Di Balik Tombol Call yang Mati: 4 Negara yang Membungkam WhatsApp dan Alasan Sesungguhnya

Rabu, 03 September 2025 - 18:00 WIB
loading...
A A A

3. Iran: Saklar 'On-Off' Politik

Nasib WhatsApp di Iran seperti sebuah saklar yang bisa dinyalakan dan dimatikan sesuai suhu politik. Saat gelombang protes dan kerusuhan politik memanas, pemerintah seringkali langsung "mematikan" akses ke WhatsApp dan platform lainnya untuk memutus koordinasi antar-demonstran. Meskipun saat ini pembatasan mulai longgar, akses tetap tidak stabil, memaksa warga untuk bermain kucing-kucingan dengan pemerintah menggunakan VPN.

4. Suriah: Senjata di Tengah Perang Informasi

Di negara yang tercabik-cabik oleh konflik, komunikasi terenkripsi dipandang sebagai senjata. Pemerintah Suriah secara ketat membatasi akses ke WhatsApp untuk mencegah koordinasi antar kelompok pemberontak dan mengontrol narasi informasi yang beredar. Seperti di Iran, VPN menjadi satu-satunya jalan tikus, namun tetap berada di bawah pengawasan ketat.

Pada akhirnya, peta pemblokiran WhatsApp adalah sebuah cerminan dari peta kebebasan digital dunia. Di mana tombol "Call" Anda berfungsi dengan lancar, di sanalah kemungkinan besar ide tentang privasi dan kebebasan berekspresi masih dihargai.

Dan di mana ia mati, di sanalah kemungkinan besar ada sebuah kekuasaan yang lebih memilih kontrol daripada percakapan.

M/GShofwatuzzahro
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
WhatsApp Kembangkan...
WhatsApp Kembangkan Fitur Pesan Selamat Datang Otomatis di Grup
Patut Dicontoh Indonesia,...
Patut Dicontoh Indonesia, Eropa Paksa Meta Bayar Karya Jurnalis yang Ditayangkan
Geger Layanan Berbayar...
Geger Layanan Berbayar WhatsApp Plus: Rp13 Ribu untuk Stiker dan Fitur Receh
10 Ucapan Sumpah Pemuda...
10 Ucapan Sumpah Pemuda untuk Dibagikan di Grup WhatsApp Keluarga dan Kantor
Nomor HP Said Iqbal...
Nomor HP Said Iqbal Disebar sebagai Adies Kadir: Itu Kan Teror
Instagram dan WhatsApp...
Instagram dan WhatsApp Arya Daru Sempat Aktif usai Meninggal, Padahal Polisi Bilang HP Hilang
Rekomendasi
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Rueibin Chen Ungkap...
Rueibin Chen Ungkap Alasan Pilih Musik Karya Brahms untuk Konser Eksklusif di Jakarta
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Berita Terkini
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi dan ESG, TelkomGroup Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk Masa Depan Digital
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Perkuat Transformasi...
Perkuat Transformasi Industri, Hypernet Technologies Perkokoh Kemitraan Strategis di Bravo 500 Summit 2026
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved