Debat Sengit Para Ilmuwan, 3I/ATLAS Adalah Komet Raksasa atau Pesawat Alien?
Selasa, 16 September 2025 - 10:29 WIB
loading...
Ditemukan pada 1 Juli 2025, benda angkasa 3I/ATLAS melaju dengan kecepatan dahsyat 209.000 km/jam. Foto: ist
A
A
A
AMERIKA - Sebuah benda asing tengah melesat menembus tata surya kita. Namanya 3I/ATLAS, musafir misterius dari jurang antar bintang, pengunjung ketiga dari dunia lain yang pernah terdeteksi oleh umat manusia.
Ditemukan pada 1 Juli 2025, ia melaju dengan kecepatan dahsyat 209.000 km/jam.
Kehadirannya menyalakan perdebatan sengit yang membelah komunitas ilmiah dunia. Di satu sisi, NASA dan mayoritas astronom meyakini ia hanyalah sebuah komet es raksasa yang tidak berbahaya.
Namun di sisi lain, profesor fisika terkemuka dari Universitas Harvard, Avi Loeb, menyuarakan sebuah kemungkinan yang jauh lebih fantastis dan mengerikan: 3I/ATLAS bisa jadi adalah sebuah "induk pesawat alien" yang sedang menuju ke arah kita.
Ia menunjuk pada orbitnya yang terbalik dan lintasannya yang selaras dengan jalur Bumi sebagai sesuatu yang sangat langka.
Ukurannya pun menjadi sorotan. Loeb memperkirakan lebarnya bisa mencapai 19 km, ukuran yang luar biasa besar untuk sebuah komet antar bintang. Sebagai perbandingan, perkiraan NASA menggunakan Teleskop Luar Angkasa Hubble jauh lebih kecil, sekitar 5,6 km.
Peringatan Loeb pun terdengar seperti adegan dari film fiksi ilmiah. Ia berteori bahwa saat 3I/ATLAS bergerak di belakang Matahari pada akhir Oktober nanti, ia bisa memanfaatkan posisi tersembunyi itu untuk menyebarkan wahana pengintai atau bahkan senjata.
Ia bahkan menghitung adanya potensi "perjumpaan" dengan Bumi antara 21 November hingga 5 Desember 2025.
“Bisa jadi ia datang untuk menyelamatkan kita atau menghancurkan kita," ujar Loeb dengan dramatis. "Kita lebih baik bersiap untuk kedua kemungkinan."
Gambar dari Hubble menunjukkan ia mengeluarkan gas dan debu saat dipanaskan Matahari, perilaku khas dari benda es. NASA menegaskan, ia tidak menimbulkan bahaya bagi Bumi dan akan melintas pada jarak terdekat 273 juta km.
Sikap yang lebih pedas datang dari astrofisikawan Oxford, Chris Lintott, yang menyebut teori Loeb sebagai "omong kosong belaka" dan sebuah "penghinaan terhadap kerja keras luar biasa yang sedang dilakukan untuk memahami objek ini."
Bentuknya yang aneh seperti cerutu dan kemampuannya berakselerasi menjauhi Matahari tanpa mengeluarkan ekor gas yang terlihat membuat Loeb pertama kali mengusulkan bahwa ia bisa jadi adalahwahanaalien.
Ditemukan pada 1 Juli 2025, ia melaju dengan kecepatan dahsyat 209.000 km/jam.
Kehadirannya menyalakan perdebatan sengit yang membelah komunitas ilmiah dunia. Di satu sisi, NASA dan mayoritas astronom meyakini ia hanyalah sebuah komet es raksasa yang tidak berbahaya.
Namun di sisi lain, profesor fisika terkemuka dari Universitas Harvard, Avi Loeb, menyuarakan sebuah kemungkinan yang jauh lebih fantastis dan mengerikan: 3I/ATLAS bisa jadi adalah sebuah "induk pesawat alien" yang sedang menuju ke arah kita.
Argumen Sang Profesor Harvard
Bagi Profesor Avi Loeb, kepala Proyek Galileo di Harvard, terlalu banyak kebetulan yang aneh pada 3I/ATLAS untuk bisa diabaikan.Ia menunjuk pada orbitnya yang terbalik dan lintasannya yang selaras dengan jalur Bumi sebagai sesuatu yang sangat langka.
Ukurannya pun menjadi sorotan. Loeb memperkirakan lebarnya bisa mencapai 19 km, ukuran yang luar biasa besar untuk sebuah komet antar bintang. Sebagai perbandingan, perkiraan NASA menggunakan Teleskop Luar Angkasa Hubble jauh lebih kecil, sekitar 5,6 km.
Peringatan Loeb pun terdengar seperti adegan dari film fiksi ilmiah. Ia berteori bahwa saat 3I/ATLAS bergerak di belakang Matahari pada akhir Oktober nanti, ia bisa memanfaatkan posisi tersembunyi itu untuk menyebarkan wahana pengintai atau bahkan senjata.
Ia bahkan menghitung adanya potensi "perjumpaan" dengan Bumi antara 21 November hingga 5 Desember 2025.
“Bisa jadi ia datang untuk menyelamatkan kita atau menghancurkan kita," ujar Loeb dengan dramatis. "Kita lebih baik bersiap untuk kedua kemungkinan."
Bantahan Keras dari NASA
Tentu saja, teori radikal ini mendapat bantahan keras dari kubu ilmuwan arus utama. Para peneliti NASA menepis kemungkinan tersebut. Tom Statler, ilmuwan utama badan antariksa AS untuk benda-benda kecil, menyatakan bahwa semua data yang terkumpul sejauh ini secara konsisten menunjuk pada karakteristik sebuah komet alami.Gambar dari Hubble menunjukkan ia mengeluarkan gas dan debu saat dipanaskan Matahari, perilaku khas dari benda es. NASA menegaskan, ia tidak menimbulkan bahaya bagi Bumi dan akan melintas pada jarak terdekat 273 juta km.
Sikap yang lebih pedas datang dari astrofisikawan Oxford, Chris Lintott, yang menyebut teori Loeb sebagai "omong kosong belaka" dan sebuah "penghinaan terhadap kerja keras luar biasa yang sedang dilakukan untuk memahami objek ini."
Gema dari Masa Lalu: Oumuamua
Ini bukanlah pertama kalinya Profesor Loeb menyuarakan teori kontroversial. Debat serupa pernah meledak pada 2017 saat pengunjung antar bintang pertama, 1I/‘Oumuamua, melintas.Bentuknya yang aneh seperti cerutu dan kemampuannya berakselerasi menjauhi Matahari tanpa mengeluarkan ekor gas yang terlihat membuat Loeb pertama kali mengusulkan bahwa ia bisa jadi adalahwahanaalien.
(dan)
Lihat Juga :