Internet Dunia Runtuh 15 Jam! Ini Biang Keroknya: AWS Kuasai 30% Pasar, Sekali Tumbang, Semua Kena!
Selasa, 21 Oktober 2025 - 07:55 WIB
loading...
A
A
A
"Skalanya sangat unik. Ini benar-benar 'alarm bahaya' bagi bisnis dan pembuat kebijakan," ujar Luke Kehoe, analis industri di Ookla.
Marek Szustak, pejabat keamanan IT, menjelaskan bahwa DNS adalah "fondasi komunikasi jaringan." Ketika DNS gagal, seluruh aplikasi bisa berhenti total, tidak peduli seberapa baik desainnya. "Seperti kata para teknisi, 'selalu DNS'," ujarnya.
Proses pemulihan yang memakan waktu 15 jam juga menunjukkan kompleksitas masalah.
Mike Chapple, seorang profesor IT, menggambarkannya sebagai "rangkaian kegagalan beruntun" (cascading failures). "Ini seperti saat Anda mengalami mati listrik skala besar. Kru mungkin hanya memperbaiki gejalanya," bukan akar masalahnya, katanya, menjelaskan mengapa layanan sempat pulih lalu padam kembali.
Amazon Web Services (AWS): 30%
Microsoft Azure: 20%
Google Cloud: 13%
Kegagalan DNS dan "Cascading Failures"
AWS melaporkan akar masalahnya adalah "subsistem internal yang bertanggung jawab memonitor kesehatan network load balancers." Namun, para ahli teknis menunjuk pada kegagalan klasik: Domain Name System (DNS), yang berfungsi sebagai "buku telepon internet".Marek Szustak, pejabat keamanan IT, menjelaskan bahwa DNS adalah "fondasi komunikasi jaringan." Ketika DNS gagal, seluruh aplikasi bisa berhenti total, tidak peduli seberapa baik desainnya. "Seperti kata para teknisi, 'selalu DNS'," ujarnya.
Proses pemulihan yang memakan waktu 15 jam juga menunjukkan kompleksitas masalah.
Mike Chapple, seorang profesor IT, menggambarkannya sebagai "rangkaian kegagalan beruntun" (cascading failures). "Ini seperti saat Anda mengalami mati listrik skala besar. Kru mungkin hanya memperbaiki gejalanya," bukan akar masalahnya, katanya, menjelaskan mengapa layanan sempat pulih lalu padam kembali.
Fokus Utama: Risiko Dominasi Pasar AWS Sebesar 30%
Insiden ini secara brutal menyoroti data pangsa pasar infrastruktur cloud global untuk Kuartal II 2025 (berdasarkan data Synergy Research Group):Amazon Web Services (AWS): 30%
Microsoft Azure: 20%
Google Cloud: 13%
Lihat Juga :