Babak Baru Pasar Kripto: Saat Ethereum Mulai Mengguncang Takhta Bitcoin
Kamis, 28 Agustus 2025 - 09:44 WIB
loading...
Dalam 30 hari terakhir, peta pertarungan berubah drastis. Saat Bitcoin harus rela terkoreksi -5,3%, Ethereum justru melesat nyaris 25%. Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Panggung pasar aset kripto tengah menyajikan drama menegangkan. Sang raja, Bitcoin (BTC), yang selama ini tak tergoyahkan, tampak mulai kehilangan momentumnya.
Di sisi lain, Ethereum (ETH), sang pangeran, justru menunjukkan taringnya dengan performa yang memukau. Data, Rabu (27/8/2025), merekam sebuah pergeseran kekuatan yang mungkin menjadi awal dari sebuah era baru.
Dalam 30 hari terakhir, peta pertarungan berubah drastis. Saat Bitcoin harus rela terkoreksi -5,3%, Ethereum justru melesat nyaris 25%.
Ini bukan sekadar fluktuasi harga biasa, melainkan pergeseran modal dan kepercayaan investor dalam skala besar.
Total kapitalisasi pasar aset kripto sendiri berhasil naik +2,85% menjadi USD3,81 triliun, sebuah sinyal bahwa uang tidak pergi, melainkan hanya berpindah alamat.
ETF Spot Bitcoin memang berhasil mencatatkan arus masuk bersih (net inflow) sebesar USD219 juta, pemulihan setelah minggu sebelumnya mengalami arus keluar besar-besaran. Fidelity (FBTC) dan BlackRock (IBIT) menjadi kontributor utama dengan total lebih dari USD128 juta.
Namun, angka tersebut seolah menjadi kerdil jika dibandingkan dengan apa yang terjadi pada ETF Spot Ethereum.
Dalam satu hari yang sama, produk investasi Ethereum berhasil menarik arus masuk bersih sebesar USD443,9 juta, lebih dari dua kali lipat jumlah yang diraih Bitcoin. Ini menandai hari ketiga berturut-turut bagi ETF Ethereum mencatatkan arus dana masuk positif, dengan BlackRock (ETHA) dan Fidelity (FETH) memimpin dengan total suntikan dana lebih dari USD402 juta.
Fenomena ini menggarisbawahi satu hal: uang besar dari para institusi mulai melihat Ethereum sebagai aset yang lebih menarik. Kepercayaan ini tidak lahir dari ruang hampa, melainkan dari keunggulan fundamental Ethereum yang menawarkan imbal hasil melalui mekanisme staking dan adopsi yang terus meluas di kalangan korporasi.
Di tengah dinamika ini, pasar juga dikejutkan oleh manuver dari dunia politik dan bisnis. Trump Media & Technology Group (DJT.O) mengumumkan kerja sama dengan Crypto.com, menunjukkan semakin dalamnya keterkaitan antara mantan Presiden AS, Donald Trump, dengan industri kripto. Langkah ini seolah meniru strategi MicroStrategy yang sukses besar dengan akumulasi Bitcoinnya.
Ke depan, pasar akan terus bergejolak. Bitcoin diprediksi akan bergerak di rentang USD110.000 - USD113.000, sementara Ethereum berpotensi diperdagangkan di antara USD4.300-USD4.700.
Di sisi lain, Ethereum (ETH), sang pangeran, justru menunjukkan taringnya dengan performa yang memukau. Data, Rabu (27/8/2025), merekam sebuah pergeseran kekuatan yang mungkin menjadi awal dari sebuah era baru.
Dalam 30 hari terakhir, peta pertarungan berubah drastis. Saat Bitcoin harus rela terkoreksi -5,3%, Ethereum justru melesat nyaris 25%.
Ini bukan sekadar fluktuasi harga biasa, melainkan pergeseran modal dan kepercayaan investor dalam skala besar.
Total kapitalisasi pasar aset kripto sendiri berhasil naik +2,85% menjadi USD3,81 triliun, sebuah sinyal bahwa uang tidak pergi, melainkan hanya berpindah alamat.
Aliran Dana Institusional Memilih Arah Baru
Indikator paling jelas dari pergeseran ini datang dari produk investasi modern: Exchange-Traded Fund (ETF). Data perdagangan 25 Agustus menunjukkan sebuah anomali yang signifikan.ETF Spot Bitcoin memang berhasil mencatatkan arus masuk bersih (net inflow) sebesar USD219 juta, pemulihan setelah minggu sebelumnya mengalami arus keluar besar-besaran. Fidelity (FBTC) dan BlackRock (IBIT) menjadi kontributor utama dengan total lebih dari USD128 juta.
Namun, angka tersebut seolah menjadi kerdil jika dibandingkan dengan apa yang terjadi pada ETF Spot Ethereum.
Dalam satu hari yang sama, produk investasi Ethereum berhasil menarik arus masuk bersih sebesar USD443,9 juta, lebih dari dua kali lipat jumlah yang diraih Bitcoin. Ini menandai hari ketiga berturut-turut bagi ETF Ethereum mencatatkan arus dana masuk positif, dengan BlackRock (ETHA) dan Fidelity (FETH) memimpin dengan total suntikan dana lebih dari USD402 juta.
Fenomena ini menggarisbawahi satu hal: uang besar dari para institusi mulai melihat Ethereum sebagai aset yang lebih menarik. Kepercayaan ini tidak lahir dari ruang hampa, melainkan dari keunggulan fundamental Ethereum yang menawarkan imbal hasil melalui mekanisme staking dan adopsi yang terus meluas di kalangan korporasi.
Bitcoin di Persimpangan Jalan
Meskipun terjadi pergeseran, Bitcoin belum sepenuhnya kehilangan mahkotanya. Pagi ini, harganya masih gagah di level USD111.400 (sekitar Rp 1,81 miliar), dengan tingkat dominasi pasar (BTC.D) yang masih kuat di angka 58,23%. Namun, koreksi bulanan yang dialaminya menjadi pengingat bahwa tidak ada yang abadi di pasar finansial.Di tengah dinamika ini, pasar juga dikejutkan oleh manuver dari dunia politik dan bisnis. Trump Media & Technology Group (DJT.O) mengumumkan kerja sama dengan Crypto.com, menunjukkan semakin dalamnya keterkaitan antara mantan Presiden AS, Donald Trump, dengan industri kripto. Langkah ini seolah meniru strategi MicroStrategy yang sukses besar dengan akumulasi Bitcoinnya.
Ke depan, pasar akan terus bergejolak. Bitcoin diprediksi akan bergerak di rentang USD110.000 - USD113.000, sementara Ethereum berpotensi diperdagangkan di antara USD4.300-USD4.700.
(dan)
Lihat Juga :