Makhluk Misterius Ini Ditemukan di Jurang Bawah Laut
Minggu, 21 September 2025 - 14:56 WIB
loading...
Makhluk Misterius Ini ditemukan di dalam jurang. FOTO/ INDY
A
A
A
BEIJING - Dengan hanya 20 persen lautan Bumi yang telah dieksplorasi sejauh ini, itu juga berarti lebih banyak spesies ditemukan - dan yang terbaru berwarna merah muda dan bergelombang.
BACA JUGA - Pelajar SMA Thailand Protes Melawan ‘Dinosaurus’
Selain mata besar dan senyum kosong, makhluk ini hanyalah satu dari tiga spesies ikan siput yang baru ditemukan di kedalaman dasar laut abisal lepas pantai (3.268–4.119 meter (10.722–13.514 kaki) tepatnya), di lepas pantai California.
Ikan siput merah muda bergelombang disebut Careproctus colliculi. Ada juga ikan siput hitam gelap, Careproctus yanceyi , dan ikan siput ramping, Paraliparis em, yang dideskripsikan oleh kolaborator Monterey Bay Aquarium Research Institute di SUNY Geneseo, bersama para ilmuwan dari University of Montana dan University of Hawaiʻi di Mānoa.
Lebih dari 400 spesies ikan siput telah ditemukan oleh para ilmuwan sejauh ini, dan mereka merupakan bagian dari famili Liparidae dan dapat ditemukan baik di perairan dalam maupun dangkal.
Ciri utama ikan siput adalah memiliki kepala besar dan tubuh seperti jeli, serta ekor sempit. Beberapa ikan memiliki cakram di perutnya guna menempel pada dasar laut atau pada hewan yang lebih besar untuk bergerak. Sementara itu, ikan yang hidup di perairan dangkal menempel di batu dan rumput laut serta dapat menggulung seperti siput.
"Laut dalam adalah rumah bagi keanekaragaman organisme yang luar biasa dan rangkaian adaptasi yang sungguh indah. Penemuan kami, bukan hanya satu, melainkan tiga spesies baru ikan siput, merupakan pengingat betapa banyak yang masih harus kita pelajari tentang kehidupan di Bumi dan betapa kuatnya rasa ingin tahu dan eksplorasi," ujar Associate Professor SUNY Geneseo, Mackenzie Gerringer.
Seiring upaya kita menjelajahi kedalaman laut, kemajuan teknologi turut membantu para ahli mencapainya. Dalam penelitian ini, tim menggunakan wahana kendali jarak jauh—Doc Ricketts—di mana kapal selam robotik tersebut menggunakan kamera canggih dan instrumen ilmiah untuk memindai dasar laut abisal.
Lebih jauh lagi, penelitian seperti ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih luas tentang bagaimana faktor buatan manusia seperti perubahan iklim, polusi, dan pertambangan memengaruhi kesehatan dan keanekaragaman hayati laut.
"MBARI berupaya membuat eksplorasi laut lebih mudah diakses dengan berbagi data dan teknologi kami dengan rekan-rekan di komunitas sains. Kami menyambut baik kesempatan untuk berkolaborasi dengan para peneliti dari SUNY Geneseo guna memperluas pemahaman kita tentang kehidupan di laut dalam, terutama karena mendokumentasikan keanekaragaman hayati laut dalam sangat penting untuk mendeteksi perubahan apa pun yang mungkin terjadi di lingkungan ini," ujar Ilmuwan Senior MBARI sekaligus pemimpin ekspedisi penelitian, Steven Haddock.
BACA JUGA - Pelajar SMA Thailand Protes Melawan ‘Dinosaurus’
Selain mata besar dan senyum kosong, makhluk ini hanyalah satu dari tiga spesies ikan siput yang baru ditemukan di kedalaman dasar laut abisal lepas pantai (3.268–4.119 meter (10.722–13.514 kaki) tepatnya), di lepas pantai California.
Ikan siput merah muda bergelombang disebut Careproctus colliculi. Ada juga ikan siput hitam gelap, Careproctus yanceyi , dan ikan siput ramping, Paraliparis em, yang dideskripsikan oleh kolaborator Monterey Bay Aquarium Research Institute di SUNY Geneseo, bersama para ilmuwan dari University of Montana dan University of Hawaiʻi di Mānoa.
Lebih dari 400 spesies ikan siput telah ditemukan oleh para ilmuwan sejauh ini, dan mereka merupakan bagian dari famili Liparidae dan dapat ditemukan baik di perairan dalam maupun dangkal.
Ciri utama ikan siput adalah memiliki kepala besar dan tubuh seperti jeli, serta ekor sempit. Beberapa ikan memiliki cakram di perutnya guna menempel pada dasar laut atau pada hewan yang lebih besar untuk bergerak. Sementara itu, ikan yang hidup di perairan dangkal menempel di batu dan rumput laut serta dapat menggulung seperti siput.
"Laut dalam adalah rumah bagi keanekaragaman organisme yang luar biasa dan rangkaian adaptasi yang sungguh indah. Penemuan kami, bukan hanya satu, melainkan tiga spesies baru ikan siput, merupakan pengingat betapa banyak yang masih harus kita pelajari tentang kehidupan di Bumi dan betapa kuatnya rasa ingin tahu dan eksplorasi," ujar Associate Professor SUNY Geneseo, Mackenzie Gerringer.
Seiring upaya kita menjelajahi kedalaman laut, kemajuan teknologi turut membantu para ahli mencapainya. Dalam penelitian ini, tim menggunakan wahana kendali jarak jauh—Doc Ricketts—di mana kapal selam robotik tersebut menggunakan kamera canggih dan instrumen ilmiah untuk memindai dasar laut abisal.
Lebih jauh lagi, penelitian seperti ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih luas tentang bagaimana faktor buatan manusia seperti perubahan iklim, polusi, dan pertambangan memengaruhi kesehatan dan keanekaragaman hayati laut.
"MBARI berupaya membuat eksplorasi laut lebih mudah diakses dengan berbagi data dan teknologi kami dengan rekan-rekan di komunitas sains. Kami menyambut baik kesempatan untuk berkolaborasi dengan para peneliti dari SUNY Geneseo guna memperluas pemahaman kita tentang kehidupan di laut dalam, terutama karena mendokumentasikan keanekaragaman hayati laut dalam sangat penting untuk mendeteksi perubahan apa pun yang mungkin terjadi di lingkungan ini," ujar Ilmuwan Senior MBARI sekaligus pemimpin ekspedisi penelitian, Steven Haddock.
(wbs)
Lihat Juga :