Google Ubah Penelusuran untuk Lindungi Pengguna dari Hoax

Sabtu, 12 September 2020 - 23:01 WIB
loading...
A A A
Selain itu, Google berupaya lebih keras dalam pemeriksaan fakta, dengan menyumbangkan USD6,5 juta untuk organisasi pemeriksa fakta dan nonprofit, serta menandai informasi pemeriksaan fakta dengan jelas di Penelusuran.

Mungkin perubahan terbesarnya ialah melibatkan fitur pelengkapan otomatis Google Search. Untuk prediksi penelusuran, Google mengatakan telah memperbaiki sistem agar tidak menampilkan prediksi jika Google mendeteksi bahwa kueri mungkin tidak mengarah ke konten yang dapat diandalkan.

Yang terpenting, hal itu termasuk penelusuran terkait politik. Google akan menghapus prediksi yang dapat ditafsirkan sebagai klaim untuk atau menentang kandidat atau partai politik mana pun. "Kami juga akan menghapus prediksi yang dapat ditafsirkan sebagai klaim tentang partisipasi dalam pemilu —seperti pernyataan tentang metode, persyaratan, atau status lokasi pemungutan suara— atau integritas atau legitimasi proses pemilu, seperti keamanan pemilu,” kata Google dalam posting resminya yang dikutip laman Phone Arena.

Google menyoroti ini hanya menyangkut apa yang akan Anda lihat atau lebih tepatnya tidak dilihat sebagai saran pelengkapan otomatis. Dengan demikian, tidak memengaruhi kemampuan Anda untuk melakukan penelusuran apa pun yang diinginkan atau hasilnya.

Perubahan ini terjadi pada waktu yang sangat tepat karena Pilpres AS semakin dekat. Apakah itu akan memiliki efek yang diinginkan atau tidak, mungkin hanya Google yang akan tahu. (Baca juga: Deklarasi di Riau, KAMI Ajak Generasi Muda Berani Bersuara )
(iqb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Google Luncurkan Gemini...
Google Luncurkan Gemini 3.5 Live Translate, Terjemahkan Bahasa secara Real-time
OpenAI dan NVIDIA Mengadopsi...
OpenAI dan NVIDIA Mengadopsi Teknologi Watermark AI Google
Google Merombak Bilah...
Google Merombak Bilah Pencariannya setelah 25 Tahun Diperkenalkan
Gara-gara AI Semakin...
Gara-gara AI Semakin Pintar, Matt Lowrie Tinggalkan Google
Google Luncurkan Fitbit...
Google Luncurkan Fitbit Air, Gelang Pintar Rp1,7 Juta yang Tidak Memiliki Layar
Amazon dan Google Didesak...
Amazon dan Google Didesak Dampak Ungkap Lingkungan Terkait Pusat Data
Buku Saku Digital Well-being...
Buku Saku Digital Well-being Jadi Panduan Orang Tua Awasi Aktivitas Digital Anak
Waymo Ojai, Robotaxi...
Waymo Ojai, Robotaxi Baru Google yang Dikembangkan Bersama Zeekr
Dewi Perssik Geram Diberitakan...
Dewi Perssik Geram Diberitakan Meninggal, Bongkar Modus Hoaks di TikTok
Rekomendasi
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi...
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi Kesehatan Tak Boleh Hanya Terjadi di Atas Kertas
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Hadir di Jakarta Fair...
Hadir di Jakarta Fair 2026, KARA Rayakan Kekayaan Rasa Kelapa Lintas Generasi
Berita Terkini
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
Saham SpaceX Ludes,...
Saham SpaceX Ludes, Rebutan Harta Karun Luar Angkasa Dimulai
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved