Media Sosial Menjadi Senjata Perang Israel Paling Brutal
Jum'at, 03 Oktober 2025 - 10:38 WIB
loading...
A
A
A
"Kesepakatan terpenting sedang terjadi. Ini bisa berdampak besar," ujarnya, jelas berharap untuk menyebarkan propaganda yang tidak masuk akal dan menutupi kekejaman Zionis yang sebenarnya di mata dunia.
Netanyahu juga menyebutkan platform X yang ingin ia gunakan sebagai salah satu senjata perang naratif Israel selain TikTok.
Sementara itu, pengungkapan yang dilakukan oleh majalah daring, Responsibel Statecraft, menunjukkan bahwa Tel Aviv telah 'menyuap' sejumlah influencer di bawah 'Kampanye Influencer' untuk menyukseskan perang informasi tersebut.
Faktur yang dikirimkan kepada Havas Media Group Jerman, yang mengelola 'Kampanye Influencer', menunjukkan bahwa USD900.000 (RM3,8 juta) telah disalurkan selama periode Juni hingga November 2025 untuk membayar sekitar 14 hingga 18 influencer yang identitasnya tidak diungkapkan.
Diperkirakan ada 75 hingga 90 postingan selama periode tersebut, setara dengan pembayaran antara USD6.143 dan USD7.372 untuk setiap postingan pro-Israel yang diunggah di media sosial.
Netanyahu juga menyebutkan platform X yang ingin ia gunakan sebagai salah satu senjata perang naratif Israel selain TikTok.
Sementara itu, pengungkapan yang dilakukan oleh majalah daring, Responsibel Statecraft, menunjukkan bahwa Tel Aviv telah 'menyuap' sejumlah influencer di bawah 'Kampanye Influencer' untuk menyukseskan perang informasi tersebut.
Faktur yang dikirimkan kepada Havas Media Group Jerman, yang mengelola 'Kampanye Influencer', menunjukkan bahwa USD900.000 (RM3,8 juta) telah disalurkan selama periode Juni hingga November 2025 untuk membayar sekitar 14 hingga 18 influencer yang identitasnya tidak diungkapkan.
Diperkirakan ada 75 hingga 90 postingan selama periode tersebut, setara dengan pembayaran antara USD6.143 dan USD7.372 untuk setiap postingan pro-Israel yang diunggah di media sosial.
(wbs)
Lihat Juga :