Di Balik Tombol Call yang Mati: 4 Negara yang Membungkam WhatsApp dan Alasan Sesungguhnya

Rabu, 03 September 2025 - 18:00 WIB
loading...
Di Balik Tombol Call...
Negara-negara yang memblokir WhatsApp menarik untuk diketahui dan dipahami alasan dibaliknya. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Bagi lebih dari dua miliar orang di planet ini, WhatsApp adalah urat nadi kehidupan digital. Ia adalah ruang keluarga, kantor, sekaligus alun-alun tempat bertukar kabar.

Namun, di beberapa sudut dunia, aplikasi yang sama justru dipandang sebagai ancaman berbahaya—sebuah "pintu belakang" yang harus ditutup rapat-rapat oleh negara.

Meskipun terdengar sepele, keputusan sebuah negara untuk memblokir fitur panggilan suara (call) atau bahkan seluruh aplikasi WhatsApp adalah sebuah jendela yang membuka pemandangan suram tentang bagaimana kekuasaan, ekonomi, dan kontrol informasi bekerja di era modern.

'Dosa' Terbesar WhatsApp: Enkripsi yang Melindungi Privasi

Apa "dosa" terbesar WhatsApp di mata para penguasa ini? Jawabannya terletak pada satu fitur yang menjadi kekuatan sekaligus kelemahannya: enkripsi ujung-ke-ujung (end-to-end encryption).

Secara sederhana, fitur ini berarti setiap pesan, foto, atau panggilan suara yang Anda kirimkan dikunci secara digital, dan hanya bisa dibuka oleh Anda dan si penerima. Bagi kita, ini adalah jaminan privasi. Namun bagi rezim yang terobsesi dengan kontrol, ini adalah sebuah mimpi buruk. Mereka tidak bisa lagi dengan mudah mengintip percakapan warganya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
WhatsApp Kembangkan...
WhatsApp Kembangkan Fitur Pesan Selamat Datang Otomatis di Grup
Patut Dicontoh Indonesia,...
Patut Dicontoh Indonesia, Eropa Paksa Meta Bayar Karya Jurnalis yang Ditayangkan
Geger Layanan Berbayar...
Geger Layanan Berbayar WhatsApp Plus: Rp13 Ribu untuk Stiker dan Fitur Receh
10 Ucapan Sumpah Pemuda...
10 Ucapan Sumpah Pemuda untuk Dibagikan di Grup WhatsApp Keluarga dan Kantor
Nomor HP Said Iqbal...
Nomor HP Said Iqbal Disebar sebagai Adies Kadir: Itu Kan Teror
Instagram dan WhatsApp...
Instagram dan WhatsApp Arya Daru Sempat Aktif usai Meninggal, Padahal Polisi Bilang HP Hilang
Rekomendasi
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Presiden Prabowo: Selamat...
Presiden Prabowo: Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Berita Terkini
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
Mau Traveling Keluarga...
Mau Traveling Keluarga Lebih Menyenangkan? Ikuti 5 Tips ala Tika Nurjanah
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
Di Balik Pemblokiran...
Di Balik Pemblokiran AI Tercanggih Anthropic Fable 5: Berantem dengan Pemerintah AS
Ridho Sadewo Bongkar...
Ridho Sadewo Bongkar 7 Strategi Free Fire yang Bikin Peluang Booyah Lebih Besar
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved