Bom Waktu Sampah Elektronik Mengancam, LG Ajak Siswa SD Jadi Pahlawan Lingkungan

Rabu, 24 September 2025 - 09:09 WIB
loading...
Bom Waktu Sampah Elektronik...
Mulai 24 September selama satu bulan penuh, LG menggelar kampanye bertajuk E-Waste Recycling for A Better Planet. Foto: LGEIN
A A A
JAKARTA - Di laci meja Anda, di sudut gudang, atau tergeletak di bawah tempat tidur, bom waktu diam-diam berdetak. Namanya sampah elektronik (e-waste). Ponsel tua, kabel-kabel usang, dan baterai bekas—semua ini adalah limbah berbahaya yang sering terlupakan.

Menjawab ancaman nyata ini, PT LG Electronics Indonesia meluncurkan kampanye hijau yang tak biasa, menargetkan garda terdepan yang paling tak terduga: anak-anak sekolah dasar.

Mulai 24 September selama satu bulan penuh, LG menggelar kampanye bertajuk E-Waste Recycling for A Better Planet. Ini bukan sekadar ajakan membuang sampah pada tempatnya; ini adalah operasi untuk mengubah cara pandang masyarakat terhadap rongsokan elektronik.

"Kerap menjadi hal yang terlupa di antara jenis lainnya, kesadaran akan memperlakukan sampah elektronik menjadi hal penting dalam upaya penciptaan lingkungan berkelanjutan,” ujar Ha Sang-chul, President of LG Electronics Indonesia.

Dari Kantor Megah Hingga Bangku Sekolah
Bom Waktu Sampah Elektronik Mengancam, LG Ajak Siswa SD Jadi Pahlawan Lingkungan

Strategi LG terbilang unik. Mereka menempatkan kotak pengumpulan sampah elektronik di enam titik lokasi. Tiga di antaranya berada di fasilitas korporat mereka yang sibuk: LG Service Center Pondok Labu, kantor pusat LG di Gandaria 8, dan LG ZonaSeru di CGV Central Park.

Namun, tiga lokasi lainnya justru berada di jantung pendidikan anak usia dini: SDN Ragunan 8, SDIT Pembangunan Pamulang, dan SDN Kebon Baru 07.

Ini adalah langkah strategis. LG tidak hanya mengumpulkan sampah, tetapi juga menanamkan benih kesadaran. Di sekolah-sekolah ini, LG bersama perusahaan sosial Liberty Society memberikan edukasi langsung kepada para murid tentang dampak buruk sampah elektronik terhadap kesehatan dan lingkungan.

"Edukasi ini bertujuan memberi pemahaman mendalam, juga urgensi perubahan menuju gaya hidup berkelanjutan pada usia muda,” tegas Ha Sang-chul. Ia menambahkan, langkah ini adalah investasi untuk masa depan. "LG percaya bahwa perubahan harus dimulai dari usia yang paling dini. Ini sekaligus menjadi kontribusi nyata perusahaan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045."

Dari Sampah Menjadi Harta dan Karya Seni
Bom Waktu Sampah Elektronik Mengancam, LG Ajak Siswa SD Jadi Pahlawan Lingkungan

Inilah bagian paling menarik dari kampanye ini. Sampah elektronik yang terkumpul tidak akan berakhir di tempat pembuangan akhir. Melalui tangan-tangan terampil di Liberty Society—yang memberdayakan perempuan terpinggirkan—limbah tersebut akan didaur ulang menjadi produk baru bermanfaat, misalnya gantungan kunci (key-chain).

Lebih dari itu, sebagian rongsokan elektronik ini akan disulap menjadi empat karya seni instalasi oleh seniman profesional. Karya-karya ini nantinya akan dipajang di sekolah-sekolah yang berpartisipasi dan di LG ZonaSeru, menjadi pengingat abadi bahwa sampah sekalipun bisa memiliki kehidupan kedua yang indah.

"Melalui daur ulang menjadi berbagai produk bermanfaat dan karya seni instalasi ini, harapannya semakin membuka inspirasi bagi lebih banyak orang," kata Ha Sang-chul.

Kampanye di bawah payung LG Loves Green ini jadi kritik halus terhadap kita semua. Di tengah kesibukan mengejar teknologi terbaru, kita sering kali abai terhadap jejak limbah yang kita tinggalkan.

Dengan 'merekrut' anak-anak sebagai agen perubahan, LG berharap dapat memutus siklus kelalaian ini, satu baterai bekas padasatuwaktu.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rumah Pintar yang Dengarkan...
Rumah Pintar yang Dengarkan Penghuni, Bukan Sekadar Produk Cerdas
LG Pasang Taruhan Besar:...
LG Pasang Taruhan Besar: AI Jadi Jantung Seisi Rumah
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
LG Tepis Isu Keluar...
LG Tepis Isu Keluar dari Pasar TV dan Menjual Bisnisnya ke Hisense
15.800 Ton Sampah Luar...
15.800 Ton Sampah Luar Angkasa Berkecepatan 28.000 km/jam Akan Jatuh ke Bumi
Pantry Jadi Pabrik:...
Pantry Jadi Pabrik: Siasat Doku Ubah 1 Ton Sisa Makanan Jadi Emas Hitam
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan...
MUI DKI: Paradigma Pengelolaan Sampah Harus Diubah dari Mengelola kepada Mencegah
Pemerintah Paksa Daerah...
Pemerintah Paksa Daerah Hentikan Open Dumping Sampah dengan Skema Stick and Carrot
3 Unit Insinerator KKP...
3 Unit Insinerator KKP di Gili Trawangan Masih Menunggu Izin Operasi
Rekomendasi
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
DPR Desak Latsarmil...
DPR Desak Latsarmil Peserta SPPI Disetop: Nyawa Jangan Dianggap Enteng!
Pesan Menyentuh di Ruang...
Pesan Menyentuh di Ruang Ganti Timnas Iran: Bermain Jujur adalah Jiwa Sepak Bola
Berita Terkini
Inilah Alasan XLSMART...
Inilah Alasan XLSMART Tanam Ratusan Menara 5G di IKN
Era Baru Gim Blockbuster:...
Era Baru Gim Blockbuster: GTA VI Cetak Rekor Global, Indonesia Ikut Demam
Seratus Tahun Sekali:...
Seratus Tahun Sekali: Krisis Chip Memory Bikin MacBook hingga iPad Naik Harga, iPhone Berikutnya?
Rumah Pintar yang Dengarkan...
Rumah Pintar yang Dengarkan Penghuni, Bukan Sekadar Produk Cerdas
Siapa yang Akan Menguasai...
Siapa yang Akan Menguasai Pasar AI Indonesia Senilai 10,9 Miliar?
Tiga Raja HP Konser...
Tiga Raja HP Konser Diadu: Samsung, Oppo, vivo Bertarung di Panggung Feast dan Hindia
Infografis
Keren! Lalat Hitam Olah...
Keren! Lalat Hitam Olah Sampah Organik Ramah Lingkungan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved