Kupas Tuntas JBL Tour One M3: Suara, ANC, Mikrofon, dan Baterai Headphone Rp6 Jutaan.
Senin, 29 September 2025 - 21:06 WIB
loading...
JBL Tour One M3 menawarkan fitur yang lengkap dan canggih untuk penggemar audio. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A
A
A
JAKARTA - Di medan perang headphone noise-cancelling premium yang didominasi oleh nama-nama besar, JBL melemparkan penantang serius melalui Tour One M3.
Dengan banderol di kisaran Rp6 jutaan, perangkat ini datang membawa segudang fitur cerdas, kenyamanan luar biasa, dan kualitas mikrofon yang berani diadu.
Ini adalah kuda hitam yang nyaris sempurna, perangkat yang sangat direkomendasikan untuk para profesional. Namun, di balik semua keunggulannya, tersimpan beberapa catatan.
Desain Nyaman tapi Terasa Kurang Mewah
Kesan pertama saat memegang JBL Tour One M3 adalah sebuah paradoks. Di satu sisi, materialnya terasa kokoh dan durabel. Saat dikenakan, kenyamanannya juara. Earcup tipe over-ear yang empuk terasa adem bahkan saat digunakan dalam waktu lama atau saat berkeringat.
Bantalan di bagian atas pun empuk, membuatnya ramah bagi pengguna berkepala plontos sekalipun.
Namun, di sisi lain, untuk headphone seharga HP kelas mid-range, finishing atau sentuhan akhirnya terasa kurang mewah. Ia tidak memancarkan aura premium yang sama dengan para pesaingnya, membuatnya terasa sedikit lebih "murah" dari harga yang seharusnya.
Gestur sentuhnya memang cukup lengkap, meski sayangnya tidak bisa dikustomisasi sesuai keinginan pengguna.
Suara Jernih untuk Analis, Bukan Penggila Bass
Secara default, karakter suara JBL Tour One M3 cenderung datar (flat). Ini adalah surga bagi para penikmat musik yang ingin mendengar setiap detail instrumen dengan jernih—clarity-nya luar biasa, mid-nya jelas, dan high-nya tidak menusuk telinga.
Namun, bagi para penggila bass yang mengharapkan suara boomy dan menggelegar begitu headphone dinyalakan, Anda mungkin akan sedikit kecewa.
Karakter suaranya bukan untuk semua orang. Untungnya, JBL menyediakan custom Equalizer (EQ) di aplikasinya, sehingga Anda bisa meracik sendiri karakter bass yang diinginkan.
Untuk urusan film atau konser, fitur "Spatial Sound" menjadi penyelamat. Saat diaktifkan, ia mampu menciptakan ilusi suara tiga dimensi yang terasa seperti sedang berada di dalam bioskop.
Opsi "Head Tracking", di mana suara mengikuti gerakan kepala, adalah gimmick menarik meski terkadang bisa terasa kurang nyaman.
Fitur Cerdas dan Sang Raja Mikrofon
Di sinilah JBL Tour One M3 benar-benar bersinar dan “membenarkan” harganya. Fitur Active Noise Cancelling (ANC)-nya bekerja sangat baik dan bisa diatur levelnya.
Ia bahkan punya fitur pintar: saat Anda mulai berbicara, musik akan otomatis berhenti dan mode ambient aware aktif, sehingga Anda bisa mengobrol tanpa perlu melepas headphone.
Fitur "Silent Now" juga sangat berguna untuk perjalanan jauh, memungkinkan Anda mengatur waktu kapan ANC harus nonaktif agar tidak ketinggalan pengumuman di stasiun atau bandara.
Namun, mahkota sesungguhnya ada pada kualitas mikrofon. Bisa dibilang, ini adalah salah satu yang terbaik di kelasnya.
Dalam kondisi super bising sekalipun—di tengah kerumunan atau di pinggir jalan raya—lawan bicara di telepon tetap bisa mendengar suara kita dengan sangat jelas. Ini menjadikannya senjata andalan bagi para profesional yang sering melakukan panggilan penting di mana saja.
Baterai Perkasatapi Ada Kelemahan
Daya tahan baterai Tour One M3 patut diacungi jempol. Dengan penggunaan normal, mengisi daya dua kali seminggu sudah lebih dari cukup, bahkan jika Anda sesekali lupa mematikannya berkat fitur standby otomatis.
Namun, di balik semua keperkasaan itu, ada satu kelemahan. Headphone ini memang bisa digunakan dengan kabel.
Akan tetapi, jika baterainya habis total, ia akan berubah menjadi benda mati yang tidak berguna sama sekali.
Ya, bahkan mode kabel pun membutuhkan daya dari baterai untuk bisa berfungsi. Ini adalah keputusan desain yang aneh dan menjadi kelemahan headphone travel premium, di mana kehabisan baterai adalah skenario yang sangat mungkin terjadi.
Kesimpulan
JBL Tour One M3 adalah perangkat penuh kontras. Ia adalah sang juara dalam kualitas panggilan telepon dan fitur-fitur cerdas yang menunjang produktivitas. Namun, finishing-nya yang kurang premium dan terutama kelemahannya yang membuatnya mati total saat baterai habis menjadi catatan tebal.
Dengan harga Rp6 jutaan, ini adalah pilihan fantastis bagi para profesional yang memprioritaskan kualitas mikrofon di atas segalanya. Namun, bagi para pelancong atau pengguna yang sering lupa mengisi daya, cukupbikinfrustasi.
Dengan banderol di kisaran Rp6 jutaan, perangkat ini datang membawa segudang fitur cerdas, kenyamanan luar biasa, dan kualitas mikrofon yang berani diadu.
Ini adalah kuda hitam yang nyaris sempurna, perangkat yang sangat direkomendasikan untuk para profesional. Namun, di balik semua keunggulannya, tersimpan beberapa catatan.
Desain Nyaman tapi Terasa Kurang Mewah
![Kupas Tuntas JBL Tour One M3: Suara, ANC, Mikrofon, dan Baterai Headphone Rp6 Jutaan.]()
Kesan pertama saat memegang JBL Tour One M3 adalah sebuah paradoks. Di satu sisi, materialnya terasa kokoh dan durabel. Saat dikenakan, kenyamanannya juara. Earcup tipe over-ear yang empuk terasa adem bahkan saat digunakan dalam waktu lama atau saat berkeringat.
Bantalan di bagian atas pun empuk, membuatnya ramah bagi pengguna berkepala plontos sekalipun.
Namun, di sisi lain, untuk headphone seharga HP kelas mid-range, finishing atau sentuhan akhirnya terasa kurang mewah. Ia tidak memancarkan aura premium yang sama dengan para pesaingnya, membuatnya terasa sedikit lebih "murah" dari harga yang seharusnya.
Gestur sentuhnya memang cukup lengkap, meski sayangnya tidak bisa dikustomisasi sesuai keinginan pengguna.
Suara Jernih untuk Analis, Bukan Penggila Bass
![Kupas Tuntas JBL Tour One M3: Suara, ANC, Mikrofon, dan Baterai Headphone Rp6 Jutaan.]()
Secara default, karakter suara JBL Tour One M3 cenderung datar (flat). Ini adalah surga bagi para penikmat musik yang ingin mendengar setiap detail instrumen dengan jernih—clarity-nya luar biasa, mid-nya jelas, dan high-nya tidak menusuk telinga.
Namun, bagi para penggila bass yang mengharapkan suara boomy dan menggelegar begitu headphone dinyalakan, Anda mungkin akan sedikit kecewa.
Karakter suaranya bukan untuk semua orang. Untungnya, JBL menyediakan custom Equalizer (EQ) di aplikasinya, sehingga Anda bisa meracik sendiri karakter bass yang diinginkan.
Untuk urusan film atau konser, fitur "Spatial Sound" menjadi penyelamat. Saat diaktifkan, ia mampu menciptakan ilusi suara tiga dimensi yang terasa seperti sedang berada di dalam bioskop.
Opsi "Head Tracking", di mana suara mengikuti gerakan kepala, adalah gimmick menarik meski terkadang bisa terasa kurang nyaman.
Fitur Cerdas dan Sang Raja Mikrofon
![Kupas Tuntas JBL Tour One M3: Suara, ANC, Mikrofon, dan Baterai Headphone Rp6 Jutaan.]()
Di sinilah JBL Tour One M3 benar-benar bersinar dan “membenarkan” harganya. Fitur Active Noise Cancelling (ANC)-nya bekerja sangat baik dan bisa diatur levelnya.
Ia bahkan punya fitur pintar: saat Anda mulai berbicara, musik akan otomatis berhenti dan mode ambient aware aktif, sehingga Anda bisa mengobrol tanpa perlu melepas headphone.
Fitur "Silent Now" juga sangat berguna untuk perjalanan jauh, memungkinkan Anda mengatur waktu kapan ANC harus nonaktif agar tidak ketinggalan pengumuman di stasiun atau bandara.
Namun, mahkota sesungguhnya ada pada kualitas mikrofon. Bisa dibilang, ini adalah salah satu yang terbaik di kelasnya.
Dalam kondisi super bising sekalipun—di tengah kerumunan atau di pinggir jalan raya—lawan bicara di telepon tetap bisa mendengar suara kita dengan sangat jelas. Ini menjadikannya senjata andalan bagi para profesional yang sering melakukan panggilan penting di mana saja.
Baterai Perkasatapi Ada Kelemahan
![Kupas Tuntas JBL Tour One M3: Suara, ANC, Mikrofon, dan Baterai Headphone Rp6 Jutaan.]()
Daya tahan baterai Tour One M3 patut diacungi jempol. Dengan penggunaan normal, mengisi daya dua kali seminggu sudah lebih dari cukup, bahkan jika Anda sesekali lupa mematikannya berkat fitur standby otomatis.
Namun, di balik semua keperkasaan itu, ada satu kelemahan. Headphone ini memang bisa digunakan dengan kabel.
Akan tetapi, jika baterainya habis total, ia akan berubah menjadi benda mati yang tidak berguna sama sekali.
Ya, bahkan mode kabel pun membutuhkan daya dari baterai untuk bisa berfungsi. Ini adalah keputusan desain yang aneh dan menjadi kelemahan headphone travel premium, di mana kehabisan baterai adalah skenario yang sangat mungkin terjadi.
Kesimpulan
![Kupas Tuntas JBL Tour One M3: Suara, ANC, Mikrofon, dan Baterai Headphone Rp6 Jutaan.]()
JBL Tour One M3 adalah perangkat penuh kontras. Ia adalah sang juara dalam kualitas panggilan telepon dan fitur-fitur cerdas yang menunjang produktivitas. Namun, finishing-nya yang kurang premium dan terutama kelemahannya yang membuatnya mati total saat baterai habis menjadi catatan tebal.
Dengan harga Rp6 jutaan, ini adalah pilihan fantastis bagi para profesional yang memprioritaskan kualitas mikrofon di atas segalanya. Namun, bagi para pelancong atau pengguna yang sering lupa mengisi daya, cukupbikinfrustasi.
(dan)
Lihat Juga :