Tim Superkomputer Dojo untuk Pelatihan FSD Tesla Dibubarkan
Minggu, 10 Agustus 2025 - 07:20 WIB
loading...
Elon Musk. FOTO/ ABC NEWS
A
A
A
TEXAS - Tesla telah membubarkan tim pengembangan superkomputer Dojo setelah ketua tim Peter Bannon dan 20 karyawan lainnya meninggalkan perusahaan untuk membentuk Density AI.
Density AI adalah perusahaan rintisan yang mengembangkan chip, perangkat keras, dan perangkat lunak untuk pusat data robotik, dengan aplikasi di bidang AI dan otomotif.
BACA JUGA - Elon Musk: Saya Beli Manchester United
Tesla masih terus mengembangkan sistem swakemudi dan robotik melalui superkomputer Cortex-nya, dengan Cortex 2.0 diperkirakan akan beroperasi pada akhir 2025 atau awal 2026.
Bloomberg melaporkan hari ini bahwa tim yang mengembangkan Dojo telah dibubarkan setelah sejumlah karyawan meninggalkan perusahaan untuk membentuk perusahaan mereka sendiri.
Ketua tim Dojo, Peter Bannon, meninggalkan Tesla bersama 20 mantan karyawan lainnya untuk membentuk perusahaan baru bernama DensityAI. DensityAI adalah perusahaan rintisan yang ingin membangun chip, perangkat keras, dan perangkat lunak untuk pusat data robotik.
Teknologi mereka juga dapat digunakan oleh agen AI dan industri otomotif.
Karyawan Dojo lainnya yang masih bekerja di perusahaan telah dipindahkan ke tim lain di Tesla.
Meskipun Dojo telah dibubarkan, bukan berarti tim pengembangan FSD Tesla kini terkatung-katung.
Selain Dojo, Tesla juga memiliki superkomputer Cortex, yang menurut Elon akan melatih tidak hanya sistem self-driving tetapi juga sistem robotik Optimus.
Cortex 1.0 telah beroperasi sejak tahun lalu, dengan Cortex 2.0 yang lebih mumpuni sedang dibangun di sebelah pabrik Giga Texas. Diharapkan dapat beroperasi pada akhir 2025 atau awal 2026.
Density AI adalah perusahaan rintisan yang mengembangkan chip, perangkat keras, dan perangkat lunak untuk pusat data robotik, dengan aplikasi di bidang AI dan otomotif.
BACA JUGA - Elon Musk: Saya Beli Manchester United
Tesla masih terus mengembangkan sistem swakemudi dan robotik melalui superkomputer Cortex-nya, dengan Cortex 2.0 diperkirakan akan beroperasi pada akhir 2025 atau awal 2026.
Bloomberg melaporkan hari ini bahwa tim yang mengembangkan Dojo telah dibubarkan setelah sejumlah karyawan meninggalkan perusahaan untuk membentuk perusahaan mereka sendiri.
Ketua tim Dojo, Peter Bannon, meninggalkan Tesla bersama 20 mantan karyawan lainnya untuk membentuk perusahaan baru bernama DensityAI. DensityAI adalah perusahaan rintisan yang ingin membangun chip, perangkat keras, dan perangkat lunak untuk pusat data robotik.
Teknologi mereka juga dapat digunakan oleh agen AI dan industri otomotif.
Karyawan Dojo lainnya yang masih bekerja di perusahaan telah dipindahkan ke tim lain di Tesla.
Meskipun Dojo telah dibubarkan, bukan berarti tim pengembangan FSD Tesla kini terkatung-katung.
Selain Dojo, Tesla juga memiliki superkomputer Cortex, yang menurut Elon akan melatih tidak hanya sistem self-driving tetapi juga sistem robotik Optimus.
Cortex 1.0 telah beroperasi sejak tahun lalu, dengan Cortex 2.0 yang lebih mumpuni sedang dibangun di sebelah pabrik Giga Texas. Diharapkan dapat beroperasi pada akhir 2025 atau awal 2026.
(wbs)
Lihat Juga :