Tim Cook Akui Apple Tertinggal dalam Perlombaan AI, Janjikan Investasi Besar untuk Mengejar Ketertinggalan
Jum'at, 08 Agustus 2025 - 07:51 WIB
loading...
Menurut laporan Bloomberg, Cook menyebut revolusi AI as big or bigger (sama besar atau lebih besar) dari internet. Foto: ist
A
A
A
SAN FRANSISCO - Di tengah gegap gempita revolusi kecerdasan buatan (AI), Apple, sang raksasa teknologi yang dikenal perfeksionis, justru terlihat seperti sedang berlari dari belakang.
Dalam sebuah pertemuan internal global, CEO Apple, Tim Cook, secara terbuka mengakui ketertinggalan perusahaannya dalam perlombaan AI dan berjanji untuk mengerahkan segalanya demi mengejar para pesaingnya.
Konteks pertemuan ini cukup unik. Sehari sebelumnya, Apple melaporkan pendapatan kuartalan yang melampaui ekspektasi, membuat harga sahamnya melonjak. Namun, berbeda dengan Meta dan Microsoft yang didorong oleh euforia AI, kenaikan pendapatan Apple justru ditopang oleh penjualan iPhone—sebuah ironi yang menggarisbawahi posisi mereka saat ini dalam lanskap AI.
Dalam pertemuan all-hands yang diselenggarakan di markas besar Apple di Cupertino, California, Tim Cook menyampaikan pesan yang tegas kepada para karyawannya.
Menurut laporan Bloomberg, Cook menyebut revolusi AI “as big or bigger” (sama besar atau lebih besar) dari internet.
“Apple harus melakukan ini. Apple akan melakukan ini. Ini adalah milik kita untuk diraih,” serunya, mengisyaratkan urgensi dan optimisme.
Craig Federighi, senior vice president of software engineering, menjelaskan dalam pertemuan tersebut bahwa masalah utama terletak pada upaya Apple membangun "hybrid architecture" yang rumit. Rencana itu kini telah dibatalkan.
Ia mengklaim bahwa perombakan korporasi yang terjadi setelahnya telah "supercharged" (memberi tenaga super) pada pengembangan AI, dan perombakan total Siri yang baru akan memberikan "peningkatan yang jauh lebih besar dari yang kami bayangkan,”.
Hal ini diperkuat dengan data bahwa 12.000 pekerja baru telah direkrut dalam setahun terakhir, dengan 40% di antaranya bergabung dengan tim penelitian dan pengembangan.
Strategi kunci lainnya adalah pengembangan chip AI in-house. Menurut laporan The Wall Street Journal, Apple telah menjalankan proyek internal dengan nama sandi ACDC (Apple Chips in Data Center).
Perusahaan dilaporkan bekerja sama dengan Broadcom untuk mengembangkan chip AI pertamanya, dengan nama sandi "Baltra", yang diharapkan masuk ke tahap produksi massal pada tahun 2026.
“Kita jarang menjadi yang pertama”, kata Cook. “Ada PC sebelum Mac; ada smartphone sebelum iPhone; ada banyak tablet sebelum iPad; ada pemutar MP3 sebelum iPod,” tambahnya.
Pernyataan ini menegaskan kembali filosofi Apple yang telah terbukti: kekuatan mereka bukan dalam memelopori teknologi baru, tetapi dalam menyempurnakannya dan menciptakan produk yang mendominasi pasar.
Kini, dunia mengamati dengan saksama apakah Apple, dengan investasi besar dan strategi yang telah teruji, dapat sekali lagi menambahkan AI ke dalam daftar panjang inovasi yang berhasil merekataklukkan.
Dalam sebuah pertemuan internal global, CEO Apple, Tim Cook, secara terbuka mengakui ketertinggalan perusahaannya dalam perlombaan AI dan berjanji untuk mengerahkan segalanya demi mengejar para pesaingnya.
Konteks pertemuan ini cukup unik. Sehari sebelumnya, Apple melaporkan pendapatan kuartalan yang melampaui ekspektasi, membuat harga sahamnya melonjak. Namun, berbeda dengan Meta dan Microsoft yang didorong oleh euforia AI, kenaikan pendapatan Apple justru ditopang oleh penjualan iPhone—sebuah ironi yang menggarisbawahi posisi mereka saat ini dalam lanskap AI.
Dalam pertemuan all-hands yang diselenggarakan di markas besar Apple di Cupertino, California, Tim Cook menyampaikan pesan yang tegas kepada para karyawannya.
Menurut laporan Bloomberg, Cook menyebut revolusi AI “as big or bigger” (sama besar atau lebih besar) dari internet.
“Apple harus melakukan ini. Apple akan melakukan ini. Ini adalah milik kita untuk diraih,” serunya, mengisyaratkan urgensi dan optimisme.
Jalan Terjal 'Apple Intelligence' dan Penundaan Siri
Upaya Apple untuk mengintegrasikan AI canggih ke dalam jajaran produknya berjalan di bawah inisiatif Apple Intelligence, yang diumumkan pada Worldwide Developers Conference Juni 2024 lalu. Namun, kemajuannya terbilang lambat. Peluncuran Siri yang telah disempurnakan dengan AI, yang awalnya dijadwalkan tahun ini, secara tak terduga ditunda hingga musim semi mendatang, memicu kekecewaan dari investor dan pelanggan.Craig Federighi, senior vice president of software engineering, menjelaskan dalam pertemuan tersebut bahwa masalah utama terletak pada upaya Apple membangun "hybrid architecture" yang rumit. Rencana itu kini telah dibatalkan.
Ia mengklaim bahwa perombakan korporasi yang terjadi setelahnya telah "supercharged" (memberi tenaga super) pada pengembangan AI, dan perombakan total Siri yang baru akan memberikan "peningkatan yang jauh lebih besar dari yang kami bayangkan,”.
Fokus pada Investasi dan Pengembangan Chip Internal
Untuk mengejar ketertinggalan, Tim Cook menegaskan bahwa perusahaan akan melakukan investasi yang diperlukan. Dalam panggilan investor pasca-laporan pendapatan, ia menyatakan bahwa Apple berencana untuk meningkatkan investasi di bidang AI secara signifikan dan terbuka untuk melakukan akuisisi.Hal ini diperkuat dengan data bahwa 12.000 pekerja baru telah direkrut dalam setahun terakhir, dengan 40% di antaranya bergabung dengan tim penelitian dan pengembangan.
Strategi kunci lainnya adalah pengembangan chip AI in-house. Menurut laporan The Wall Street Journal, Apple telah menjalankan proyek internal dengan nama sandi ACDC (Apple Chips in Data Center).
Perusahaan dilaporkan bekerja sama dengan Broadcom untuk mengembangkan chip AI pertamanya, dengan nama sandi "Baltra", yang diharapkan masuk ke tahap produksi massal pada tahun 2026.
Filosofi Khas Apple: Bukan yang Pertama, Namun yang Terbaik
Meskipun saat ini Apple bukanlah yang terdepan dalam perlombaan AI, Tim Cook tampaknya tidak terlalu khawatir dan melihatnya sebagai bagian dari DNA perusahaan. Ia mengingatkan para karyawannya bahwa menjadi yang pertama bukanlah ciri khas Apple, melainkan menjadi yang terbaik.“Kita jarang menjadi yang pertama”, kata Cook. “Ada PC sebelum Mac; ada smartphone sebelum iPhone; ada banyak tablet sebelum iPad; ada pemutar MP3 sebelum iPod,” tambahnya.
Pernyataan ini menegaskan kembali filosofi Apple yang telah terbukti: kekuatan mereka bukan dalam memelopori teknologi baru, tetapi dalam menyempurnakannya dan menciptakan produk yang mendominasi pasar.
Kini, dunia mengamati dengan saksama apakah Apple, dengan investasi besar dan strategi yang telah teruji, dapat sekali lagi menambahkan AI ke dalam daftar panjang inovasi yang berhasil merekataklukkan.
(dan)
Lihat Juga :