Serangan Ransomware Lumpuhkan Sejumlah Bandara di Eropa
Selasa, 23 September 2025 - 19:20 WIB
loading...
Serangan Ransomware. FOTO/ DAILY
A
A
A
BERLIN - Serangan siber di sejumlah bandara Eropa memasuki hari ketiga pada hari Senin, sementara Uni Eropa memperingatkan bahwa peretas menggunakan ransomware untuk membahayakan sistem informasi bandara di seluruh dunia.
Kantor berita United Press International melaporkan bahwa malware tersebut digunakan untuk menginfeksi sistem check-in dan boarding otomatis di bandara.
Badan Keamanan Siber Uni Eropa mengatakan kepada BBC bahwa para peretas tidak meminta tebusan sebagai imbalan untuk memulihkan sistem TI yang terdampak.
Dalang di balik serangkaian serangan ini belum diidentifikasi, tetapi kelompok-kelompok semacam itu biasanya meminta tebusan dalam bentuk mata uang kripto untuk menghindari deteksi oleh pihak berwenang.
Beberapa bandara Eropa, termasuk Brussels, Berlin, dan Dublin, Irlandia, masih berupaya memulihkan diri.
Bandara Heathrow London meminta maskapai penerbangan untuk melakukan check-in dan menaikkan penumpang secara manual.
Perangkat lunak yang diretas, yang disebut Muse, dikembangkan oleh Collins Aerospace, sebuah divisi dari kontraktor pertahanan RTX, yang berkantor pusat di Virginia, AS.
Collins Aerospace mengatakan kemarin bahwa pihaknya sedang bekerja sama dengan para pelanggan dan sedang dalam tahap akhir penyediaan pembaruan untuk memulihkan perangkat lunak yang terdampak.
Collins Aerospace belum mengonfirmasi apakah pihaknya telah berhasil mendapatkan kembali kendali dan memastikan perangkat lunaknya aman hingga kemarin, kata manajemen Bandara Brussels.
Namun, seorang juru bicara mengatakan kepada The Guardian bahwa hanya sekitar 14 persen dan 8 persen dari keberangkatan dan kedatangan kemarin yang dibatalkan.
Situasi di Heathrow tampak sedikit lebih baik, dengan sebagian besar penerbangan beroperasi seperti biasa meskipun proses check-in dan boarding untuk beberapa penerbangan membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya, kata seorang juru bicara.
Kantor berita United Press International melaporkan bahwa malware tersebut digunakan untuk menginfeksi sistem check-in dan boarding otomatis di bandara.
Badan Keamanan Siber Uni Eropa mengatakan kepada BBC bahwa para peretas tidak meminta tebusan sebagai imbalan untuk memulihkan sistem TI yang terdampak.
Dalang di balik serangkaian serangan ini belum diidentifikasi, tetapi kelompok-kelompok semacam itu biasanya meminta tebusan dalam bentuk mata uang kripto untuk menghindari deteksi oleh pihak berwenang.
Beberapa bandara Eropa, termasuk Brussels, Berlin, dan Dublin, Irlandia, masih berupaya memulihkan diri.
Bandara Heathrow London meminta maskapai penerbangan untuk melakukan check-in dan menaikkan penumpang secara manual.
Perangkat lunak yang diretas, yang disebut Muse, dikembangkan oleh Collins Aerospace, sebuah divisi dari kontraktor pertahanan RTX, yang berkantor pusat di Virginia, AS.
Collins Aerospace mengatakan kemarin bahwa pihaknya sedang bekerja sama dengan para pelanggan dan sedang dalam tahap akhir penyediaan pembaruan untuk memulihkan perangkat lunak yang terdampak.
Collins Aerospace belum mengonfirmasi apakah pihaknya telah berhasil mendapatkan kembali kendali dan memastikan perangkat lunaknya aman hingga kemarin, kata manajemen Bandara Brussels.
Namun, seorang juru bicara mengatakan kepada The Guardian bahwa hanya sekitar 14 persen dan 8 persen dari keberangkatan dan kedatangan kemarin yang dibatalkan.
Situasi di Heathrow tampak sedikit lebih baik, dengan sebagian besar penerbangan beroperasi seperti biasa meskipun proses check-in dan boarding untuk beberapa penerbangan membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya, kata seorang juru bicara.
(wbs)
Lihat Juga :