Arsitek Kecerdasan Nusantara: Bagaimana Lintasarta Membangun Masa Depan Indonesia lewat Baris Algoritma

Minggu, 10 Agustus 2025 - 14:30 WIB
loading...
Arsitek Kecerdasan Nusantara:...
Lintasarta bertransformasi menjadi AI Factory, pusat kekuatan yang dirancang untuk memproduksi, mengakselerasi, dan mengimplementasikan solusi AI di seluruh negeri. Foto: Lintasarta
A A A
JAKARTA - Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah bertransformasi dari sekadar inovasi teknologi menjadi arena baru bagi kedaulatan dan kekuatan ekonomi. Dalam narasi besar ini, Indonesia agaknya menolak untuk hanya menjadi penonton atau konsumen. Tapi, mendeklarasikan ambisi yang jauh lebih besar: menjadi arsitek dan pencipta masa depan digitalnya sendiri.

Di garda terdepan misi ini berdiri Lintasarta, AI Factory dari Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) Group, yang siap memimpin “revolusi digital” di kecerdasan buatan.

Dari Pilar TIK Menjadi Raksasa AI: Metamorfosis Strategis Lintasarta

Lintasarta telah mengukuhkan reputasi sebagai pilar utama dalam industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK) Indonesia, dengan fondasi di layanan 4C: Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration.

Namun, lanskap digital yang terus berevolusi menuntut lebih dari sekadar konektivitas. Di era di mana data dan intelijen menjadi komoditas paling berharga, Lintasarta memulai sebuah metamorfosis dramatis.

Perusahaan bertransformasi menjadi sebuah "AI Factory," pusat kekuatan yang dirancang untuk memproduksi, mengakselerasi, dan mengimplementasikan solusi AI di seluruh negeri.

President Director & CEO Lintasarta Bayu Hanantasena menyebut transformasi ini bukanlah langkah reaktif. Namun, manuver strategis yang terencana dengan cermat. Langkah ini sepenuhnya sejalan dengan visi perusahaan induknya, Indosat, untuk berevolusi menjadi sebuah "AI TechCo," perusahaan teknologi yang berpusat pada AI.

Inisiatif ini juga jawaban langsung terhadap Visi Indonesia Emas 2045. Lintasarta tidak hanya membangun bisnis; mereka sedang membangun warisan atau legacy.

Untuk memandu transformasi monumental ini, Lintasarta meluncurkan gerakan nasional yang diberi nama "AI Merdeka". Dengan membingkai strategi korporat dalam narasi perjuangan nasional, Lintasarta berhasil mengangkat inisiatif teknologi menjadi gerakan patriotik.

Pendekatan ini terbukti efektif dalam menggalang dukungan lintas sektor, mulai kementerian pemerintah yang memberikan restu penuh hingga puluhan ribu anak muda yang berbondong-bondong mendaftar untuk menjadi bagian dari gerakan tersebut.

Gerakan AI Merdeka ditopang kerangka kerja strategis yang terdiri dari tiga pilar utama yang saling memperkuat: Laskar AI, program pengembangan talenta; Semesta AI, sebuah akselerator untuk inovasi rintisan; dan AI Use Case Activation, program untuk implementasi praktis di industri.

Ketiga pilar ini dirancang untuk bekerja secara sinergis, menciptakan sebuah ekosistem yang berkelanjutan dan mandiri.

1. Laskar AI

Membangun jalur pipa talenta AI nasional kelas dunia. Targetnya mahasiswa, lulusan baru, profesional, hingga dosen.

2. Semesta AI

Mengakselerasi perusahaan rintisan dan solusi AI dalam negeri. Menargetkan perusahaan rintisan berbasis AI, Independent Software Vendors (ISV).

3. AI Use Case Activation

Mendorong implementasi AI praktis di sektor-sektor prioritas. Targetnya klien korporat di bidang keuangan, kesehatan, logistik, dll.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Facebook Luncurkan Mode...
Facebook Luncurkan Mode Pencarian AI, Begini Cara Pakainya
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
Masalah Hukum Penggunaan...
Masalah Hukum Penggunaan Artificial Intelligence
Gandeng CEO Kreta Digital,...
Gandeng CEO Kreta Digital, Dispora Kota Batam Gelar Pelatihan Digital Marketing
Slopaganda: Propaganda...
Slopaganda: Propaganda Massal di Era AI
Rekomendasi
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Polri Ungkap Peran Ganda...
Polri Ungkap Peran Ganda Frans Antoni di Jaringan Narkoba Fredy Pratama
Hadiri Musprov POBSI...
Hadiri Musprov POBSI Sumut, Ketua Harian: Membangun Biliar Lebih Besar demi Hasilkan Atlet Terbaik 
Berita Terkini
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved