Membongkar Kesepakatan Rp1.5 Kuadriliun Nvidia-OpenAI yang Diramal Picu Krisis Finansial

Jum'at, 03 Oktober 2025 - 12:23 WIB
loading...
Membongkar Kesepakatan...
Nvidia, pemasok utama chip AI, akan berinvestasi hingga USD100 miliar untuk membantu OpenAI membangun pusat data super masif. Foto: Gemini
A A A
NEW YORK - Di tengah pesta pora kecerdasan buatan (AI) yang membuat pasar saham Amerika Serikat melambung tinggi, bisikan-bisikan ketakutan mulai terdengar semakin kencang.

Ini karena kesepakatan raksasa senilai USD100 miliar antara "raja chip" Nvidia dan "bintang AI" OpenAI. Kesepakatan itu tak lagi dirayakan sebagai terobosan, melainkan dicurigai jad bom waktu finansial.

Banyak analis kini melihat adanya deja vu yang mengerikan: kemiripan dengan gelembung dot-com di awal tahun 2000-an yang berakhir dengan kehancuran dan kerugian miliaran dolar.
Jika terulang, dampaknya kali ini bisa jauh lebih dahsyat, karena jumlah uang yang dipertaruhkan berkali-kali lipat lebih besar.

Kesepakatan 'Aneh' Nvidia dan Open AI

Sekilas, kesepakatan Nvidia dan Open AI tampak fantastis. Nvidia, pemasok utama chip AI, akan berinvestasi hingga USD100 miliar untuk membantu OpenAI membangun pusat data super masif.

Namun, keanehan terletak pada mekanismenya. Nvidia tidak menjual chipnya, melainkan akan menyewakannya kepada OpenAI.

Ini memicu kekhawatiran tentang adanya "pembiayaan sirkular" (circular financing).

Sederhananya, ini seperti perusahaan mobil yang memberi pinjaman raksasa kepada perusahaan taksi, dengan syarat pinjaman itu harus digunakan untuk menyewa mobil dari mereka.

Di atas kertas, penjualan perusahaan mobil itu meroket. Namun pada kenyataannya, mereka hanya memutar uang mereka sendiri dan menanggung semua risiko jika bisnis taksi itu gagal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Penggunaan AI Melesat...
Penggunaan AI Melesat Sebabkan Harga Mobil Naik Signifikan
Kecerdasan Buatan Merambah...
Kecerdasan Buatan Merambah Industri Asuransi, Hanwha Life Perkenalkan AI Financial Advisor
IMF Peringatkan AI Bisa...
IMF Peringatkan AI Bisa Bobol Sistem Perbankan Dunia dalam Hitungan Detik!
Rekomendasi
Lagi-lagi Akio Toyoda...
Lagi-lagi Akio Toyoda Serang Mobil Listrik, Kali Ini Berikut Penyebabnya
Brasil vs Maroko: Peluang...
Brasil vs Maroko: Peluang Selecao Kalahkan Singa Atlas Capai 58,6 Persen
PB LEMKARI Gelar Kongres...
PB LEMKARI Gelar Kongres Luar Biasa 2026, Sempurnakan Nama dan Logo Organisasi
Berita Terkini
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
Saham SpaceX Ludes,...
Saham SpaceX Ludes, Rebutan Harta Karun Luar Angkasa Dimulai
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved