Drama di Balik Kacamata Canggih Meta: Beli Nama Ray-Ban dengan Investasi Rp51 Triliun Setelah Ditolak Mentah-mentah

Rabu, 17 September 2025 - 13:27 WIB
loading...
Drama di Balik Kacamata...
Bocoran Ray-Ban Meta terbaru yang kabarnya akan dilengkapi head up display (HUD). Foto: ist
A A A
SILLICON VALLEY - Sebuah "kecelakaan" kecil di kanal YouTube Meta membocorkan salah satu rahasia terbesar Silicon Valley, sehari sebelum acara tahunan termegah mereka, Meta Connect 2025, digelar.

Sebuah video yang tak sengaja bocor ke publik telah mengungkap seluruh jajaran kacamata pintar terbaru mereka, termasuk sang bintang utama: kacamata canggih dengan Heads-Up Display (HUD).

Namun, kejutan terbesarnya bukanlah pada teknologinya, melainkan pada logo ikonik yang tersemat di gagangnya: Ray-Ban.

Bagi para pengamat industri, ini adalah plot twist dramatis. Sebab, laporan sebelumnya menyebutkan bahwa Ray-Ban, melalui perusahaan induknya EssilorLuxottica, telah menolak mentah-mentah proyek ini karena menganggap desain kacamata Meta terlalu tebal dan kaku.

Lalu, bagaimana Meta berhasil mengubah penolakan menjadi kemitraan? Jawabannya adalah sebuah manuver korporat raksasa: uang.

Membeli Gengsi dengan Investasi Triliunan
Drama di Balik Kacamata Canggih Meta: Beli Nama Ray-Ban dengan Investasi Rp51 Triliun Setelah Ditolak Mentah-mentah

Di balik layar, terungkap bahwa Meta telah menyuntikkan dana investasi sebesar Rp51 triliun untuk membeli 3 persen saham di EssilorLuxottica, dengan potensi penambahan hingga 5 persen.

Langkah ini secara efektif memberi Meta "hak suara" yang lebih besar, mengubah EssilorLuxottica dari mitra yang skeptis menjadi partner yang tak bisa menolak.

Jika Anda tidak bisa meyakinkan mereka dengan desain, yakinkan mereka dengan uang. Inilah kisah di balik lahirnya "Meta Ray-Ban Display".

Mengintip Masa Depan Lewat Lensa 'Bocoran'
Drama di Balik Kacamata Canggih Meta: Beli Nama Ray-Ban dengan Investasi Rp51 Triliun Setelah Ditolak Mentah-mentah

Terlepas dari drama di baliknya, teknologi yang bocor ini memang menjanjikan lompatan ke masa depan. Mari kita bedah apa yang terungkap dari video tersebut:

Bukan Kacamata AR Sejati: Perlu dicatat, ini bukanlah Augmented Reality (AR) sejati yang memproyeksikan grafis 3D ke dunia nyata. Ini adalah sebuah HUD monokular, layar transparan kecil yang hanya bisa dilihat oleh mata kanan.

Kontrol Gerakan Jari Ajaib: Perangkat ini dikendalikan oleh sebuah gelang canggih sEMG yang mampu membaca sinyal saraf dari pergelangan tangan Anda. Video tersebut menunjukkan pengguna mampu "mengetik" pesan hanya dengan menggesekkan jarinya di atas permukaan meja.

Fungsi Utama: Kacamata ini dirancang untuk menampilkan informasi cepat seperti notifikasi, navigasi pejalan kaki, dan berinteraksi dengan Meta AI.

Harga: Menurut laporan Bloomberg, perangkat ini akan dibanderol dengan harga mulai USD800 (sekitar Rp12,8 juta).

Pertaruhan Besar Bernama Gaya

Langkah Meta untuk "memaksa" kemitraan dengan Ray-Ban ini adalah pertaruhan yang sangat diperhitungkan. Meta sadar betul bahwa sehebat apa pun teknologinya, perangkat wearable akan gagal total jika tidak terlihat modis dan keren. Sejarah telah membuktikannya.

Dengan menempelkan logo Ray-Ban, Meta mendapatkan jalan pintas instan menuju kredibilitas fesyen, penerimaan konsumen, dan akses ke ribuan toko ritel EssilorLuxottica di seluruh dunia.

Namun di sisi lain, ini juga menunjukkan kelemahan. Meta harus mengeluarkan dana triliunan rupiah untuk menutupi kekurangan pada desain perangkatnya—yang dengan bobot 70 gram terasa lebih berat dari Ray-Ban Meta biasa (50 gram)—yang awalnya dianggap tidak layak oleh mitranya sendiri.

Kini, seluruh dunia menanti panggung utama Meta Connect yang akan digelar besok pagi waktu Indonesia. Rahasia terbesarnya mungkin telah terbongkar, namun drama di baliknya justru membuat acara ini semakin menarik untukdisaksikan.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Meta Hadirkan Kembali...
Meta Hadirkan Kembali Facebook Creator Studio Berbasis AI
Meta Menemukan Tambang...
Meta Menemukan Tambang Emas Baru
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Menkomdigi: Meta Patuh...
Menkomdigi: Meta Patuh terhadap PP Tunas, Google Dapat Surat Teguran
PP Tunas Tak Dipatuhi,...
PP Tunas Tak Dipatuhi, Google dan Meta Dipanggil Komdigi
Pimpin Sidak Kantor...
Pimpin Sidak Kantor Meta, Menkomdigi Beri Ultimatum atas Pembiaran Konten Disinformasi
Rekomendasi
Larangan dan Sanksi...
Larangan dan Sanksi MPLS 2026, Atribut Tidak Relevan hingga Pungutan Biaya Dilarang
Kenapa CEO Honda Toshihiro...
Kenapa CEO Honda Toshihiro Mibe Minta Maaf ke Pemegang Saham?
Pekebun Sawit di Bengkulu...
Pekebun Sawit di Bengkulu Selatan Dilatih Budidaya dan Pemetaan Modern
Berita Terkini
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
AI for Life: Ketika...
AI for Life: Ketika Kampus Mulai Bicara Etika, Bukan Sekadar Teknologi
Bot Judi Online Kini...
Bot Judi Online Kini Lebih Canggih: Deteksi Konten Viral, Langsung Banjiri Ribuan Komentar
Top Up Game di VCGamers...
Top Up Game di VCGamers Dijamin Murah, Aman dan Cepat
Ilmuwan Temukan Antivirus...
Ilmuwan Temukan Antivirus untuk Manusia di Dasar Laut
Fosil Terlupakan selama...
Fosil Terlupakan selama 40 Tahun Ternyata Dinosaurus Pertama Antartika
Infografis
Klub Sepak Bola dengan...
Klub Sepak Bola dengan Nama Terbaik dan Teraneh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved