Doku Travel Fest 2025 Dimulai Besok (9.9), Gandeng Mitra UKM dan Kuliner
Senin, 08 September 2025 - 11:13 WIB
loading...
Travel Fest adalah strategi Doku dalam merajut ekosistem ekonomi digital. Tampak Himelda Renuat, Co-Founder dan Chief Marketing Officer Doku menunjukkan QR Code ke konsumen. Foto: Doku
A
A
A
JAKARTA - Di tengah masifnya gairah masyarakat untuk bepergian dan "healing", festival belanja digital Doku Travel Fest (DTF) 2025 kembali digelar dengan skala lebih ambisius.
Di balik tajuk dan slogan menariknya, "Healing Tetap Jalan, Pakai Promo Andalan," tersimpan strategi jitu: upaya mempercepat adopsi pembayaran digital dan merangkul lebih banyak pelaku usaha ke dalam sebuah ekosistem.
Acara puncak festival ini akan dimulai besok, memanfaatkan momentum tanggal kembar 9 September (9.9), dan akan berlangsung selama sebulan penuh hingga 10 Oktober (10.10).
Ini bukan sekadar pesta diskon, melainkan mesin pendorong yang dirancang Doku, salah satu pemain utama di industri pembayaran digital, untuk menstimulasi transaksi bagi para mitranya.
"Tahun lalu program DTF ini berkontribusi mendorong pertumbuhan transaksi, di mana sekitar 79% merchant yang berpartisipasi (mengalami peningkatan) hingga 20% selama periode program berlangsung," ungkap Himelda.
Angka tersebut menjadi daya tarik utama bagi para pelaku usaha. Bagi Doku, festival ini adalah cara untuk membuktikan nilai platform mereka: bergabung dengan ekosistem Doku berarti mendapatkan akses ke basis konsumen yang lebih luas dan potensi lonjakan penjualan yang signifikan.
Bagi para merchant, ini adalah kesempatan emas untuk menjaring pelanggan baru di tengah momentum belanja yang tinggi.
Lebih dari Sekadar Tiket Pesawat dan Hotel
Analisis terhadap penyelenggaraan tahun ini menunjukkan ambisi DOKU yang lebih besar. DTF 2025 tidak lagi hanya berfokus pada industri perjalanan. DOKU secara strategis memperluas jangkauannya dengan menggandeng mitra dari sektor kuliner, asuransi, kecantikan (beauty), hingga F&B.
Langkah ini menandakan visi Doku untuk menjadi solusi pembayaran terintegrasi untuk seluruh aspek gaya hidup, bukan hanya untuk liburan. Demi mempermudah konsumen dan memberikan panggung bagi usaha kecil, Doku bahkan mengkategorikan para mitranya ke dalam empat kelompok unik:
Sobat Jelajah: Menyoroti kuliner dan perlengkapan travel dari jenama lokal.
Sobat Gaspol: Fokus pada agen perjalanan dan transportasi.
Sobat Jalan: Menawarkan pengalaman wisata dan tiket taman hiburan.
Sobat Santai: Pilihan akomodasi dan hotel.
Himelda mengatakan, dengan mengikutsertakan merchant Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam kategori-kategori ini, Doku secara aktif mendorong inklusivitas dalam ekosistemnya, memastikan bahwa bukan hanya pemain besar yang diuntungkan dari festival digital ini.
Selain itu, dengan menggelar acara pembuka secara offline di KAI Expo pada awal Agustus, Doku berhasil membangun antisipasi dan menjalin interaksi langsung dengan konsumen sebelum meluncurkan serangan promo utamanya di dunia maya.
Pada akhirnya, Doku Travel Fest adalah studi kasus menarik tentang bagaimana sebuah perusahaan teknologi finansial dapat berperan lebih dari sekadar pemroses transaksi.
Dengan menjadi fasilitator dan inisiator, Doku tidak hanya menunggu bola, tetapi secara proaktif menciptakan panggung di mana para mitra bisnisnya bisa bertumbuh, sekaligus mendorong masyarakat luas untuk semakin terbiasa dan nyaman bertransaksisecaradigital.
Di balik tajuk dan slogan menariknya, "Healing Tetap Jalan, Pakai Promo Andalan," tersimpan strategi jitu: upaya mempercepat adopsi pembayaran digital dan merangkul lebih banyak pelaku usaha ke dalam sebuah ekosistem.
Acara puncak festival ini akan dimulai besok, memanfaatkan momentum tanggal kembar 9 September (9.9), dan akan berlangsung selama sebulan penuh hingga 10 Oktober (10.10).
Ini bukan sekadar pesta diskon, melainkan mesin pendorong yang dirancang Doku, salah satu pemain utama di industri pembayaran digital, untuk menstimulasi transaksi bagi para mitranya.
Mesin yang Terbukti Efektif
Strategi ini bukanlah pertaruhan buta. Doku telah memiliki bukti nyata dari penyelenggaraan tahun sebelumnya. Himelda Renuat, Co-Founder dan Chief Marketing Officer Doku, mengungkapkan data keberhasilan yang menjadi fondasi optimisme tahun ini."Tahun lalu program DTF ini berkontribusi mendorong pertumbuhan transaksi, di mana sekitar 79% merchant yang berpartisipasi (mengalami peningkatan) hingga 20% selama periode program berlangsung," ungkap Himelda.
Angka tersebut menjadi daya tarik utama bagi para pelaku usaha. Bagi Doku, festival ini adalah cara untuk membuktikan nilai platform mereka: bergabung dengan ekosistem Doku berarti mendapatkan akses ke basis konsumen yang lebih luas dan potensi lonjakan penjualan yang signifikan.
Bagi para merchant, ini adalah kesempatan emas untuk menjaring pelanggan baru di tengah momentum belanja yang tinggi.
Lebih dari Sekadar Tiket Pesawat dan Hotel
![Doku Travel Fest 2025 Dimulai Besok (9.9), Gandeng Mitra UKM dan Kuliner]()
Analisis terhadap penyelenggaraan tahun ini menunjukkan ambisi DOKU yang lebih besar. DTF 2025 tidak lagi hanya berfokus pada industri perjalanan. DOKU secara strategis memperluas jangkauannya dengan menggandeng mitra dari sektor kuliner, asuransi, kecantikan (beauty), hingga F&B..jpg)
Langkah ini menandakan visi Doku untuk menjadi solusi pembayaran terintegrasi untuk seluruh aspek gaya hidup, bukan hanya untuk liburan. Demi mempermudah konsumen dan memberikan panggung bagi usaha kecil, Doku bahkan mengkategorikan para mitranya ke dalam empat kelompok unik:
Sobat Jelajah: Menyoroti kuliner dan perlengkapan travel dari jenama lokal.
Sobat Gaspol: Fokus pada agen perjalanan dan transportasi.
Sobat Jalan: Menawarkan pengalaman wisata dan tiket taman hiburan.
Sobat Santai: Pilihan akomodasi dan hotel.
Himelda mengatakan, dengan mengikutsertakan merchant Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam kategori-kategori ini, Doku secara aktif mendorong inklusivitas dalam ekosistemnya, memastikan bahwa bukan hanya pemain besar yang diuntungkan dari festival digital ini.
Momentum 'Tanggal Kembar' dan Strategi Hibrida
Pemilihan waktu penyelenggaraan dari 9.9 hingga 10.10 bukanlah kebetulan. Menurut Himelda, Doku menunggangi gelombang kebiasaan belanja konsumen Indonesia yang telah terkondisi untuk berburu promo pada tanggal kembar.Selain itu, dengan menggelar acara pembuka secara offline di KAI Expo pada awal Agustus, Doku berhasil membangun antisipasi dan menjalin interaksi langsung dengan konsumen sebelum meluncurkan serangan promo utamanya di dunia maya.
Pada akhirnya, Doku Travel Fest adalah studi kasus menarik tentang bagaimana sebuah perusahaan teknologi finansial dapat berperan lebih dari sekadar pemroses transaksi.
Dengan menjadi fasilitator dan inisiator, Doku tidak hanya menunggu bola, tetapi secara proaktif menciptakan panggung di mana para mitra bisnisnya bisa bertumbuh, sekaligus mendorong masyarakat luas untuk semakin terbiasa dan nyaman bertransaksisecaradigital.
(dan)
Lihat Juga :