Taruhan Rp160 Triliun! Honor Siap Lahirkan Ponsel Robot yang Bisa Bergerak Sendiri, iPhone Minder?
Jum'at, 17 Oktober 2025 - 10:52 WIB
loading...
A
A
A
CEO Honor, James Li, menekankan bahwa revolusi AI sedang membentuk kembali produktivitas dan tatanan sosial.
"Revolusi AI membentuk kembali produktivitas kita, masyarakat kita, dan bahkan budaya kita," ujarnya.
Peta Jalan Korporasi: Dekonstruksi "Alpha Plan"
"Alpha Plan" yang menjadi landasan visi ini dipaparkan dalam tiga fase strategis:
Fase Pertama: Menciptakan ponsel cerdas yang berpusat pada AI yang human-sentris.
Fase Kedua: Membangun ekosistem AI yang menghubungkan berbagai perangkat, mulai dari laptop, tablet, hingga perangkat wearable.
Fase Ketiga: Mencapai fusi antara kecerdasan manusia dan mesin di era Artificial General Intelligence (AGI).
Untuk mengeksekusi rencana besar ini, Honor telah membentuk aliansi strategis dengan raksasa teknologi global seperti Google Cloud, Qualcomm, dan Vodafone. Kemitraan ini dinilai krusial untuk memastikan fondasi teknologi dan infrastruktur yang solid bagi ekosistem yang akan dibangun.
Antara Inovasi dan Viabilitas Komersial
Meskipun visi yang ditawarkan sangat futuristik, pengumuman ini menyisakan sejumlah pertanyaan kritis dari perspektif pasar dan investasi:
"Revolusi AI membentuk kembali produktivitas kita, masyarakat kita, dan bahkan budaya kita," ujarnya.
Peta Jalan Korporasi: Dekonstruksi "Alpha Plan"
![Taruhan Rp160 Triliun! Honor Siap Lahirkan Ponsel Robot yang Bisa Bergerak Sendiri, iPhone Minder?]()
"Alpha Plan" yang menjadi landasan visi ini dipaparkan dalam tiga fase strategis:
Fase Pertama: Menciptakan ponsel cerdas yang berpusat pada AI yang human-sentris.
Fase Kedua: Membangun ekosistem AI yang menghubungkan berbagai perangkat, mulai dari laptop, tablet, hingga perangkat wearable.
Fase Ketiga: Mencapai fusi antara kecerdasan manusia dan mesin di era Artificial General Intelligence (AGI).
Untuk mengeksekusi rencana besar ini, Honor telah membentuk aliansi strategis dengan raksasa teknologi global seperti Google Cloud, Qualcomm, dan Vodafone. Kemitraan ini dinilai krusial untuk memastikan fondasi teknologi dan infrastruktur yang solid bagi ekosistem yang akan dibangun.
Antara Inovasi dan Viabilitas Komersial
![Taruhan Rp160 Triliun! Honor Siap Lahirkan Ponsel Robot yang Bisa Bergerak Sendiri, iPhone Minder?]()
Meskipun visi yang ditawarkan sangat futuristik, pengumuman ini menyisakan sejumlah pertanyaan kritis dari perspektif pasar dan investasi:

Lihat Juga :