Rumus Matematika yang Memprediksi Akhir Umat Manusia Terpecahkan

Kamis, 16 Oktober 2025 - 11:28 WIB
loading...
A A A
Kita tidak perlu melihat kembali lokasi kita saat ini untuk melihat bagaimana alam semesta di masa lalu kita – kita cukup melihat ke kejauhan, dan mengingat waktu tempuh cahaya yang sangat lama, kita sedang melihat bagian alam semesta yang jauh di masa lalu yang jauh. Berdasarkan Prinsip Kosmologis, masa lalu mereka sama dengan masa lalu kita.

Selain itu, ada prinsip antropik: gagasan bahwa pengamat sadar seperti kita hanya dapat eksis di alam semesta yang mendukung kehidupan. Mungkin ada banyak alam semesta di luar sana yang tidak mendukung kehidupan, dan kita tidak perlu terkejut mendapati diri kita mengamati di alam semesta yang mendukung kehidupan.

Atau mungkin alam semesta tidak sama di mana-mana. Menurut beberapa fisikawan dan filsuf, mungkin ada informasi yang lebih bermanfaat yang dapat diperoleh dari penerapan prinsip-prinsip Copernicus dan antropik terhadap waktu. Sebagian kecil percaya bahwa hal ini dapat digunakan untuk membatasi berapa lama lagi umat manusia masih dapat bertahan hidup.

Argumen ini pertama kali diajukan oleh astrofisikawan Australia, Brandon Carter, yang membuatnya sempat dijuluki "bencana Carter". Gagasan dasarnya adalah kita tidak boleh berasumsi bahwa kita berada di wilayah waktu dan ruang yang khusus. Sepanjang waktu, jumlah manusia akan terbatas, katakanlah 1 triliun untuk memudahkan perhitungan. Secara statistik, Anda harus berasumsi bahwa Anda dilahirkan pada titik acak dalam sejarah umat manusia, bukan pada momen khusus seperti awal atau akhir, tempat seharusnya sebagian besar pengamat berada.

"Dengan asumsi bahwa apa pun yang kita ukur hanya dapat diamati dalam interval antara t awal dan t akhir , jika tidak ada yang istimewa tentang saat ini, kita memperkirakan t sekarang akan berada secara acak dalam interval ini. Estimasi t masa depan = (t akhir - t sekarang ) = t masa lalu = (t sekarang - t awal ) akan melebih-lebihkan t masa depan separuh waktu dan akan meremehkannya separuh waktu," tulis astrofisikawan J. Richard Gott tentang topik ini pada tahun 1993.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Venus Terdeteksi Sedang...
Venus Terdeteksi Sedang Merobek Dirinya Sendiri dari Dalam
Orang Kaya Misterius...
Orang Kaya Misterius Membeli Fosil Dinosaurus
Titik Balik yang Mengubah...
Titik Balik yang Mengubah Ukuran Manusia Purba Ditemukan
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
Mengapa Waktu Seolah...
Mengapa Waktu Seolah Melambat ketika Bahaya Datang?
Mengapa Al-Quran Tidak...
Mengapa Al-Qur'an Tidak Menyebut Dajjal? Ini Penjelasan dan Hikmah di Baliknya
Siapa Pengikut Dajjal?...
Siapa Pengikut Dajjal? Hadis Rasulullah Menyebut 70.000 Kaum Yahudi dan Perempuan
4 Pelajar Indonesia...
4 Pelajar Indonesia Siap Berlaga di Olimpiade Kimia Internasional IChO 2026
Rekomendasi
Pos Indonesia Bayar...
Pos Indonesia Bayar Imbal Hasil Sukuk Ijarah Senilai Rp24,12 Miliar
Mata-matai Para Pemimpin...
Mata-matai Para Pemimpin Rusia, Swedia Dirikan Biro Intelijen seperti MI6
Penembakan Massal Guncang...
Penembakan Massal Guncang Festival Makanan AS, 3 Orang Tewas, 4 Luka
Berita Terkini
Dukung Vokasi, LG Hadirkan...
Dukung Vokasi, LG Hadirkan Kelas Multimedia Modern di SMKN 2 Tangerang Selatan
Nothing Ear (3a): Berani...
Nothing Ear (3a): Berani Beda di Pasar yang Menghukum Merek Asing
Facebook Menguji Tampilan...
Facebook Menguji Tampilan Video Layar Penuh Mirip TikTok
Korsel Terjunkan Robot...
Korsel Terjunkan Robot PiBot untuk Kemudikan Kapal Perang
Venus Terdeteksi Sedang...
Venus Terdeteksi Sedang Merobek Dirinya Sendiri dari Dalam
Instagram Menguji Fitur...
Instagram Menguji Fitur Pengeditan Stories Tanpa Menghapus Postingan
Infografis
Sudaryono, Anak Petani...
Sudaryono, Anak Petani Grobogan yang Dipercaya Jadi Ketua BGN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved