Sang Penenun Mitos: Kisah di Balik Liang Wenfeng, Sosok No. 1 di Daftar TIME 100 AI

Sabtu, 06 September 2025 - 12:39 WIB
loading...
Sang Penenun Mitos:...
Liang Wenfeng dianggap sebagai sosok no 1 paling berpengaruh di kecerdasan buatan oleh majalah TIME. Foto: ist
A A A
CHINA - Pada 20 Januari 2025, tepat di hari inaugurasi Presiden Trump pria bernama Liang Wenfeng, CEO dari startup AI DeepSeek, melepaskan sebuah model AI bernama R1.

Ini bukanlah sekadar produk baru; ini adalah pernyataan perang, model AI open-weight (dengan cetak biru yang bisa diakses publik) pertama yang berani menantang raksasa Amerika, OpenAI.

Kecerdasan Liang dalam memainkan momentum terasa begitu tajam. Tepat di hari peluncuran itu, ia menjadi satu dari hanya sembilan orang terpilih yang diundang untuk berbicara di sebuah simposium tertutup yang dipimpin langsung oleh Perdana Menteri China, Li Qiang.

Kombinasi dua peristiwa ini—terobosan teknologi dan pengakuan politik tingkat tinggi—menciptakan sebuah narasi yang tak terbantahkan: China, dengan kekuatan yang dipersepsikan jauh lebih kecil, telah berhasil menyamai pencapaian terbaik Amerika. Narasi inilah yang melambungkan nama Liang Wenfeng ke puncak daftar TIME 100 AI.

Guncangan USD1 Triliun dari Mitos USD6 Juta

Dunia pun terperangah. Media global dengan cepat menyoroti biaya pengembangan R1 yang diklaim hanya sebesar USD6 juta. Angka ini menjadi senjata naratif yang sangat efektif, terutama jika dibandingkan dengan proyek-proyek ambisius Amerika seperti Project Stargate milik OpenAI yang kabarnya menelan biaya hingga USD500 miliar.

Efeknya seketika. Para investor yang panik langsung melepas saham-saham teknologi Amerika, termasuk Nvidia.

Dalam waktu singkat, pasar saham mengalami kejatuhan mengejutkan senilai USD1 triliun. Liang, yang berasal dari sebuah desa di China Selatan dan baru dua tahun membangun DeepSeek dari perusahaan dagangnya, telah berhasil mengguncang Wall Street dari Beijing.

Ini bukanlah manuver pertamanya. Beberapa bulan sebelumnya, ia telah memicu perang harga brutal di pasar domestik China.

Perusahaannya merilis model bahasa dengan harga yang sangat rendah, memaksa raksasa teknologi seperti Baidu dan Alibaba untuk memangkas tarif mereka lebih dari 95%.

Membongkar Mesin Narasi

Namun, di balik kisah heroik seorang underdog ini, ada analisis lebih dalam. Narasi "USD6 juta" yang begitu memukau ternyata adalah sebuah kebenaran yang tidak lengkap.

Firma riset SemiAnalysis mengungkap bahwa angka tersebut tidak memperhitungkan biaya masif sekitar USD1,6 miliar yang telah digelontorkan DeepSeek untuk membangun infrastruktur komputasi atau "pabrik AI"-nya.

Angka itu juga mengabaikan gaji fantastis para peneliti topnya yang dilaporkan mencapai tujuh digit dolar.

Lebih dari itu, hiruk pikuk media seolah sengaja melupakan fakta krusial lainnya: sebulan sebelum R1 diluncurkan, Google DeepMind sebenarnya telah merilis model AI dengan performa serupa dengan biaya yang bahkan lebih rendah. Ini menunjukkan tren global bahwa biaya pengembangan AI sejatinya terus menurun.

Pada akhirnya, kejeniusan Liang Wenfeng yang menempatkannya di puncak daftar TIME bukanlah semata-mata karena teknologi yang ia ciptakan.

Kekuatan terbesarnya terletak pada kemampuannya sebagai seorang "penenun mitos"—seorang ahli strategi yang mampu merangkai narasi, memanfaatkan momentum, dan menciptakan cerita yang begitu kuat hingga mampu membuat para pesaingnya tersudut dan menggerakkanpasarglobal.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
Penggunaan AI Melesat...
Penggunaan AI Melesat Sebabkan Harga Mobil Naik Signifikan
Kecerdasan Buatan Merambah...
Kecerdasan Buatan Merambah Industri Asuransi, Hanwha Life Perkenalkan AI Financial Advisor
IMF Peringatkan AI Bisa...
IMF Peringatkan AI Bisa Bobol Sistem Perbankan Dunia dalam Hitungan Detik!
Rekomendasi
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Rahasia Kelam di Balik...
Rahasia Kelam di Balik Vila Terpencil dalam Microdrama The Villa Girl's Secret V+Short
Pernikahan Jennifer...
Pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner Digarap EO Milik Thariq Halilintar
Berita Terkini
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Industri, Hypernet Technologies Perkokoh Kemitraan Strategis di Bravo 500 Summit 2026
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Mengapa iPhone 11 Masih...
Mengapa iPhone 11 Masih Didukung iOS 27? Ini Jawabannya
Infografis
Daftar 19 Pemain Timnas...
Daftar 19 Pemain Timnas Futsal Indonesia di 4Nations World Series
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved