Gelang Emas Firaun Hilang Digondol Maling, Ini Ciri-cirinya
Kamis, 18 September 2025 - 08:35 WIB
loading...
Gelang Emas Firaun Hilang . FOTO/ RTM
A
A
A
KAIRO - Sebuah gelang emas berusia 3.000 tahun dilaporkan hilang dari laboratorium konservasi di Museum Mesir di Kairo, ungkap Kementerian Purbakala Mesir dalam sebuah pernyataan.
BACA JUGA - Ilmuwan Berhasil Ungkap Bentuk Wajah Firaun Ramses
Gelang tersebut digambarkan sebagai gelang emas berhiaskan "manik-manik bulat lapis lazuli" yang diyakini berasal dari masa pemerintahan Firaun Amenemope dari Dinasti ke-21 Mesir.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan kemarin, kementerian tidak menyebutkan kapan artefak tersebut terakhir terlihat.
Media lokal melaporkan bahwa kehilangan tersebut baru ditemukan beberapa hari yang lalu saat inventarisasi menjelang pameran Harta Karun Firaun yang dijadwalkan digelar di Roma pada akhir Oktober.
Kementerian juga mengumumkan bahwa penyelidikan internal telah dibuka, dan unit-unit purbakala di seluruh bandara, pelabuhan, dan perbatasan darat di Mesir telah diberitahu mengenai kasus ini.
Kementerian menambahkan bahwa pengumuman publik ditunda agar penyelidikan dapat dilanjutkan, sementara pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh koleksi laboratorium sedang dilakukan.
Ahli Mesir Kuno Jean Guillaume Olette-Pelletier mengatakan gelang itu ditemukan di Tanis, di Delta Nil timur, di makam Raja Psusennes I, tempat Amenemope dimakamkan kembali setelah makam aslinya dijarah.
"Gelang itu bukan yang terindah, tetapi dari sudut pandang ilmiah, gelang itu merupakan salah satu objek paling menarik," ujarnya kepada AFP, menjelaskan bahwa gelang itu terbuat dari paduan emas yang tahan terhadap deformasi.
Emas dalam budaya Mesir kuno diyakini melambangkan "daging para dewa", sementara lapis lazuli, yang diimpor dari wilayah yang sekarang disebut Afghanistan, dikaitkan dengan "rambut para dewa".
Museum Mesir di Lapangan Tahrir saat ini menyimpan lebih dari 170.000 artefak, termasuk topeng pemakaman emas Raja Amenemope yang terkenal. Kehilangan ini terjadi hanya beberapa minggu sebelum peresmian Museum Agung Mesir yang dijadwalkan pada 1 November, sebuah proyek besar yang dipuji sebagai landmark budaya utama di bawah Presiden Abdel Fattah El-Sisi.
Di antara koleksi ikonis yang akan dipindahkan menjelang pembukaan museum baru tersebut adalah harta karun dari makam Firaun Tutankhamun.
Pada tahun 2021, Mesir juga menyelenggarakan prosesi penting yang memindahkan 22 mumi kerajaan, termasuk mumi Ramses II dan Ratu Hatshepsut, ke Museum Peradaban Mesir di Kairo Lama - bagian dari upaya negara tersebut untuk memperkuat infrastruktur museum dan mendorong sektor pariwisata.
BACA JUGA - Ilmuwan Berhasil Ungkap Bentuk Wajah Firaun Ramses
Gelang tersebut digambarkan sebagai gelang emas berhiaskan "manik-manik bulat lapis lazuli" yang diyakini berasal dari masa pemerintahan Firaun Amenemope dari Dinasti ke-21 Mesir.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan kemarin, kementerian tidak menyebutkan kapan artefak tersebut terakhir terlihat.
Media lokal melaporkan bahwa kehilangan tersebut baru ditemukan beberapa hari yang lalu saat inventarisasi menjelang pameran Harta Karun Firaun yang dijadwalkan digelar di Roma pada akhir Oktober.
Kementerian juga mengumumkan bahwa penyelidikan internal telah dibuka, dan unit-unit purbakala di seluruh bandara, pelabuhan, dan perbatasan darat di Mesir telah diberitahu mengenai kasus ini.
Kementerian menambahkan bahwa pengumuman publik ditunda agar penyelidikan dapat dilanjutkan, sementara pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh koleksi laboratorium sedang dilakukan.
Ahli Mesir Kuno Jean Guillaume Olette-Pelletier mengatakan gelang itu ditemukan di Tanis, di Delta Nil timur, di makam Raja Psusennes I, tempat Amenemope dimakamkan kembali setelah makam aslinya dijarah.
"Gelang itu bukan yang terindah, tetapi dari sudut pandang ilmiah, gelang itu merupakan salah satu objek paling menarik," ujarnya kepada AFP, menjelaskan bahwa gelang itu terbuat dari paduan emas yang tahan terhadap deformasi.
Emas dalam budaya Mesir kuno diyakini melambangkan "daging para dewa", sementara lapis lazuli, yang diimpor dari wilayah yang sekarang disebut Afghanistan, dikaitkan dengan "rambut para dewa".
Museum Mesir di Lapangan Tahrir saat ini menyimpan lebih dari 170.000 artefak, termasuk topeng pemakaman emas Raja Amenemope yang terkenal. Kehilangan ini terjadi hanya beberapa minggu sebelum peresmian Museum Agung Mesir yang dijadwalkan pada 1 November, sebuah proyek besar yang dipuji sebagai landmark budaya utama di bawah Presiden Abdel Fattah El-Sisi.
Di antara koleksi ikonis yang akan dipindahkan menjelang pembukaan museum baru tersebut adalah harta karun dari makam Firaun Tutankhamun.
Pada tahun 2021, Mesir juga menyelenggarakan prosesi penting yang memindahkan 22 mumi kerajaan, termasuk mumi Ramses II dan Ratu Hatshepsut, ke Museum Peradaban Mesir di Kairo Lama - bagian dari upaya negara tersebut untuk memperkuat infrastruktur museum dan mendorong sektor pariwisata.
(wbs)
Lihat Juga :