi dan perawatan yang berpusat pada pasien sebagai nilai-nilai inti kami,” ujarnya.
Sebelum munculnya teknologi robotik dalam bedah saraf, prosedur seperti ini dilakukan secara manual menggunakan mikroskop bedah, yang akurasinya bergantung pada kestabilan tangan dan penglihatan ahli bedah.
Namun, sistem robotik kini memungkinkan gerakan yang lebih stabil, bebas getaran, dan visualisasi yang lebih jelas, sehingga menetapkan standar baru untuk keselamatan dan presisi dalam bedah saraf global. Keberhasilan ini menambah tonggak penting lainnya dalam portofolio bedah robotik KFSHRC, setelah sebelumnya institusi ini menorehkan sejarah dengan transplantasi jantung dan hati robotik pertama di dunia.
Rumah sakit ini juga diakui sebagai pusat medis akademik terbaik di Timur Tengah dan Afrika Utara, serta peringkat ke-15 terbaik di dunia dalam daftar 250 Pusat Medis Akademik Terbaik 2025.
.
Dalam prosedur bersejarah ini, tim ahli bedah berhasil mengangkat tumor berukuran 4,5 sentimeter dari otak seorang pasien pria berusia 68 tahun yang menderita sakit kepala parah dan kehilangan konsentrasi.
Yang lebih mengesankan, pasien tersebut dipulangkan dari rumah sakit dalam waktu 24 jam, empat kali lebih cepat daripada masa pemulihan setelah operasi otak konvensional.
Ahli bedah utama yang memimpin operasi tersebut, Dr. Homoud Al-Dahash, yang juga merupakan konsultan tumor dasar tengkorak di KFSHRC, menjelaskan bahwa sistem robotik ini memberikan presisi dan kontrol yang luar biasa, yang memungkinkan ahli bedah untuk menavigasi struktur saraf dan pembuluh darah dengan tingkat keamanan yang tinggi.
"Pasien dipulangkan pada hari yang sama, sepenuhnya sadar dan tanpa komplikasi apa pun - ini merupakan tolok ukur baru dalam inovasi bedah saraf," ujarnya.
Operasi berdurasi satu jam ini dilakukan menggunakan sistem optik 3D yang memberikan tampilan struktur otak yang jelas dan diperbesar, dibantu oleh teknologi navigasi berpemandu gambar untuk memastikan pengangkatan tumor yang presisi tanpa memengaruhi area vital otak.
CEO KFSHRC, Dr. Majid Al-Fayyadh, mengatakan keberhasilan ini merupakan bagian dari perjalanan transformasi rumah sakit yang sedang berkembang menjadi pemimpin global di bidang kedokteran.
“Pencapaian ini mencerminkan peran KFSHRC dalam membentuk masa depan kedokteran global, sejalan dengan visi kami untuk menjadikan inovasi dan perawatan yang berpusat pada pasien sebagai nilai-nilai inti kami,” ujarnya.
Sebelum munculnya teknologi robotik dalam bedah saraf, prosedur seperti ini dilakukan secara manual menggunakan mikroskop bedah, yang akurasinya bergantung pada kestabilan tangan dan penglihatan ahli bedah.
Namun, sistem robotik kini memungkinkan gerakan yang lebih stabil, bebas getaran, dan visualisasi yang lebih jelas, sehingga menetapkan standar baru untuk keselamatan dan presisi dalam bedah saraf global. Keberhasilan ini menambah tonggak penting lainnya dalam portofolio bedah robotik KFSHRC, setelah sebelumnya institusi ini menorehkan sejarah dengan transplantasi jantung dan hati robotik pertama di dunia.
Rumah sakit ini juga diakui sebagai pusat medis akademik terbaik di Timur Tengah dan Afrika Utara, serta peringkat ke-15 terbaik di dunia dalam daftar 250 Pusat Medis Akademik Terbaik 2025.
.
(wbs)
Lihat Juga :