Merinding! Setelah 50 Tahun Melayang di Antariksa, Voyager 1 Tiba di Tepi Tata Surya

Senin, 29 September 2025 - 16:06 WIB
loading...
Merinding! Setelah 50...
Hampir 50 tahun di kegelapan dan melaju 61.000 km/jam, terungkap posisi terbaru Voyager 1 di tepi Tata Surya. Foto: ist
A A A
AMERIKA - Di tengah kegelapan abadi ruang angkasa, penjelajah seukuran sebuah mobil terus melaju. Inilah wahana antariksa NASA, Voyager 1, yang hampir setengah abad mengarungi kesepian kosmik. Kini, wahana tersebut di ambang pencapaian bersejarah yang akan mendefinisikan ulang batas penjelajahan manusia.

Pada November 2026, Voyager 1 akan menjadi objek buatan manusia pertama yang mencapai jarak satu "hari-cahaya" dari Bumi.

Ini bukan sekadar angka, melainkan jarak monumental yang bahkan cahaya—entitas tercepat di alam semesta—butuh waktu 24 jam penuh untuk menempuhnya.

Sebuah pencapaian yang membuktikan ketekunan luar biasa sekaligus batas kemampuan umat manusia.

Bisikan dari Ruang Antarbintang
Merinding! Setelah 50 Tahun Melayang di Antariksa, Voyager 1 Tiba di Tepi Tata Surya

Diluncurkan pada 1977, Voyager 1 telah menempuh perjalanan lebih jauh dari wahana mana pun dalam sejarah.
Ia adalah pelopor yang pertama kali berhasil menembus heliopause—yang bisa diibaratkan sebagai "selubung pelindung" terluar Tata Surya—dan memasuki "ruang antarbintang," wilayah di luar pengaruh Matahari kita.

Saat ini, Voyager 1 melesat dengan kecepatan sekitar 61.000 km/jam. Namun, di tengah luasnya alam semesta, kecepatan ini terasa seperti merangkak.

Sinyal radio yang dikirimkannya ke Bumi membutuhkan waktu hampir satu hari penuh untuk sampai.

15 November 2026: Voyager 1 akan berada pada jarak tepat satu hari-cahaya, atau sekitar 25,7 miliar kilometer, dari Bumi.

28 Januari 2027: Ia akan mencapai tonggak sejarah yang sama, berjarak satu hari-cahaya dari Matahari.

Prestasi yang Merendahkan Hati

Di balik euforia pencapaian ini, perjalanan Voyager 1 juga menjadi “pelajaran kerendahan hati”. Kecepatannya yang luar biasa di mata manusia, ternyata tak ada apa-apanya jika dibandingkan kecepatan cahaya.

Sebagai perbandingan, cahaya hanya butuh delapan menit untuk melakukan perjalanan dari Matahari ke Bumi.
Sementara Voyager 1, setelah berkelana selama hampir 50 tahun, baru akan melintasi jarak yang ditempuh cahaya dalam satu hari.

Kesenjangan dramatis ini menggarisbawahi betapa kolosalnya tantangan perjalanan antarbintang sesungguhnya.

Di Mana Sebenarnya Ujung Tata Surya?

Perjalanan Voyager 1 juga memicu pertanyaan filosofis: di mana sebenarnya batas akhir Tata Surya? Apakah di planet terakhir? Ataukah di tepi Awan Oort, cangkang raksasa berisi objek es yang membentang jauh melampaui Pluto?

Menurut NASA, tidak ada garis batas yang tegas, melainkan sebuah "zona kabur" yang luas. Dengan kecepatannya saat ini, Voyager 1 diperkirakan membutuhkan waktu hampir 40.000 tahun lagi untuk mencapai apa yang dianggap sebagai tepi gravitasi sesungguhnya dari Tata Surya kita, yang berjarak sekitar dua tahun-cahaya.

Voyager 1 adalah mengajarkan bahwa kemajuan dalam eksplorasi tidak selalu tentang kecepatan, tetapi tentang kemajuan yang stabil dan komitmen yang tak pernah padam terhadap penemuan.

Wanaha itu masih setia mengirimkan "bisikan" datanya kembali ke rumah, lama setelah misi-misi lain berakhir, menjadi bukti abadi dari jangkauan dan ketangguhanumatmanusia.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NASA Temukan Sesuatu...
NASA Temukan Sesuatu yang Misterius saat Perubahan Waktu Siang ke Malam
NASA Umumkan Akan Bangun...
NASA Umumkan Akan Bangun Kota di Bulan dalam Waktu 6 Tahun
China Kembangkan Sistem...
China Kembangkan Sistem Penggerak Gelombang Mikro yang Mampu Matikan Satelit
New Horizons Abadikan...
New Horizons Abadikan Dunia selama 9 Tahun dari Jarak 4,8 Miliar Km dari Bumi
NASA Dikaitkan dengan...
NASA Dikaitkan dengan Rumor Gravitasi Bumi Akan Hilang Tahun Ini
NASA Pastikan Gerhana...
NASA Pastikan Gerhana Matahari Cincin Api Akan Terjadi Bulan Depan
Profil Pratiwi Sudarmono:...
Profil Pratiwi Sudarmono: Astronot Wanita Pertama Asia dari Indonesia yang Juga Guru Besar UI
Profil Pendidikan 4...
Profil Pendidikan 4 Astronot Artemis II: Misi Bersejarah NASA Kelilingi Bulan Setelah 54 Tahun
Sahabat Miliarder Elon...
Sahabat Miliarder Elon Musk Mengambil Alih NASA, Janjikan Ini
Rekomendasi
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Swift Vows Love Story Unfolds di V+Short, Kisah Cinta CEO
Keterbatasan SDM Jadi...
Keterbatasan SDM Jadi Tantangan di Papua, Talius Tabuni Dukung Penguatan Program Beasiswa Puncak Cerdas
Jerman Tersingkir, Klopp...
Jerman Tersingkir, Klopp Masuk Radar Der Panzer
Berita Terkini
Rudal AGM-188A Rusty...
Rudal AGM-188A Rusty Dagger, Membentuk Masa Depan Medan Perang
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Korea Selatan Izinkan...
Korea Selatan Izinkan Robot AI Otonom untuk Memeriksa Pesawat Terbang
Telkom Pacu Pertumbuhan...
Telkom Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Penguatan Tata Kelola Korporasi dan Kapabilitas Manajerial
Tak Perlu Ganti SIM...
Tak Perlu Ganti SIM Card saat Liburan ke Luar Negeri, Ini Caranya
Jepang Gunakan Polisi...
Jepang Gunakan Polisi Wanita Berbasis AI untuk Memerangi Penipuan Identitas
Infografis
Pemerintah Tetapkan...
Pemerintah Tetapkan 25 Hari Libur dan Cuti Bersama di Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved