Mimpi Mobil Terbang Diguncang Realita: Xpeng X2 yang Pukau GIIAS 2025 Tabrakan di China

Sabtu, 20 September 2025 - 14:03 WIB
loading...
Mimpi Mobil Terbang...
Xpeng X2 yang dipamerkan di GIIAS 2025 mengalami kecelakaan di China. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Belum lama angan-angan publik Indonesia diajak terbang tinggi oleh kehadiran mobil terbang Xpeng X2 di panggung Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. Tapi, kabar buruk kini datang membanting mimpi itu kembali ke bumi.

Dua unit kendaraan futuristis yang identik dengan yang dipamerkan di GIIAS, dilaporkan saling bertabrakan di udara saat sesi latihan di China.

Insiden yang terjadi pada hari Selasa (16/9/2025) ini bukan sekadar kecelakaan biasa. Ini adalah pengingat keras bahwa gerbang menuju era transportasi terbang pribadi mungkin masih diwarnai oleh turbulensi yang signifikan.

Kronologi Insiden yang Mengkhawatirkan
Mimpi Mobil Terbang Diguncang Realita: Xpeng X2 yang Pukau GIIAS 2025 Tabrakan di China

Menurut laporan dari Carnewschina, tabrakan dramatis itu terjadi saat kedua unit eVTOL (electric vertical take-off and landing) buatan Xpeng AeroHT tengah melakukan manuver dalam latihan pra-acara untuk pertunjukan udara Changchun Air Show.

Langit yang seharusnya menjadi panggung unjuk kebolehan, justru menjadi saksi bisu insiden yang mempertanyakan kesiapan teknologi ini.

Akibat tabrakan tersebut, setidaknya satu penumpang mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit. Meskipun laporan awal menyebut kondisinya tidak mengancam jiwa, insiden ini tetap menjadi noda hitam bagi citra mobil terbang yang digadang-gadang sebagai solusi mobilitas masa depan.

Dari Panggung Pameran ke Lokasi Kecelakaan

Ironisnya, model Xpeng X2 yang terlibat kecelakaan adalah "primadona" yang sama yang berhasil menyedot perhatian ribuan pasang mata di GIIAS 2025. Di panggung pameran, ia adalah simbol kemajuan, sebuah jendela menuju masa depan di mana kemacetan darat bisa dihindari dengan melesat di angkasa. Kini, citra gemilang itu dihadapkan pada realita pahit kecelakaan.

Xpeng AeroHT, divisi mobil terbang dari Xpeng yang didirikan sekitar 2013, sejatinya bukanlah pemain baru. Namun, insiden ini membuktikan bahwa bahkan perusahaan dengan pengalaman lebih dari satu dekade pun masih berhadapan dengan risiko fatal.

Secara spesifikasi, Xpeng X2 menjanjikan teknologi yang canggih:

Ketinggian Terbang: Mampu beroperasi di ketinggian 300 hingga 500 meter.

Kokpit: Dilengkapi kokpit panorama dengan sudut pandang 270 derajat.

Kontrol: Dikendalikan hanya dengan satu tuas tunggal untuk kemudahan operasional.

Daya Tahan: Satu kali pengisian baterai penuh diklaim mampu untuk melakukan 5 hingga 6 penerbangan.

Pertanyaan Besar tentang Keselamatan

Hingga berita ini diturunkan, pihak Xpeng AeroHT masih bungkam seribu bahasa. Belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab pasti kecelakaan.

Namun, spekulasi tak terhindarkan: apakah ini murni kesalahan manusia (human error), kegagalan sistemik pada perangkat lunak, atau ada kerusakan teknis yang tak terdeteksi?

Kecelakaan ini menjadi pelajaran pahit bagi seluruh industri eVTOL. Kepercayaan publik adalah mata uang yang paling berharga.

Di tengah janji langit yang bebas macet dan polusi, satu insiden serius sudah cukup untuk menumbuhkan keraguan.
Inovasi setinggi langit harus diimbangi dengan standar keselamatan yang membumi, lengkap dengan regulasi yang ketat dan pelatihan pilot yang tanpa kompromi. Jika tidak, mimpi mobil terbang hanya akan selamanyamenjadimimpi.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengapa Mobil Terbang...
Mengapa Mobil Terbang Jadi Primadona di Beijing Motor Show 2026 dan Bagaimana Speknya?
Xpeng Iron, Robot Humanoid...
Xpeng Iron, Robot Humanoid Generasi Baru yang Bisa Berbicara dan Belajar
Anda Bisa Beli Mobil...
Anda Bisa Beli Mobil Terbang Listrik Doroni Tahun Depan
Xpeng GX 2026, SUV Mirip...
Xpeng GX 2026, SUV Mirip Range Rover Terjual Habis dalam Waktu 12 Jam
Hyundai dan KAI Bergabung...
Hyundai dan KAI Bergabung Hadirkan Taksi Terbang di Korea Selatan
Xpeng Monalisa Mobil...
Xpeng Monalisa Mobil Listrik Murah dengan Jangkauan 600km Siap Diluncurkan
Rekomendasi
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Norwegia Tekuk Irak 4-1, Erling Haaland Cetak Brace
Berita Terkini
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Berpengalaman di Perang...
Berpengalaman di Perang Ukraina, Sky-Watch Luncurkan Drone Jarak Jauh RQ-70 Dainn
Pembaruan Windows 11...
Pembaruan Windows 11 Menyebabkan Serangkaian Bug Serius
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved