Robot Canggih Bermunculan, Melania Trump Serukan Persiapan Dini Sambut Era AI
Jum'at, 05 September 2025 - 14:28 WIB
loading...
Melania Trump. FOTO/ ABC News
A
A
A
NEW YORK - Dalam penampilan publik yang langka, Melania menyatakan "robot telah hadir" dan mendesak pendekatan yang bijaksana terhadap teknologi kecerdasan buatan.
Pertemuan Gugus Tugas Pendidikan AI menyoroti peran Melania sebagai suara kebijakan, melanjutkan warisan "Jadilah yang Terbaik" dengan fokus baru pada keamanan digital.
Melania mencetak sejarah dengan menandatangani undang-undang bipartisan tentang citra intim dan dipandang sebagai tokoh kebijakan dalam pemerintahan Trump, bukan sekadar tokoh simbolis.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan Gugus Tugas Pendidikan AI, sebuah inisiatif pemerintahan Presiden Donald Trump untuk membentuk kebijakan pendidikan bagi kaum muda dalam menghadapi era kecerdasan buatan yang semakin mendominasi kehidupan sehari-hari.
“Masa depan bukan lagi fiksi ilmiah,” ujar Melania, menekankan bahwa teknologi seperti mobil tanpa pengemudi, robot bedah, dan drone militer kini telah menjadi kenyataan sehari-hari.
Ia menyerukan agar pendekatan terhadap AI dilakukan dengan “pengawasan yang bijaksana, seperti kita membimbing anak-anak kita sendiri.”
Pertemuan tersebut dihadiri oleh pejabat kabinet, perwakilan dari perusahaan teknologi seperti Google dan IBM, serta Menteri Pendidikan Linda McMahon.
Tidak seperti acara pendidikan pada umumnya, tidak ada siswa yang hadir – sebuah pendekatan yang dianggap simbolis dari fokus Melania yang lebih strategis dan berorientasi pada kebijakan.
Kehadirannya menandai perubahan signifikan dalam peran Melania sebagai Ibu Negara.
Setelah tidak terlalu menonjolkan diri selama kampanye pemilu 2024, ia kini menjadi lebih aktif dalam isu-isu kebijakan, terutama yang melibatkan anak-anak dan teknologi.
Ini juga melanjutkan warisan inisiatif "Be the Best" yang diperkenalkan selama masa jabatan pertama Trump, dengan fokus baru pada keamanan digital dan kesejahteraan kaum muda.
Melania juga memainkan peran kunci dalam penyusunan 'Take It Down Act', sebuah undang-undang bipartisan yang akan melarang distribusi gambar intim—baik asli maupun hasil rekayasa AI—tanpa persetujuan.
Ia mengukir sejarah dengan menjadi Ibu Negara pertama yang menandatangani rancangan undang-undang bersama Presiden di panggung resmi.
Para pengamat politik menggambarkan pendekatan Melania sebagai sesuatu yang tidak biasa dan berani.
“Ini bukan berasal dari perspektif keibuan atau simbolis, melainkan dari perspektif kebijakan dan perlindungan,” kata Dr. Einav Rabinovitch-Fox dari Case Western Reserve University.
Dengan semakin besarnya pengaruhnya dalam pemerintahan Trump, Melania kini tidak hanya dipandang sebagai figur protokoler, tetapi juga sebagai suara yang membentuk kebijakan terkait teknologi dan perlindungan anak.
Dalam apa yang ia sebut sebagai era AI yang “primitif”, ia menyerukan agar Amerika bertindak lebih awal.
Pertemuan Gugus Tugas Pendidikan AI menyoroti peran Melania sebagai suara kebijakan, melanjutkan warisan "Jadilah yang Terbaik" dengan fokus baru pada keamanan digital.
Melania mencetak sejarah dengan menandatangani undang-undang bipartisan tentang citra intim dan dipandang sebagai tokoh kebijakan dalam pemerintahan Trump, bukan sekadar tokoh simbolis.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan Gugus Tugas Pendidikan AI, sebuah inisiatif pemerintahan Presiden Donald Trump untuk membentuk kebijakan pendidikan bagi kaum muda dalam menghadapi era kecerdasan buatan yang semakin mendominasi kehidupan sehari-hari.
“Masa depan bukan lagi fiksi ilmiah,” ujar Melania, menekankan bahwa teknologi seperti mobil tanpa pengemudi, robot bedah, dan drone militer kini telah menjadi kenyataan sehari-hari.
Ia menyerukan agar pendekatan terhadap AI dilakukan dengan “pengawasan yang bijaksana, seperti kita membimbing anak-anak kita sendiri.”
Pertemuan tersebut dihadiri oleh pejabat kabinet, perwakilan dari perusahaan teknologi seperti Google dan IBM, serta Menteri Pendidikan Linda McMahon.
Tidak seperti acara pendidikan pada umumnya, tidak ada siswa yang hadir – sebuah pendekatan yang dianggap simbolis dari fokus Melania yang lebih strategis dan berorientasi pada kebijakan.
Kehadirannya menandai perubahan signifikan dalam peran Melania sebagai Ibu Negara.
Setelah tidak terlalu menonjolkan diri selama kampanye pemilu 2024, ia kini menjadi lebih aktif dalam isu-isu kebijakan, terutama yang melibatkan anak-anak dan teknologi.
Ini juga melanjutkan warisan inisiatif "Be the Best" yang diperkenalkan selama masa jabatan pertama Trump, dengan fokus baru pada keamanan digital dan kesejahteraan kaum muda.
Melania juga memainkan peran kunci dalam penyusunan 'Take It Down Act', sebuah undang-undang bipartisan yang akan melarang distribusi gambar intim—baik asli maupun hasil rekayasa AI—tanpa persetujuan.
Ia mengukir sejarah dengan menjadi Ibu Negara pertama yang menandatangani rancangan undang-undang bersama Presiden di panggung resmi.
Para pengamat politik menggambarkan pendekatan Melania sebagai sesuatu yang tidak biasa dan berani.
“Ini bukan berasal dari perspektif keibuan atau simbolis, melainkan dari perspektif kebijakan dan perlindungan,” kata Dr. Einav Rabinovitch-Fox dari Case Western Reserve University.
Dengan semakin besarnya pengaruhnya dalam pemerintahan Trump, Melania kini tidak hanya dipandang sebagai figur protokoler, tetapi juga sebagai suara yang membentuk kebijakan terkait teknologi dan perlindungan anak.
Dalam apa yang ia sebut sebagai era AI yang “primitif”, ia menyerukan agar Amerika bertindak lebih awal.
(wbs)
Lihat Juga :