4,6 Juta Robot Beroperasi di Seluruh Dunia, 42% di China
Senin, 29 September 2025 - 08:14 WIB
loading...
4,6 Juta Robot Beroperasi di Seluruh Dunia. FOTO/ CSJC
A
A
A
JAKARTA - Pada akhir abad ke-20, Jepang dan Amerika Serikat menjadi produsen produk terkemuka di dunia berkat meluasnya penggunaan robotika.
BACA JUGA - Robot-robot Sajikan Minuman di Restoran Belanda yang Kembali Buka
Oleh karena itu, penggunaan robotika dapat dijadikan tolok ukur untuk mengukur produksi suatu negara.
Menurut laporan terbaru Federasi Robotika Internasional (IFR), yang diterbitkan minggu ini, terdapat 4.664.000 robot industri di dunia.
Dari jumlah tersebut, sekitar 2 juta atau sekitar 43% beroperasi di China.
Sepanjang tahun 2024, Tiongkok menambah lebih dari 295.000 robot untuk kebutuhan industri, meningkat 7% dibandingkan sepanjang tahun 2023.
Pada periode yang sama, Jepang di posisi kedua mencatat penurunan sebesar -4%, Amerika Serikat -9%, Korea Selatan -3%, dan Jerman -5%.
Taiwan mencatat peningkatan tertinggi dalam pemasangan robot industri sebesar 33%, tetapi peningkatan ini hanya 56.000 dibandingkan tahun 2023.
IFR melihat peningkatan permintaan robot yang sangat besar di industri medis untuk membantu prosedur bedah, rehabilitasi pasien, dan penggunaan di laboratorium untuk tujuan diagnosis dan analisis.
Sedangkan untuk robot humanoid, IFR melihatnya masih dalam tahap pengujian tanpa kebutuhan di dunia nyata.
Pengembangannya saat ini dipandang sebagai proses pengumpulan data untuk mengembangkan robot lain di masa mendatang.
BACA JUGA - Robot-robot Sajikan Minuman di Restoran Belanda yang Kembali Buka
Oleh karena itu, penggunaan robotika dapat dijadikan tolok ukur untuk mengukur produksi suatu negara.
Menurut laporan terbaru Federasi Robotika Internasional (IFR), yang diterbitkan minggu ini, terdapat 4.664.000 robot industri di dunia.
Dari jumlah tersebut, sekitar 2 juta atau sekitar 43% beroperasi di China.
Sepanjang tahun 2024, Tiongkok menambah lebih dari 295.000 robot untuk kebutuhan industri, meningkat 7% dibandingkan sepanjang tahun 2023.
Pada periode yang sama, Jepang di posisi kedua mencatat penurunan sebesar -4%, Amerika Serikat -9%, Korea Selatan -3%, dan Jerman -5%.
Taiwan mencatat peningkatan tertinggi dalam pemasangan robot industri sebesar 33%, tetapi peningkatan ini hanya 56.000 dibandingkan tahun 2023.
IFR melihat peningkatan permintaan robot yang sangat besar di industri medis untuk membantu prosedur bedah, rehabilitasi pasien, dan penggunaan di laboratorium untuk tujuan diagnosis dan analisis.
Sedangkan untuk robot humanoid, IFR melihatnya masih dalam tahap pengujian tanpa kebutuhan di dunia nyata.
Pengembangannya saat ini dipandang sebagai proses pengumpulan data untuk mengembangkan robot lain di masa mendatang.
(wbs)
Lihat Juga :