Bukan Sekadar Endorsement, Google Rekrut Bintang NBA Stephen Curry Jadi Penasihat

Rabu, 27 Agustus 2025 - 07:59 WIB
loading...
Bukan Sekadar Endorsement,...
Bintang NBA Stephen Curry akan membantu Google merumuskan AI Basketball Coach dari Google Cloud ke dalam program pelatihan. Foto: Google
A A A
SAN FRANSISCO - Google membuat pengumuman yang unik. Mereka secara resmi merekrut seorang "penasihat" baru, bukan dari kalangan insinyur atau ilmuwan data, melainkan dari lapangan basket: sang legenda NBA, Stephen Curry.

Langkah ini sontak menjadi sorotan. Dengan memberinya jabatan mentereng "performance advisor", Google seolah ingin berkata bahwa untuk menaklukkan masa depan, teknologi saja tidak lagi cukup. Mereka butuh sentuhan, kredibilitas, dan yang terpenting, "jiwa" dari seorang juara sejati.

Namun, di balik narasi kolaborasi yang indah ini, tersembunyi sebuah strategi pemasaran yang sangat cerdas dan mahal.

Membeli 'Jiwa' untuk Sang Pelatih AI

Apa sebenarnya yang akan dilakukan oleh seorang pebasket legendaris di dalam sebuah perusahaan teknologi? Jawabannya terletak pada produk paling personal yang sedang dikembangkan Google: pelatih kesehatan pribadi berbasis AI di dalam aplikasi Fitbit.

Google sadar, secanggih apapun chatbot AI mereka, ia tetaplah mesin. Untuk membuatnya terasa lebih personal dan tepercaya, mereka butuh validasi dari seorang ahli performa puncak. Di sinilah Curry berperan. Ia dan timnya akan memberikan masukan dan "filosofi kepelatihan" untuk membuat sang pelatih AI terasa lebih manusiawi.

Rick Osterloh, kepala divisi perangkat keras Google, membungkusnya dalam visi yang unik. “Wawasan elite Stephen dan teknologi AI kami bukan hanya untuk olahraga—kerja sama kami akan menunjukkan bagaimana siapa pun dapat menggunakan produk ini untuk menjaga gaya hidup yang lebih sehat dan menyelesaikan lebih banyak hal,” ujar Osterloh.

'Sangkar Emas' Bernama Kemitraan

Kemitraan ini tentu bukan kolaborasi sukarela. Tapi kontrak bernilai jutaan dolar dengan sebuah "sangkar emas" yang mengikat.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Stephen Curry dan seluruh timnya kini terikat kontrak untuk hanya menggunakan portofolio perangkat keras Google, mulai dari ponsel Pixel, jam tangan, hingga earbuds. Secara efektif, Curry kini telah menjadi papan iklan berjalan paling mahal dan paling otentik bagi Google.

Lebih dari Sekadar Iklan?

Google berusaha keras membingkai ini lebih dari sekadar endorsement. Mereka mencontohkan bagaimana Curry juga akan mengimplementasikan AI Basketball Coach dari Google Cloud ke dalam program pelatihan murid-muridnya.

Sebuah fitur yang ironisnya, mungkin tidak terlalu dibutuhkan oleh Curry sendiri, yang memiliki rata-rata tembakan tiga angka akurat hingga 42% sepanjang kariernya.

Google tidak membeli wajah Curry, mereka membeli keahlian dan legitimasinya. Ini membuat produk kesehatan mereka terasa lebih premium dan tepercaya.

Namun, ada risikonya. Jika produk akhir yang dihasilkan tidak menunjukkan adanya perbaikan signifikan dari masukan Curry, kemitraan ini akan terlihat seperti gimmick marketing yang sangat mahal dan hampa.

Pertaruhan di Pundak Sang Bintang

Pada akhirnya, kemitraan Google dan Stephen Curry adalah pertaruhan besar. Ini adalah pengakuan dari raksasa teknologi bahwa di pasar yang semakin jenuh, narasi dan sentuhan manusia kini sama pentingnya dengan kekuatan prosesor.

Publik kini akan mengawasi dengan cermat. Apakah "nasihat" dari seorang Stephen Curry benar-benar akan menghasilkan produk yang lebih baik, atau ia hanya akan muncul dalam beberapaiklankeren?
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
OpenAI dan NVIDIA Mengadopsi...
OpenAI dan NVIDIA Mengadopsi Teknologi Watermark AI Google
Google Merombak Bilah...
Google Merombak Bilah Pencariannya setelah 25 Tahun Diperkenalkan
Gara-gara AI Semakin...
Gara-gara AI Semakin Pintar, Matt Lowrie Tinggalkan Google
Google Luncurkan Fitbit...
Google Luncurkan Fitbit Air, Gelang Pintar Rp1,7 Juta yang Tidak Memiliki Layar
Amazon dan Google Didesak...
Amazon dan Google Didesak Dampak Ungkap Lingkungan Terkait Pusat Data
Iran Gempur Pusat Data...
Iran Gempur Pusat Data Amazon dan Oracle, Google dan YouTube Selanjutnya
Buku Saku Digital Well-being...
Buku Saku Digital Well-being Jadi Panduan Orang Tua Awasi Aktivitas Digital Anak
Waymo Ojai, Robotaxi...
Waymo Ojai, Robotaxi Baru Google yang Dikembangkan Bersama Zeekr
Dorong Literasi AI,...
Dorong Literasi AI, Google Indonesia Lantik 2.000 Student Ambassadors
Rekomendasi
Hasil Australia Open...
Hasil Australia Open 2026: Alwi Farhan ke 16 Besar, Anthony Ginting Tersingkir
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Berita Terkini
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
OpenAI Luncurkan Fitur...
OpenAI Luncurkan Fitur Penguncian Perlindungan Data untuk ChatGPT
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved