Google Hapus 11.000 Channel YouTube Terkait China, Rusia, dan Iran

Selasa, 26 Agustus 2025 - 07:09 WIB
loading...
Google Hapus 11.000...
YouTube. FOTO/ CNET
A A A
BEIJING - Google menghapus hampir 11.000 channel YouTube yang terkait dengan kampanye propaganda China, Rusia, dan Iran.



Perusahaan tersebut mengumumkan dalam siaran pers pada 21 Juli bahwa pada kuartal kedua tahun ini, mereka menghapus ribuan channel YouTube, akun Iklan (Ad), dan satu blog Blogger yang terhubung dengan negara-negara tersebut.

Langkah ini merupakan bagian dari pekerjaan yang dilakukan oleh Google Threat Analysis Group untuk melawan kampanye disinformasi.

Pada kuartal pertama tahun 2025, Google telah menghapus lebih dari 23.000 channel YouTube serta sejumlah aset lain yang terkait dengan layanan Google, di mana sebagian besar di antaranya terkait dengan Tiongkok dan Rusia.

Lebih dari 7.700 channel dan aset lainnya yang dihapus pada kuartal kedua diketahui terhubung dengan Tiongkok. Kampanye tersebut terutama membagikan konten yang mendukung Partai Komunis Tiongkok, baik dalam bahasa Mandarin maupun Inggris.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Nvidia Siap Gandeng...
Nvidia Siap Gandeng Perusahaan China demi Kembangkan Robot Super Humanoid
AS Kekurangan Senjata...
AS Kekurangan Senjata Stategis Akibat Ketergantungannya pada Tungsten China
China Kenalkan Sistem...
China Kenalkan Sistem Identitas Digital untuk Robot Humanoid
Sukhoi Su-47 Fondasi...
Sukhoi Su-47 Fondasi Teknologi Jet Tempur Generasi Berikutnya
AS Berencana Pasang...
AS Berencana Pasang Senjata Nuklir untuk Pesawat Pembom B-1B Lancer
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Pangkalan AS di Kuwait Hancur usai Serangan Iran
Rekomendasi
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Berita Terkini
Tragedi Bitcoin: Rp72...
Tragedi Bitcoin: Rp72 Triliun Hangus Terseret Tren Terburuk Sejak Agustus!
Kembalinya Jet Tempur...
Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved