Terungkap! Orang-orang Abad ke-20 Menyantap Daging Mammoth seperti Steak
Senin, 06 Oktober 2025 - 07:26 WIB
loading...
A
A
A
Namun, banyak yang menduga ini hanyalah legenda urban. Sebuah sampel jaringan dari Makan Malam Tahunan Klub Penjelajah ke-47 (ECAD) masih tersimpan dalam sebuah toples di Museum Sejarah Alam Yale Peabody. Meskipun diasumsikan sebagai daging mamut, ternyata toples itu sebenarnya bertuliskan kukang tanah raksasa Amerika Selatan.
Pada tahun 2016, para ilmuwan di Yale memutuskan untuk menyelidiki dan menyelesaikan masalah ini untuk selamanya. Melalui analisis genetik, mereka menemukan bahwa itu bukanlah mamut atau kungkang, melainkan penyu laut modern.
Sup penyu laut secara resmi masuk dalam menu ECAD ke-47, jadi mungkin saja sampelnya entah bagaimana tercampur, meskipun para peneliti yakin itu "tidak mungkin".
"Penelitian arsip kami menunjukkan bahwa daging prasejarah yang disajikan di ECAD 1951 adalah aksi publisitas yang lucu namun keliru menjadi kenyataan," tulis mereka dalam kesimpulannya.
"Meskipun ada satu insiden sebelumnya di mana seorang ahli paleontologi salah mengira kukang tanah sebagai penyu laut, tetap saja terasa aneh bahwa seorang naturalis terampil seperti Howes, beserta anggota dan jurnalis Explorers Club lainnya, tetap percaya pada keaslian daging kukang bahkan setelah Dodge mengakui bahwa itu hanya lelucon belaka," tambah mereka.
Sebagaimana yang tersirat dalam kisah ini, mammoth bukanlah satu-satunya binatang prasejarah yang secara teoritis dapat dikonsumsi.
Pada tahun 2016, para ilmuwan di Yale memutuskan untuk menyelidiki dan menyelesaikan masalah ini untuk selamanya. Melalui analisis genetik, mereka menemukan bahwa itu bukanlah mamut atau kungkang, melainkan penyu laut modern.
Sup penyu laut secara resmi masuk dalam menu ECAD ke-47, jadi mungkin saja sampelnya entah bagaimana tercampur, meskipun para peneliti yakin itu "tidak mungkin".
"Penelitian arsip kami menunjukkan bahwa daging prasejarah yang disajikan di ECAD 1951 adalah aksi publisitas yang lucu namun keliru menjadi kenyataan," tulis mereka dalam kesimpulannya.
"Meskipun ada satu insiden sebelumnya di mana seorang ahli paleontologi salah mengira kukang tanah sebagai penyu laut, tetap saja terasa aneh bahwa seorang naturalis terampil seperti Howes, beserta anggota dan jurnalis Explorers Club lainnya, tetap percaya pada keaslian daging kukang bahkan setelah Dodge mengakui bahwa itu hanya lelucon belaka," tambah mereka.
Sebagaimana yang tersirat dalam kisah ini, mammoth bukanlah satu-satunya binatang prasejarah yang secara teoritis dapat dikonsumsi.
(wbs)
Lihat Juga :